Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Motivasi Diri, Nasehat

Ingin Rumah di Surga? Inilah Amalan-Amalannya!

Di antara tujuan terbesar yang berusaha diraih oleh seorang muslim dalam kehidupannya di dunia adalah dapat menaati Allah Ta’ala lalu masuk surga. Oleh sebab itu, kamu akan mendapati seorang muslim mencari amal-amal saleh yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar dia dapat mengamalkannya dan menjadi sebab dibangunkan baginya rumah di surga.

Dalam kitab Shahih al-Jami diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

الْجَنَّةُ بِنَاؤُهَا لَبِنَةٌ مِنْ فِضَّةٍ وَلَبِنَةٌ مِنْ ذَهَبٍ وَمِلَاطُهَا الْمِسْكُ الْأَذْفَرُ وَحَصْبَاؤُهَا اللُّؤْلُؤُ وَالْيَاقُوتُ وَتُرْبَتُهَا الزَّعْفَرَانُ مَنْ دَخَلَهَا يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ وَيَخْلُدُ لَا يَمُوتُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُمْ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُمْ

“Surga itu bangunannya, bata dari perak, bata dari emas, adonan semennya adalah minyak Kesturi yang harum semerbak, batu kerikilnya adalah mutiara dan permata, tanahnya berupa safron. Barang siapa memasukinya, dia akan hidup penuh nikmat, tidak pernah susah; hidup kekal, tidak akan mati; pakaian mereka tidak akan usang dan masa muda mereka tidak akan hilang.”

Seorang hamba di dunia ini rela berusaha dan bersusah payah agar dapat membangun rumah di dunia. Dia harus mengorbankan harta, usaha, pikiran, dan waktunya yang begitu banyak hingga tidak dapat dibayangkan. Bahkan, terkadang dia harus menanggung kegalauan, kegelisahan, kerisauan, dan terganggu tidurnya, atau bahkan rela mengorbankan kehormatannya demi berutang dan meminjam uang, atau meminta penundaan pembayaran.

Akan tetapi, pada akhirnya dia mengetahui bahwa rumah itu akan menjadi usang dan hilang, dapat tenggelam dan roboh, dapat retak dan pecah. Apabila rumahnya dapat terbebas dari itu semua, tetapi pemiliknya tidak akan bisa terbebas dari kematian. Sebab, semua orang akan pergi bersama rombongan orang-orang yang telah pergi. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh.” (QS. An-Nisa: 78).

Wahai saudara dan saudariku! Disebutkan dalam as-Sunnah yang suci beberapa hal yang menjadi sebab dibangunkannya rumah di surga bagi kita, dan amalan-amalan yang dapat mengantarkan kepada tujuan besar itu. Di antara amalan-amalan itu adalah sebagai berikut:

  • Membangun masjid atau berkontribusi dalam pembangunannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻣَﻦْ ﺑَﻨَﻰ ِﻟﻠﻪِ ﻣَﺴْﺠِﺪﺍً ﻭَﻟَﻮْ ﻛَﻤَﻔْﺤَﺺِ ﻗَﻄَﺎﺓٍ ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘﺎً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Barang siapa yang membangun suatu masjid untuk Allah, meskipun hanya sebesar sarang burung, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (Shahih Ibnu Hibban).

  • Membaca surah Al-Ikhlas sebanyak sepuluh kali
 مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ ﺑَﻨَﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻪُ ﺑَﻴْﺘﺎً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ

“Barang siapa yang membaca ‘Qul huwallaahu Ahad …’ (surah Al-Ikhlas) sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (Shahih al-Jami).

  • Memperbanyak salat sunah, terlebih lagi salat sunah rawatib (salat sunah sebelum dan atau setelah salat-salat fardu)

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ: أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

“Barang siapa yang tekun mendirikan salat sunah 12 rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga; empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah magrib, dua rakaat setelah isya, dan dua rakaat sebelum subuh.” (Shahih at-Tirmidzi).

  • Bersabar dan tetap memuji (bersyukur kepada) Allah saat mendapat musibah berupa kematian anak

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi kabar gembira bahwa barang siapa yang anaknya meninggal, lalu dia tetap bersabar dan mengucapkan kalimat istirja’ (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun), maka akan dibangunkan untuknya rumah di surga. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلَائِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ فَيَقُولُونَ نَعَمْ فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِي فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

“Jika anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, ‘Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku.’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Lalu Allah berfirman, ‘Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya.’ Mereka menjawab, ‘Ya.’ Allah bertanya, ‘Lalu apa yang dikatakan hamba-Ku.’ Mereka menjawab, ‘Dia memuji Engkau dan mengucapkan kalimat istirja’ (ucapan: Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).’ Allah lalu berfirman, ‘Bangunkanlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga, dan berilah nama dengan Baitul Hamd (Rumah Pujian).’” (Shahih at-Tirmidzi).

  • Berakhlak yang baik, dan menghindari perdebatan dan dusta

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسنَ خُلُقَهُ

“Aku menjamin rumah di tepi surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku menjamin rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan meskipun hanya bercanda. Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi orang yang berakhlak baik.” (Shahih Abu Dawud).

  • Beriman kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ

“Aku menjamin bagi orang yang beriman kepadaku, masuk Islam, dan berhijrah, ia akan mendapatkan rumah yang berada di tepi surga, rumah di tengah surga, dan rumah di atas ruangan-ruangan surga. Dan aku menjamin bagi orang yang beriman kepadaku, masuk Islam, dan berjihad di jalan Allah, ia akan mendapatkan rumah di tepi surga, rumah di tengah surga, dan rumah di atas ruangan-ruangan surga.

Barang siapa yang melakukan hal itu, dan ia tidak pernah meninggalkan tempat mencari kebaikan, dan selalu menghindar dari keburukan; maka ia meninggal di tempat mana saja yang ia inginkan (ia akan tetap mendapatkan balasan itu).” (Shahih al-Jami).

  • Berdoa ketika masuk pasar

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ وبنى اللَّهُ لَهُ بيتًا في الجنَّةِ

“Barang siapa yang memasuki pasar kemudian mengucapkan:

LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU BIYADIHIL KHAIRU. WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR

(tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya seluruh pujian, Dia Yang Maha Menghidupkan, dan Maha Mematikan, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa melakukan segala sesuatu),

maka Allah mencatat baginya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta kesalahan, dan meninggikan untuknya satu juta derajat, serta Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak).

 

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan bagi ‘Arsy yang agung, agar menjadikan kita termasuk orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan, menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang baik dan mendatangkan kebaikan, serta merezekikan kepada kita surga. Semoga selawat senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad.

 

Sumber: 

alukah.net/sharia/1001/168141/هل-تريد-بيتا-في-الجنة؟/

PDF Sumber Artikel

Video Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28