Batu Sandungan

Renungan Ramadhan Hari ke-28

Batu Sandungan

Pernahkah anda tersandung batu sebesar mobil atau rumah? Pasti tidak pernah. Andapun akan tertawa mendengar pertanyaan ini. karena, kalo batu sebesar rumah, itu namanya nabrak, bukan tersandung.

Kita hanya akan tersandung dengan batu kecil. Batu yang luput dari perhatian kita, yang biasanya kita injak-injak. Namun,pengaruh batu itu bisa berakibat fatal, batu kecil itulah yang membuat kita jatuh tersungkur, sedangkan batu besar, tidak pernah terfikirkan untuk diwaspadai, karena ia besar bentuknya semua orang bisa melihatnya.

Ini hanyalah ilustrasi yang akan kita bandingkan dengan bulan Ramadhan dan bulan-bulan lainnya.

Bulan Ramadhan adalah batu besar. Semua orang bisa tahu fadhilah dan keutamaannya. Semua orang berbondong-bondong menyambutnya. Mesjid dan surau penuh dalam shalat tarawih; suara panggilan sahur riuh rendah; pengajian dan tadarusan membahana memecah keheningan malam. Seluruh ustadz dan penceramah mengobarkan semangat ibadah di bulan Ramadhan. Mereka menyampaikan pahala dan keutamaan ibadah di bulan suci ini. Ampunan dosa; peningkatan pahala; dikabulkannya doa; malam 1000 bulan dan keutamaan lainnya.

Akan tetapi, bulan Ramadhan hanya satu bulan. Padahal masih ada 11 bulan lagi yang akan kita lalui kalau pingin menyambut Ramadhan di tahun depan. Ke sebelas bulan itulah yang akan kita ibaratkan seperti batu kecil yang luput dari perhatian kita, sehingga sering kali kita tersungkur gara-gara tersandung dengannya. Berapa banyak kesempatan emas yang juga bisa kita raih di bulan-bulan lain, namun luput begitu saja. Karena kita lebih terfokus pada batu yang besar agar tidak tertabrak.

Memang benar, tidak ada yang bisa menyaingi 100% keutamaan bulan Ramadhan. Cukup dengan lailatul qadar saja sudah melampaui semua bulan.

Akan tetapi, ada beberapa fadhilah di bulan Ramadhan yang juga bisa kita temukan di bulan lainnya, di antaranya:

Ampunan dosa

Berpuasa di bulan Ramadhan dan sholat tarawih ganjarannya adalah diampuni dosanya yang terdahulu. Pahala ini juga bisa kita raih di bulan-bulan lainnya. Di antaranya:

1. Wudhu dengan sempurna lalu shalat dengan khusyu’

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang wudhu seperti caraku berwudhu, kemudian ia sholat 2 rakaat dengan khusyu’ (tanpa membayangkan hal-hal lain), maka akan diampuni dosanya terdahulu. (HR. Bukhari)

2. Doa ketika makan

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang makan kemudian membaca,

الحمد لله الذي أطعمني هذا الطعام ورزقنيه من غير حول مني ولا قوة

Maka akan diampuni dosanya yang terdahulu” (HR. Abu Daud)

3. Menjawab adzan

Rasulullah bersabda, “barang siapa mendengar muazzin mengucapkan Asyhadualla ilaha illallah dan Asyhaduanna Muhammadan Rasulullah, lalu ia mengucapkan:

رضيت بالله ربا وبمحمد رسولا وبالإسلام دينا

Maka akan diampuni dosanya”(HR. Muslim)

4. Menyingkirkan gangguan dari jalan

Rasulullah bersabda, “Ada seseorang yang melihat ada ranting pohon melintang di jalan, lalu ia menyingkirkannya, maka Allah Ta’ala memuji perbuatannya dan mengampuni dosanya” (HR. Bukhari)

Perhatikanlah wahai saudaraku kaum muslimin. Pernahkah kita berlomba-lomba mencari kesempatan untuk mendapatkan ampunan ini? ataukah kita termasuk orang yang tersandung dengan amalan ini? karena ia bukan di bulan ramadhan? karena tidak terlihat orang berbondong-bondong mengamalkannya? Karena tidak banyak para ustadz yang menyemangatinya? Berapa sering kita mendengar azan, namun seringnya kita lalai untuk menjawab azan.

Allah Ta’ala Maha Pengampun; Maha pengasih; Maha Pemurah. Ampunan Allah Ta’ala dan kasihNya bukan hanya di bulan Ramadhan. Maka carilah Rahmat dan ampunanNya di segala waktu.

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial