Pasar Murah

Kita tentu pernah melihat atau setidaknya mendengar istilah ini. apalagi di saat harga sembako mulai meroket di pasar, pemerintah ikut membantu masyarakat dengan membuka pasar murah.

Mendengar istilah pasar murah, pasti yang terbersit dalam benak kita adalah pasar yang memperdagangkan barang dengan harga sangat murah, di bawah harga normal di pasaran.

Tidak jarang juga terbayang di pikiran kita bahwa pasar murah terkesan “murahan”. Karena, yang dijual adalah barang-barang murah berkwalitas rendah.

Wajar saja bila pasar murah hanya dilirik oleh orang-orang berekonomi sulit; yang sering menahan lapar dengan perut melilit;.

Sangat jarang pasar murah dilirik oleh para golongan elit; yang kaya raya dan berduit; sering belanja dengan kartu kredit.

Karena merasa gengsi bila belanja di pasar “murahan”

Namun, coba bayangkan:

Bila pemerintah mengumumkan bahwa bulan depan harga pangan akan meroket tinggi. Seperti: harga beras perkilo 2 juta rupiah; harga minyak goreng perliter 1 juta rupiah; harga gula per kilo 3 juta rupiah; dan lain-lain. Oleh karena itu, pemerintah mulai sekarang sampai bulan depan megadakan pasar murah, menjual sembako dengan harga relatif rendah.

Ataupun bayangkan juga bila kasusnya seperti ini:

Pasar murah yang menjual barang mewah. Avanza seharga 1 juta rupiah; mercy seharga 2 juta rupiah; ferrari seharga 3 juta rupai; dan barang mewah lainnya.

Dari dua fenomena di atas, saya yakin bahwa orang kaya pun akan berdesakan memenuhi pasar murah tersebut.

Dikarenakan, sudah fitrah dan kodrat manusia untuk merasa tertarik dengan harga murah. Tidak peduli orang kaya ataupun miskin papa.

Coba saja perhatikan, orang kaya juga berebutan mendapatkan voucer gratis; ikut mengejar paket murah yang disediakan oleh operator cellular.

Itu semua karena mereka mengikuti insting manusiawi tanpa mengedepankan rasa gengsi.

Dunia ini adalah pasar untuk memperoleh keuntungan akhirat

Di dunia inilah tempat kita beraktifitas dan beramal. Bagi seorang muslim, segala amalannya diperuntukkan untuk tujuan kehidupan akhirat kelak.

Di akhirat, hanya ada pilihan yang akan diraih, yaitu surga atau neraka. Tidak ada tempat ketiga. Jika Allah Ta’ala melindungi kita dari api neraka, berarti Allah Ta’ala akan memasukkan kita dalam surga.

Bila semua orang yang ditanya, pasti akan menjawab pingin menuju surga.

Ketahuilah, Allah Ta’ala menamai amalan kita didunia ini ibarat sebuah perdagangan atau “jual beli” untuk meraih surga.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ () تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ() يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan memasukkan kamu ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. As Shaff: 10-12)

Allah mengibaratkan kehidupan dunia ini sebagai tempat berniaga. Karena, di dunia inilah kita diperintahkan beribadah; beriman; berjihad fi sabilillah. Ke perdagangan inilah Allah Ta’ala mengajak hambaNya untuk memperoleh keuntungan berupa pengampunan Allah Ta’ala dan surga di akhirat.

Dalam ayat lain Allah Ta’ala sebutkan:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

Artinya: Sesungguhnya Allah Ta’ala membeli dari orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan balasan surga (QS. At Taubah: 111)

Dunia ini adalah pasar murah

Tapi bukan pasar murahan, karena benda yang ditawarkan tak bernilai harganya, yaitu nikmat yang dijanjikan Allah Ta’ala di surga. Suatu kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia akal manusia sama sekali.

Hanyasanya disebut pasar murah, karena harga yang ditawarkan sangat sangat dan sangat murah.

Coba kita lihat beberapa contoh di antaranya:

Menegakkan tauhid la ilaha illallah dalam diri kita sampai mati, akan masuk surga.

Di dalam sebuah hadits disebutkan kisah seorang pelacur yang diampuni dosanya oleh Allah Ta’ala karena memberi minum seekor anjing.

Menghilangkan duri atau gangguan dari jalan akan diampuni oleh Allah Ta’ala

Ampunan dari Allah Ta’ala dijanjikan yang melaksanaan sholat dua Rakaat dengan khusyu’.

Hanya dengan bersedekah separuh buah korma, bisa melindungi diri kita dari api neraka dan bisa meraih surga.

Bahkan jihad fi sabilillah dengan mengorbankan harta dan nyawa sekalipun, itu masih berharga murah dibandingkan dengan nikmat surga.

Bila “pasar murah dunia” sudah ditutup

Allah Ta’ala menyebutkan kisah orang kafir yang tidak memanfaatkan pasar murah dunia, sehingga ia diazab di neraka.

Allah Ta’ala berfirman:

يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ () وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ () وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ () وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ يُنْجِيهِ ()

Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus dirinya dari azab hari akhirat dengan anak-anaknya; dan istrinya; dan saudaranya; dan kaum familinya yang dahulu melindunginya di dunia; dan seluruh orang di atas bumi, kemudian mengharapkantebusan itu dapat menyelamatkannya dari api neraka. (QS. Al Ma’arij: 11-14)

Dalam hadits disebutkan:

“Pada hari kiamat nanti, orang kafir yang diazab di neraka akan ditanya: “Jika kamu punya emas seisi bumi, apakah kamu mau menggunakannya untuk menebus dirimu agar terbebas dari azab neraka?” Ia menjawab, ya. Maka, Allah Ta’ala membalasnya dengan mengatakan, dulu pernah aku minta darimu yang lebih ringan daripada itu, yaitu jangan engkau berbuat syirik (HR. Bukhari: 6173)

Bila pasar murah sudah ditutup, dengan kematian, dengan datangnya hari kiamat. Maka harta sebanyak apapun tidak laku lagi untuk mendapatkan surga; nyawa sebanyak apapun tidak cukup lagi harganya untuk dikorbankan demi mendapatkan surga.

Selama kita masih di dunia ini, selama pasar murah ini masih terbuka lebar. Marilaha kita gunakan semaksimal mungkin untuk meraih surga dan menghindari api neraka, yaitu dengan harta, waktu dan tenaga kita bahkan dengan nyawa sekalipun.

Penulis: Muhammad Yassir, Lc

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

Dukung kami dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial