Dua Belas Tips Team Building: Bagaimana Membangun Tim Yang Efektif

Dalam lingkungan yang berorientasi pada tim, Anda memberikan sumbangan terhadap keseluruhan kesuksesan organisasi. Anda bekerja dengan anggota lain dalam organisasi untuk mencapai hasil ini. Meskipun Anda memiliki fungsi kerja yang spesifik dan Anda bagian dari departemen yang spesifik, Anda dipersatukan dengan anggota organisasi yang berbada untuk mencapai keseluruhan sasaran. Gambaran yang lebih besar akan mengarahkan Anda pada tindakan; fungsi Anda ada untuk menjalankan gambaran yang lebih besar.

Anda harus membedakan team work ini dari tugas pengembangan keutuhan tim yang efektif yang dibentuk untuk menyelesaikan tujuan tertentu. Orang akan bingung dengan dua sasaran team building. Inilah mengapa banyak seminar team building, pertemuan dan aktivitas yang dianggap gagal oleh pesertanya. Pemimpin gagal untuk menetapkan tim yang ingin mereka bentuk. Mengembangkan sense team work berbeda dari membangun team work yang efektif dan fokus saat Anda mempertimbangkan pendekatan team building.

12 C dalam Team Building

Eksekutif, manajer, dan staff organisasi berupaya mencari cara untuk meningkatkan bisnis dan profitnya. Banyak yang melihat struktur organisasi berbasis tim, horizontal adalah desain terbaik dalam melibatkan seluruh karyawan untuk menciptakan keberhasilan bisnis.

Terlepas bagaimana Anda menamakan upaya peningkatan yang berbasis pada tim: peningkatan berkelanjutan, total quality, atau lean manufacturing, Anda berupaya keras untuk meningkatkan hasil bagi konsumen. Namun, hanya sedikit organisasi yang puas dengan hasil upaya peningkatan timnya. Jika upaya peningkatan tim tidak seperti yang Anda harapkan, checklist diagnosa diri berikut akan menjelaskan alasannya. Team building yang sukses, menciptakan tim kerja yang efektif, fokus memerlukan perhatian dalam hal berikut:

1. Clear Expectation – Ekspekstasi yang jelas : sudahkah pemimpin eksekutif mengkomunikasikan harapan untuk kinerja tim dan hasil yang diinginkan dengan jelas? Apakah anggota tim memahami mengapa dibentuk tim? Apakah organisasi menunjukkan tujuan yang konstan dalam mendukung tim dengan sumber manusia, waktu dan uang? Apakah pekerjaan tim menerima penekanan yang memadai seperti sebuah prioritas dalam hal waktu, diskusi, perhatian dan minat yang diarahkan seperti cara yang ditunjukan oleh pemimpin eksekutif?

2. Context – Konteks: Apakah anggota tim memahami mengapa mereka berpartisipasi dalam tim? Apakah mereka memahami bagaimana strategi dalam tim akan membantu organisasi mencapai tujuan bisnis seperti yang dikomunikasikan? Bisakah anggota tim menentukan pentingnya pencapaian tujuan korporat? Apakah tim memahami dimana pekerjaan yang sesuai dalam konteks keseluruhan dari tujuan, prinisip, visi dan nilai organisasi?

3. Commitment-komitmen: Apakah anggota tim ingin berpartisipasi dalam tim? Apakah anggota tim mereasa misi tim adalah hal penting? Apakah anggota memiliki komitmen untuk menyelesaikan misi tim dan hasil yang diharapkan? Apakah anggota tim menganggap jasa mereka sama berharganya seperti organisasi dan karir mereka sendiri? Apakah anggota tim mengantisipasi pengakuan atas kontribusi mereka? Apakah anggota tim berharap ketrampilan mereka akan tumbuh dan berkembang dalam tim? Apakah anggota tim senang dan tertantang dengan peluang tim ?

4. Competence- kompetensi: Apakah tim merasa bahwa memiliki orang yang tepat untuk berpartisipasi? (Misalnya, dalam proses peningkatan, apakah masing-masing langkah dalam proses disampaikan dalam tim?) Apakah tim merasa bahwa anggotanya memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kapasitas untuk menangani isu dimana tim dibentuk? Jika tidak, apakah tim memiliki akses mendapatkan bantuan yang dibutuhkan? Apakah tim merasa memiliki sumber, strategi dan dukungan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan misinya ?

5. Charter- Hak: sudahkan tim mengambil area tanggungjawab yang diberikan dan menyusun misi, visi dan strateginya untuk menyelesaikan misi?. Sudahkah tim menentukan dan megkomunikasikan sasarannya; antisipasi hasil dan kontribusinya; batas waktunya;dan bagaimana akan mengukur baik hasil kerja dengan proses yang diikuti tim dalam menyelesaikan tugasnya? Apakah kepemimpinan tim atau koordinasi kelompok lain mendukung apa yang sudah didesain oleh tim?

6. Control – Kontrol: Apakah tim memiliki kebebasan dan pemberian wewenang yang cukup untuk merasa memiliki dalam menyelesaikan tugasnya? Pada saat yang bersamaan, apakah anggota tim memahami batasan-batasan dengan jelas? Seberapa jauh anggota boleh memberikan solusi? Apakah batasan (msl. sumber dana dan waktu) ditetapkan diawal proyek sebelum tim mengatahui hambatan dan mengerjakan ulang?

7. Collaboration – Kolaborasi: Apakah tim memahami proses tim dan grup? Apakah anggota memahami tahapan pengembangan kelompok? Apakah anggota tim bekerja secara efektif antar perseonal? Apakah anggota tim memahami peran dan tanggungjawabnya sebagai anggota tim? pemimpin tim? Bisakah pendekatan peyelesaian masalah, proses peningkatan, menentukan tujuan dan pengukuran dilakukan bersama? Apalah anggota tim bekerja sama untuk menyelesaikan tujuan kelompok? Sudahkah tim menentukan norma-norma atau aturan perilaku dalam area seperti resolusi konflik, konsensus pembuatan keputusan dan rapat manajemen? Apakah tim menggunakan strategi yang memadai untuk menyelesaikan rencana tindakan?

8. Communication- komunikasi: Apakah anggota tim jelas dengan prioritas kerja mereka? Adakah metode yang ditetapkan bagi tim untuk memberikan feedback dan menerima feedbak kinerja yang jujur? Apakah organisasi memberikan informasi bisnis secara teratur? Apakah tim memahami konteks keberadaan mereka secara keseluruhan? Apakah anggota tim berkomunikasi secara jelas dan jujur satu dengan yang lain? Apakah tim membawa opini yang berbeda-beda ? Apakah konflik muncul dan bisa diselesaikan?

9. Creative Innovation-inovasi kreatif: Apakah organisasi tertarik dengan perubahan? Apakah organisasi menghargai pemikiran kreatif, solusi unik, dan ide baru? Apakah organisasi memberikan penghargaan pada mereka yang telah mengambil resiko untuk membuat peningkatan? Apakah organisasi memberikan pelatihan, pendidikan, akses buku dan film dan kunjungan lapangan untuk menstimulasi pemikian baru ?

10. Consequences- konsekwensi: Apakah anggota tim merasa bertanggung jawab atas pencapaian tim? Apakah penghargaan dan pengakuan diberikan saat tim berhasil? Apakah anggota tim menghabiskan waktunya saling menunjuk daripada menyelesaikan masalah? Apakah organisasi mendesain sistem penghargaan baik untuk tim dan individu?

11. Coordination- koordinasi: Apakah tim dikoordinasi oleh kepemimpinan tim terpusat yang mendampingi mereka untuk mencapai apa yang dibutuhkan agar sukses ? Sudahkah prioritas dan alokasi sumber direncanakan dilintas departemen? Apakah tim memahami konsep internal customer – proses selanjutnya, siapapun yang mereka berikan produk atau jasanya? Apakah tim lintas fungsi dan multi departemen bekerja sama dengan efektif? Apakah organisasi mengembangkan proses fokus pada pelanggan, fokus orientasi dan meninggalkan pemikiran tradisional?

12. Cultural Change-perubahan budaya: Apakah organisasi mengkaui basis tim, kolaborasi, pemberian wewenang, memungkinkan budaya organisasi dimasa depan akan berbeda dari yang tradisional? Apakah organisasi sedang merencanakan atau dalam proses merubah bagaimana memberikan reward, pengakuan, appraisal, rekruitmen, pengembangan, perencanaan, motivasi dan mengelola orang yang dipekerjakan?

Luangkan waktu dan perhatian pada kedua belas tips untuk memastikan kontribusi tim kerja yang efektif untuk keberhasilan bisnis Anda. Bisakah kehidupan kerja Anda jauh lebih baik daripada ini ?

Sumber: www.humanresources.about.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim. com