Bisnis Hancur dari Modal Bank, Gali Lubang-Tutup Lubang

“Jangan memaksakan diri untuk terjun ke bisnis jika tidak punya cadangan modal.”

Mungkin Anda pernah mendengar kalimat diatas?

Istilah diatas sedikit ada benarnya. Sebelum terjun kita harus memahami konsep bisnis, pangsa pasar.. dan cadangan modal 1-5 bulan kedepan.

Ketika bisnis sudah berjalan, dan melakukan perekrutan karyawan. Yang perlu kita tahu adalah karyawan Anda tidak peduli usaha lancar atau stagnan, yang mereka pikirkan gaji tetap lancar tiap bulannya.

Ohya kesalahan CALON pebisnis itu terbuai dengan fatamorgana keuntungan, tapi mereka tidak memperhitungkan resiko dalam berbisnis.

Ada kisah yang dialami oleh anggota milis pengusaha muslim, beliau menceritakan kesulitannya saat ini, dimana beliau memulai bisnis dari modal riba.

Awalnya hidup beliau tenang sebagai pegawai dengan gaji yang lebih dari cukup. Namun suatu hari beliau tertarik terjun kedalam bisnis. Dalam hatinya tergiur dengan hitungan-hitungan untung dalam bisnis yang dia jalankan. Padahal dalam kenyataanya dia belum memikirkan jenis usaha yang akan beliau tekuni. Hanya angan-angan, nanti kalau buka ini untung sekian-sekian. Karena saking ambisiusnya, beliau nekat ngutang lembaga ribawi. Beliau optimis bisa meunasi hutang walau dengan bunga tinggi.

Namun Takdir Allah berkata lain, usahanya yang tidak jalan, jangankan untung tapi malah buntung. Sementara hutang dan bunga terus jalan. Pusing, tidak bisa membayar cicilan, dia akhirnya cari pinjaman lembaga ribawi lain untuk menutupi hutangnya. Walau dengan bunga tinggi..

Ternyata hutangan yang kedua tidak bisa menutup hutang pertama, dia akhirnya punya tanggungan dua lembaga ribawi dan termasuk bunganya.

Ludes sudah gajinya, sepenuhnya masih tidak bisa menutupi hutang bulanan… dan jatah belanja keluarganyapun berkurang, apalagi ditambah biaya sekolah anak-anak.

Ditengah pusingnya beliau, ada tawaran kartu kredit. Dan diapun akhirnya memutuskan untuk mengambilnya dengan tujuan agar bisa menutup hutang sebelumnya. Tapi apa mau dikata… kartu kredit tersebut menjerat hutannya lebih dalam.

Saat ini beliau hidup tertekan..benar-benar tertekan .

Semoga Allah memberi kelapangan rezeki untuknya, dan segera dilunasi hutang-hutannya. Aamiin

Ibrah:

Sobat pengusaha muslim, jauhi riba.. orang yg terjerat riba hidupnya seperti kesetanan dalam ngejar dunia…

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

‘Ali bin Abi Thalib mengatakan,

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

“Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.” (Mughnil Muhtaj, 6/310)

Diulas oleh Abu Najmah Minanurrohman

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087-738-394-989
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK