Pendekatan Sederhana Dalam Memahami Manajemen Stratejik

“Secara esensi, manajemen stratejik menjawab pertanyaan “kemana Anda ingin mengarahkan bisnis Anda” (tujuan,) “bagaimana bisnis Anda bisa mencapainya ” (strategi) dan “bagaimana Anda tahu kalau sudah sampai ” (evaluasi).”

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa cara yang mudah untuk memahaminya adalah melalui analogi perjalanan. Pertama, Anda memilih kemana Anda ingin pergi, ada banyak tempat yang dipilih, dari tempat yang dekat sampai yang ada diluar negeri. Apa yang Anda pilih tergantung pada sumber apa yang Anda miliki dan berapa lama Anda ingin mencapainya.

Kedua, Anda memutuskan dan merencanakan bagaimana Anda mencapainya. Anda memutuskan rute yang menurut Anda terbaik. Kemudian, jenis transportasi seperti apa yang bisa Anda gunakan. Mungkin Anda ingin menyetir, atau terbang, atau menggunakan kereta api atau bahkan mungkin berjalan kaki. Tentu saja ini akan mempengaruhi jumlah dan banyaknya sumber yang Anda miliki. Hal-hal seperti berapa banyak uang yang Anda investasikan, siapa yang Anda kenal untuk mendapatkan hal-hal tertentu dan tempat perjalanan yang Anda ketahui bisa memberikan keuntungan.

Dan terakhir setelah dan selama perjalanan Anda mengevaluasi bagaimana perjalanan Anda. Apakah transportasi yang digunakan adalah transportasi tercepat dan lebih efisien? Apakah tujuan yang dipilih akan menjadi segala-galanya seperti yang Anda pikirkan? Adakah seseorang dalam perjalanan Anda yang mungkin tidak Anda ajak untuk perjalanan berikutnya?

Seluruh langkah dan pertimbangan ini diterapkan dalam bisnis. Anda merencanakan kemana Anda akan pergi, bagaimana caranya agar sampai pada tujuan dan kemudian Anda mengevaluasi keputusan yang Anda buat dan membuat perubahan untuk perjalanan Anda selanjutnya atau sasaran bisnis. Manajemen stratejik adalah proses yang memerlukan perencaan, persiapan dan evaluasi tujuan bisnis atau perjalanan Anda.

Jadi, jika suatu ketika Anda terlibat dalam pembicaraan mengenai manajemen stratejik, mundur selangkah dan lihatlah jika Anda benar-benar menerapkannya dalam bisnis. Jika ternyata tidak, maka tantang diri Anda untuk belajar lebih banyak tentang hal tersebut dan mencoba mengimplementasikannya pada organisasi Anda.

Oleh: Bart Icles
Sumber: http://www.leadershiparticles.net
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com