Jangan Sampai Ketinggalan Kesempatan yang Banyak

Renungan Ramadhan Hari ke-5

Berapakah jumlah sarjana diwisuda per tahun di Indonesia?

Berapakah jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia di perusahaan-perusahaan bagi para sarjana tersebut??

Anda pasti akan menjawab, bahwa lebih banyak jumlah para sarjana dibandingkan jumlah lowongan yang ada. Terus, kemanakah para sarjana lain yang tidak diterima lowongan kerja?? Mereka harus bisa berwirausaha sendiri kalau tidak mau jadi pengangguran.

Bukan salah mereka tidak menduduki jabatan di perusahaan, karena memang kapasitas perusahaan itu tidak memenuhi seluruh kuota.

Berapakah kapasitas Stadion Bung Karno di Senayan?? Mungkin cuma berkisar puluhan ribu penonton.

Bila dalam suatu pertandingan garuda muda Indonesia yang diadakan di stadion tersebut, lalu sporter Indonesia dalam jumlah jutaan datang “menyerbu” Jakarta untuk menyemangati pemain Indonesia. Apakah stadion Bung Karno akan mampu menampung mereka semua?? Tentu, tidak. Dan pastinya rasa maklum dari sesama sangat dibutuhkan agar tidak terjadi hal-hal anarkis akibat kekecewaan “bola mania” yang tidak bisa menonton langsung.

Bila orang yang berebutan lebih banyak dari pada barang yang diperebutkan, memang sangat wajar dan masuk akal jika ada yang tidak mendapatkan bagian dari barang itu.

Namun, sungguh sangat aneh bila seseorang tidak bisa mendapatkan barang, padahal jumlah barang yang dibagi jauh lebih banyak dari pada orang yang berebutan. Pastinya kesalahan bukan pada barang, tetapi terletak pada orang itu sendiri.

Sekarang mari kita bertanya lagi,

Berapakah luas Surga yang disediakan Allah Ta’ala??

Allah Ta’ala sudah menjawabnya dalam Al Quran, yaitu seluas langit dan bumi.

Berapakah bagian dari luas surga yang akan dinikmati oleh orang terakhir masuk surga??

Rasulullah sudah menjawab dalam haditsnya, yaitu ia mendapatkan seperti luas dan nikmat dunia beserta sepuluh kali lipatnya. (HR. Bukhari)

Kalau seluas ini surga yang disediakan Allah Ta’ala bagi hambaNya; kenikmatannya lebih besar dibandingkan jumlah makhluk Allah Ta’ala; berarti, siapakah yang pantas disalahkan bila ada orang yang tidak bisa masuk surga?? Sedangkan kesempatannya telah dibuka sebesar-besarnya.

Dalah hadits Qudsi Allah Ta’ala berfirman: “Hai anak Adam, sesungguhnya amalan kalian akan Aku hitung dan akan aku berikan ganjarannya. Bila kalian mendapatkan balasan yang baik, maka pujilah Allah Ta’ala. namun, bila kalian mendapatkan balasan yang jelek, janganlah kalian salahkan kecuali diri kalian sendiri (HR. Muslim)

Amalan yang akan menghantarkan kita ke surga sangatlah banyak; pintu amalan sholeh tidak terhitung jumlahnya. Siapa saja yang mempelajari ajaran agama Islam dengan benar, ia akan paham berbagai jenis contoh ibadah yang akan menuntun ia ke surga.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pintu kebaikan itu sangat banyak, seperti: membaca subhanallah, Allahu Akbar, Alhamdulillah, Lailahaillallah; amar ma’ruh nahi mungkar; menyingkirkan gangguan dari jalan; membantu memahamkan orang tuli; membantu orang buta; menunjukkan orang mecari jalan; memapah orang yang lemah; mengangkat barang orang yang lemah; itu semua adalah perbuatan kebajikan” (HR. Ibnu Hibban)

Dalam hadits lain disabdakan: “Setiap perbuatan ma’ruf (kebaikan) adalah sedekah. (HR. Muslim)

Saudaraku kaum Muslimin,

Sebelum kita menyesal nanti di akhirat. Marilah kita menyingsingkan lengan baju sejak sekarang. Kita cari setiap kesempatan yang ada, terutama di bulan suci Ramadhan, di saat dibuka semua pintu surga dan ditutup semua pintu neraka.

Penulis: Muhammad Yassir, Lc (Dosen Tetap STDI Imam Syafi’i Jember)

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial