Bagaimana Perilaku Marketing Anda?

Pengusaha memberikan perhatian yang besar pada mekanisme pemasaran. Mereka mengikuti workshops, membaca buku, dan menyewa konsultan untuk mencari tahu bagaimana melakukan pekerjaan terbaiknya. Dengan klien, saya sering menemukan bahwa pengetahuan mereka terhadap teknik marketing sudah cukup bagus. Kekurangannya adalah perilaku marketing yang tepat.

Apakah perilaku yang dijabarkan dibawah ini nampak familiar? Jika demikian, Anda mungkin menyabot upaya marketing Anda. Vaca beberapa solusi yang memungkinkan.

1. “Saya seharusnya tidak memiliki pasar.”

Jika Anda cukup baik atas apa yang Anda kerjakan, katakan pada diri Anda, klien seharusnya datang pada Anda. Marketing itu untuk produk, bukan profesional. Anda memiliki pengalaman dan latihan selama bertahun-tahun dalam spesialisasi Anda, mengapa Anda harus menghabiskan waktu berharga Anda untuk marketing ?

Persepsi ini jamak diantara konsultan dan profesional, meskipun banyak yang tidak mengakuinya. Kenyataannya adalah marketing yang sukses adalah bagian penting dalam kepemilikan bisnis.

Jika Anda menganggap marketing sebagai bisnis kotor, coba berpikir seperti mengganti popok agar Anda bisa merasakan nikmatnya menjadi orang tua. Alih-alih fokus pada hal yang tidak Anda sukai, satukan ritme marketing dengan visi Anda untuk keberhasilan bisnis.

2. “Saya tidak punya banyak waktu untuk marketing.”

Ada dua situasi dimana hal ini bisa menjadi benar adanya : Anda terlalu sibuk dengan klien yang sudah ada, atau Anda memiliki tanggungjawab lain yang penting (msl. bekerja di luar atau mengasuh anak) yang menyita waktu Anda

Memang mudah untuk mempercayai bahwa melakukan pekerjaan klien seperti yang ada dikontrak jauh lebih penting daripada marketing, terlebih jika tenggat waktu sangat ketat. Tapi jika Anda selalu mengikuti kebijakan ini, Anda akan terjebak dalam lingkaran kelaparan, dengan tidak ada klien yang menunggu Anda ketika pekerjaan selesai.

Apakah tanggung jawan Anda mencegah Anda dari dalam atau luar bisnis, Anda harus mengalokasikan minimum waktu ditiap minggunya. Bahkan dua jam per minggu bisa memberikan perbedaan yang signifikan, jika Anda menggunakan waktu Anda secara konsisten untuk marketing.

Bayangkan jika Anda ketiduran, dan terlambat memenuhi janji. Mungkin Anda melewaktkan makan pagi, tapi apakah Anda akan meninggalkan rumah tanpa menggosok gigi? tentu saja tidak. Jika Anda ingin sukses dalam bisnis, itulah yang diperlukan marketing otomatis untuk Anda.

3. “Marketing saya tidak bekerja.”

Memang benar jika ada sesuatu yang salah dengan marketing Anda. Mungkin pesan Anda yang sampaikan tidak jelas atau taktik yang Anda gunakan tidak sesuai untuk audien. Yang saya temukan sesungguhanya, kebanyakan pengusaha yang mengatakan ini, masalah sesungguhnya adalah bukannya marketing mereka yang tidak bekerja, tapi mereka yang tidak bekerja dalam marketingnya.

Misalnya, bisnis Anda rata-rata memerlukan dua klien baru tiap bulannaya. Jika, menurut pengalaman Anda, Anda harus membuat presentasi yang detil, proposal, atau konsultasi awal untuk tiga klien potensial dimana satu diantaranya mengatakan ya, Anda perlu membuat enam dari presentasi ini per bulannya.

Sekarang, berapa banyak prospek yang Anda perlukan untuk mendapatkan satu kontak yang tertarik dengan presentasi Anda? sepuluh, mungkin? Ini berarti Anda harus memiliki 60 kontak setiap bulannya agar Anda bisa mendapatkan dua klien baru. Jika ini sesuai dengan diri Anda, Anda akan segera menemukan, bahwa satu-satunya hal yang salah dalam marketing adalah tidak ada yang mencukupinya.

Sumber: www.marketing.about.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com