12 Kiat Ngalap Berkah: Kiat Keempat Mendirikan Shalat

Kiat keempat menggapai keberkahan: Mendirikan shalat.

Ibadah shalat benar-benar memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, tidak heran bila Allah Ta’ala mewajibkannya atas setiap muslim, baligh dan berakal. Shalat yang ditegakkan dengan baik, dengan menyempurnakan syarat, rukun, wajib-wajibnya, benar-benar akan mewarnai karakter dan kepribadian seorang muslim, sehingga ia akan menjadi seorang yang berperangai baik, berbudi luhur, hidupnya dipenuhi dengan kebahagiaan dan kedamaiaan.

Bila shalat telah mewarnai kehidupan seseorang, maka tidaklah ia bertutur kata melainkan dengan yang baik dan tidaklah akan berbuat kecuali yang baik, serta tidaklah akan mendapatkan kecuali yang baik pula. Allah Ta’ala berfirman,

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ

Dan tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (Qs. al-Ankabut: 45).

Bukan hanya berhenti sebatas itu saja, akan tetapi shalat juga akan mendatangkan kemampuan dan kemudahan yang luar biasa bagi kita ketika menghadapi kesulitan. Inilah alasan mengapa dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa bersegera menjalankan shalat di saat menghadapi kesulitan atau permasalahan, sebagaimana yang dikisahkan oleh sahabat Hudzaifah bin al-Yaman (sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dihasankan oleh al-Albani).

Di antara peranan shalat ialah menjadi penyebab dilapangkan dan diberkahinya rezeki kita. Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى 

Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”  (Qs. Thaha: 132).

Ulama ahli tafsir menjelaskan, bahwa bila seseorang telah menegakkan shalat dengan baik, dengan menyempurnakan rukun, wajib, dan khusuknya, niscaya rezekinya akan mendatanginya dari jalan-jalan yang tidak ia sangka-sangka (Tafsir ath-Thabary, 16/236 dan Tafsir Ibnu Katsir, 3/172).

Syaikh Muhammad bin Amiin asy-Syinqithy berkata, “Bila seorang hamba sedang tegak berdiri bermunajat di hadapan Allah, sambil membaca ayat-ayat-Nya, niscaya dunia beserta seluruh isinya akan menjadi remeh baginya. Yang demikian itu, karena ia mengharapkan kebahagiaan hidup di sisi Allah dan takut dari kemurkaan-Nya. Bila demikian adanya, akan menjadi mudah baginya untuk menjauhi segala yang tidak diridhai Allah, sehingga Allah-pun akan melimpahkan rezeki dan hidayah kepadanya.” (Adhwaa’ul Bayan, 1/38).

Bila demikian, maka tidak mengherankan bila dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila menghadapi kesusahan dalam urusanya, beliau segera mendirikan shalat.

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A
Artikel www.PengusahaMuslim.com