Harga Mahal Persaudaraan

Harga Mahal Persaudaraan

Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.

Suatu ketika Qois bin Saad bin Ubadah sakit. Meski sudah lama sakit tidak ada satupun kawan nya yang membezuk. Beliau lantas cari info tentang hal ini. Info yang didapatkan, “Mereka malu datang membezuk karena hutang mereka kepadamu belum diselesaikan.”

Mendengar hal ini beliau berkomentar:

أخزى الله مالا يمنع الإخوان من الزيارة

“Semoga Allah hinakan harta yang jadi penghalang kawan berkunjung ke rumah kawannya.”

Beliau lantas perintahkan pembantunya untuk memberi pengumuman, “Siapa saja yang punya hutang kepada Qois sungguh Qois telah mengikhlaskan semuanya”. Sore harinya tangga untuk naik ke rumah Qois rusak karena terlalu banyak orang yang membezuk beliau.” (Min Akhbar Salaf Sholih hal 106, Maktabah ar-Rusyd)

Allahu akbar!

Beliau lebih memilih memutihkan hutang banyak orang kepada beliau asalkan orang-orang kembali nyaman bergaul dengan beliau.

Orang sholih ini berkeyakinan bahwa kenyamanan persahabatan itu lebih penting dibandingkan tumpukan harta.

Lain hal dengan pilihan sikap banyak dari kita.

Banyak yang memilih tidak bertegur sapa dengan saudara satu rahim satu keluarga hanya karena rebutan harta yang tidak seberapa.

Orang sholih ini memberi kita pelajaran bahwa indahnya bertegur sapa, berakrab ria dan bercengkrama dengan tetangga, saudara, teman dan kolega itu jauh lebih berharga dibandingkan harta dunia yang tak seberapa.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989