Antara Lailatul Qadr dan Nuzulul Quran

Renungan Ramadhan Hari ke-17

Antara Lailatul Qadr dan Nuzulul Quran

Bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al Quran. Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya: Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. (QS. Al Baqarah: 185)

Tepatnya pada malam yang penuh berkah, seperti yang difirmankan Allah Ta’ala:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. (QS. Ad Dukhan: 3)

Dan malam itu adalah malam lailatul qadar, karena Allah Ta’ala berfirman dalam ayat lain:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam lailatul qadar. (QS. Al Qadr: 1)

Al Quran diturunkan kepada Rasulullah sampai lengkap selama 23 tahun, dari awal kenabian Rasulullah sampai wafat beliau. Namun, yang dimaksudkan di ayat itu turun Al Quran di malam lailatul qadar adalah turun secara keseluruhan dari lauhul mahfuz ke baitul Izzah di langit dunia.

Malam lailatul Qadar adalah malam yang sangat kita cari-cari. Dia adalah malam rahasia, bahkan Rasulullah beri’tikaf selama 10 hari di akhir bulan Ramadhan dalam rangka pencarian satu malam tersebut. bagaimana tidak ditunggu-tunggu, karena ibadah dalam satu malam itu lebih afdhol dari pada ibadah selama 1000 bulan. Barang siapa yang ketinggalan malam itu maka ia termasuk orang yang gagal.

Kapankah malam lailatul qadar?

Dalam Syarah Shahih Bukhari, Ibnu Hajar Al Atsqalani menerangkan perbedaan pendapat para ulama dalam penentuan malam lailatul qadar. Beliau menyebutkan sebanyak 46 pendapat para ulama tentang ini. memang salah satu pendapat, yaitu di pendapat ke-10, ada yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar jatuh pada malam ke-17.

Akan tetapi, setelah Ibnu Hajar Al Atsqalani menyebutkan semua pendapat para ulama, beliau sampai pada kesimpulan, bahwa malam lailatul qadar terjadi di malam ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan. Dan malam tersebut bukan tanggal tertentu yang pasti di setiap tahun, namun bisa berganti-ganti setiap tahunnya. Namun, yang paling mungkin terjadi adalah di malam 21 atau malam 23, ini menurut mazhab Syafi’iyyah. Sedangkan mayoritas ulama mengatakan, paling mungkin terjadi adalah di malam 27.

Sedangkan di Indonesia, secara nasional diperingati malam turunnya Al Quran adalah malam 17 Ramadhan. Dan anehnya, orang-orang tidak menganggapnya malam lailatul qadar. Mereka masih mencari malam itu di malam-malam ganjil di akhir Ramadhan. Sungguh suatu yang kontradiksi.

Kesimpulannya:

Al Quran sudah turun dengan lengkap, sekarang sudah berada di hadapan kita. Tujuan diturunkannya adalah untuk kita baca, pahami dan kita amalkan. Karena ditujukan sebagai petunjuk hidup manusia mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Bukan untuk diperingati ulang tahunnya.

Sedangkan malam lailatul qadar, pasti akan datang di salam satu malam bulan ramadhan. Kita tinggal mencari kesempatan untuk giat beribadah di malam itu. Di antara anjuran Rasulullah di malam lailatul qadar adalah membaca doa:

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عنني

Ya Allah, Engkau Maha penmberi maaf dan Engkau Suka memberi maaf, maka maafkanlah kesalahanku.

Tidak pernah disebutkan bahwa Rasulullah menyuruh menyemarakkan malam lailatul qadar ataupun salah satu malam di  bulan Ramadhan dengan peringatan nuzulul Quran ataupun lainnya.

Penulis: Ustadz Muhammad Yassir, Lc (Dosen STDI Imam Syafi’i Jember)

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial