Doa di Bulan Ramadhan

Renungan Ramadhan Hari ke-15

Doa di Bulan Ramadhan

Ayat Al Quran yang menyebutkan bulan Ramadhan dan puasa adalah surat Al baqarah ayat 183-187. Dalam ayat-ayat tersebut diisyaratkan beberapa ibadah, yaitu: Puasa, Al Quran, doa, dan I’tikaf.

Untuk doa, Allah Ta’ala sebutkan dalam ayat ke 186. Yang berbunyi:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Maknanya: Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Doa di bulan Ramadhan

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: “Ada tiga doa yang tidak tertolak, yaitu: Doa orang tua untuk anaknya; doa orang berpuasa; dan doa orang yang sedang safar” (HR. Baihaqi, dinilai shohih oleh Albani di Silsilah Hadits Shohihah, no: 1797)

Siang hari di bulan Ramadhan, pastinya kita sedang berpuasa. Di saat itulah seharusnya kita memperbanyak zikir dan juga doa, selain membaca Al Quran.

Doa mustajab di bulan Ramadhan bukan hanya khusus di saat berbuka puasa saja. Bahkan hadits yang menerangkan tentang itu dinilai dhoif oleh syaikh Albani.

Berarti, begitu luas kesempatan berdoa di saat sedang berpuasa. Kita tinggal memanfaatkan kesempatan tersebut, dengan penuh harapan dikabulkan doa kita oleh Allah Ta’ala. Dalam kesempatan yang banyak ini, dari pagi sampai maghrib, tentunya banyak doa yang kita rangkai. Dan pastinya kita ingin agar semua doa kita dikabulkan.

Oleh karena itu, ada satu adab dalam berdoa yang ingin kami utarakan di sini. Yaitu, jangan tergesa-gesa menuntut doanya dikabulkan. Karena, itu merupakan salah satu penghalang diterimanya doa.

Rasulullah bersabda: “Allah Ta’ala senantiasa mengabulkan doa hambaNya, selama doanya tidak mengandung dosa atau pemutusan silaturahmi, dan juga selam ia tidak tergesa-gesa”. Para sahabat bertanya tentang bentuk ketergesaan dalam doa. Rasulullah menjawab: “Orang yang berkata, aku sudah berdoa dan berdoa, namun tidak juga dikabulkan. Akhirnya ia berputus asa dan tidak berdoa lagi” (HR. Muslim)

Dalam keadaan berpuasa, kita dalam kondisi sedang beribadah. Hal inilah yang sesuai dengan makna ayat 184 dari surat Al Baqarah yang kita sebutkan di atas. Yaitu, kalau kita ingin agar doa kita dikabulkan Allah Ta’ala, maka kita juga harus mengabulkan seruan Allah Ta’ala dan beriman padaNya.

Berpuasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu langkah kita menerima panggilan Allah Ta’ala “Wahai orang-orang yang beiman”. Puasa yang sempurna juga harus memenuhi dua unsur, yaitu imanan dan ihtisaban. Sungguh puasa adalah waktu dan amalan yang penuh berkah dan mustajab doa.

Kaum Muslimin….

Jangan pelit dalam berdoa. Karena rahmat Allah Ta’ala tidak ada habisnya. Peruntukkanlah doa kita untuk saudara-saudara kita yang hidup dalam tindasan musuh Allah; mereka yang kekurangan sandang pakan dan papan; mereka saudara kita di penjuru bumi. Selain dana yang kita kirimkan kepada mereka, kirimkan pula doa yang ikhlas pada Allah Ta’ala untuk mereka.

Aamiin….

Penulis: Ustadz Muhammad Yassir, Lc (Dosen STDI Imam Syafi’i Jember)

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial