Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Umum

Tidak Pantas Kaum Muslimin Tergoda oleh Permainan dan Senda Gurau

Oleh: Syekh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr

Bismillahirrahmanirrahim.

Segala puji hanya bagi Allah. Selawat, salam, dan keberkahan semoga selalu tercurah kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga, para sahabat, dan orang yang mengikuti jejak beliau.

Amma ba’du.

Beberapa hari ini, mayoritas penduduk dunia—dan banyak dari kaum muslimin—jasad mereka berada di negara mereka masing-masing, tapi hati mereka berada di negara Brasil untuk mengikuti pertandingan yang sedang berlangsung di sana, yang mereka sebut dengan Piala Dunia Sepak Bola, agar mereka mengetahui siapa yang menang dan yang kalah. Namun, pada hakikatnya mereka semua kalah.

Lebih parahnya lagi, malam Sabtu kemarin, malam terakhir bulan Sya’ban tahun ini, diumumkan keberhasilan Timnas Aljazair menjadi salah satu kontestan Piala Dunia. Sehingga para penduduk Aljazair merasakan kebahagiaan besar atas kemenangan semu ini. Bahkan, sebagian penduduk yang sedang berziarah ke kota Madinah, baik itu laki-laki atau perempuan, juga ikut merayakan kebahagiaan itu dengan suara yang keras. 

Jika itu yang terjadi pada orang-orang yang datang untuk beribadah, lalu bagaimana dengan orang-orang selain mereka? Saya mengetahui ini dari sebagian orang yang menyaksikan sendiri mereka berkumpul di dekat pelataran Masjid Nabawi untuk merayakan kebahagiaan itu. 

Saat menyebutkan kebahagiaan sebagian penduduk Aljazair atas kemenangan pada permainan ini, saya tidak lupa untuk memberi peringatan dengan serius bagi orang-orang Aljazair. Hal ini karena banyak sekali dari mereka yang memiliki semangat besar dalam menuntut ilmu dan mempelajari agama dengan menghadiri kajian-kajian ilmu, dan banyaknya dari mereka yang bertanya tentang urusan agama, serta para penuntut ilmu yang menghadiri kajian saya di Masjid Nabawi dari penduduk Aljazair lebih banyak daripada penuntut ilmu dari negara lainnya (setelah penduduk Saudi itu sendiri).

Di antara yang sangat disayangkan, banyak negara dan penduduk negara-negara Arab dan Islam yang terlena dengan permainan sepak bola, dan banyaknya pendukung dan pengikut permainan ini. Bahkan orang yang tidak menontonnya secara langsung di stadion, ia akan menontonnya melalui siaran televisi dan channel-channel satelit.

Di antara hal lain yang sangat disayangkan, adanya program siaran dari Saudi dengan durasi satu jam penuh yang hanya membahas tentang tim-tim olahraga dan penilaian permainannya dengan suara para pemuda dan pemudi. Juga penyediaan kolom khusus di surat-surat kabar Saudi untuk menyebutkan berita-berita tentang permainan-permainan ini. Serta penutupan siaran berita-berita di radio dengan menyampaikan berita-berita olahraga dan para atlet.

Di antara hal lain yang sangat disayangkan juga, partisipasi Badan Amar Makruf Nahi Mungkar dalam pengiriman kapten tim olahraga, yang mana sebagian anggotanya ikut mendampinginya dalam kunjungan ke beberapa sekolah SMA. Pengutusan ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Amar Makruf Nahi Mungkar, Syekh Abdul Lathif Ali Syaikh. 

Padahal program itu hanya sekadar untuk menghibur para pelajar dengan melihat kapten tim olahraga itu secara langsung. Saya telah menyebutkan ucapan Ketua ini dalam dalam risalah, “Para jurnalis majalah al-Jazeera melakukan wawancara dengan Ketua Baru Badan Amar Makruf Nahi Mungkar” yang dipublikasikan pada tanggal 15/8/1433 H.

Di antara hal lain yang sangat disayangkan juga, orang-orang yang terlena dengan olahraga sepak bola membuat ungkapan seperti “Bola sekarang di tangan si Fulan” (untuk mengungkapkan bahwa keputusan ada di tangannya). Di antaranya adalah penulis, Muhammad bin Abdul Latif Ali Syaikh—semoga Allah memperbaiki keadaan dan perbuatannya—yang berkata tentang pendapat seorang peneliti perkara izin mengemudi bagi wanita, dan ia merasa takjub dengan pendapat itu serta berharap agar itu dapat direalisasikan oleh Raja. 

Muhammad bin Abdul Latif itu berkata, “Bola itu sekarang ada di tangan pemilik kebijakan”, yakni oleh Raja. Saya telah menyebutkan hal ini dalam risalah, “Haramnya wanita mengemudikan mobil, dan penjelasan tentang bahaya dan mudaratnya bagi negara Haramain” yang dipublikasikan pada tanggal 5/7/1432 H.

Kata “permainan dan senda gurau” disebutkan dalam al-Quran dan as-Sunnah mayoritas besarnya dalam ungkapan celaan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

“Apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada malam hari ketika mereka sedang tidur? Atau, apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari siksa Kami yang datang pada waktu duha (waktu menjelang tengah hari) ketika mereka sedang bermain? Atau, apakah mereka merasa aman dari siksa Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidak ada orang yang merasa aman dari siksa Allah, selain kaum yang rugi. (QS. Al-A’raf: 97-99)

Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu (rugi) di dalamnya, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. al-Bukhari no. 6412)

Sebagaimana diketahui bahwa orang-orang yang terbuai oleh permainan sepakbola, yang mereka dapatkan berdasarkan hadis ini adalah kerugian, bukan keuntungan, karena mereka membuang-buang waktu dalam perkara yang mendatangkan mudarat dan tidak bermanfaat di sisi Allah Ta’ala, serta menggunakan kesehatan mereka secara buruk.

Kemenangan hakiki yang wajib diperjuangkan oleh setiap muslim dapat diraih dengan ketakwaan kepada Allah dan istikamah di atas perintah-Nya. Inilah hal yang selalu didorong dan ditekankan dalam ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Allah Ta’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan balasan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung (menang). Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.” (QS. Yunus: 62-64)

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridaan Allah adalah lebih besar. Itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. At-Taubah: 72)

يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ بُشْرَاكُمُ الْيَوْمَ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (dikatakan kepada mereka): ‘Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.’” (QS. Al-Hadid: 12)

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“(Ingatlah) hari ketika Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari ditampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. At-Taghabun: 9)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71)

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” (QS. An-Nur: 52)

لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ

“Tidak sama para penghuni neraka dengan para penghuni surga. Para penghuni surga itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. Al-Hasyr: 20)

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَيُدْخِلُهُمْ رَبُّهُمْ فِي رَحْمَتِهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْمُبِينُ

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka Tuhan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Demikian itulah kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Jatsiyah: 30)

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Buruj: 11)

Saya memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar memperbaiki keadaan kaum muslimin, dan mengaruniakan kepada mereka pemahaman agama, dan keteguhan di atas kebenaran. Sungguh Dia Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa.

Selawat, salam, dan keberkahan semoga tercurah selalu kepada hamba dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga, dan seluruh sahabat beliau.

***

Sumber:

https://al-abbaad.com/articles/124-1435-09-14 

PDF Sumber Artikel

 

Video Belajar Iqro Belajar Membaca Al-Quran

KLIK GAMBAR UNTUK MEMBELI FLASHDISK VIDEO BELAJAR IQRO, ATAU HUBUNGI: +62813 26 3333 28