Kesalahan Terbesar Boss Dan Karyawan

Apakah Anda kesal dengan karyawan Anda dan bingung apa yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi stress Anda ? Apakah Anda ingin menjadi bos, manager dsb yang lebih sukses ?

Apakah Anda karyawan dan ingin menikmati berkerja dengan atasan Anda, mengurangi stress , dan menjadi lebih efektif ? Jika Anda jawaban Anda adalah “Ya”, maka baca dan pelajari beberapa pandangan penting dan solusi untuk membantu Anda mencapai sasaran .

Sebagai seorang terapis keluarga dan pernikahan selama 27 tahun, saya banyak mendengar keluhan klien mengenai bos dan karyawan. Saya menyadari jika mereka memiliki masalah yang mirip. Isu nomor satu adalah mereka memandang orang lain sebagai proyek dalam kehidupannya . Sehingga mereka tidak bisa melihat dengan jelas satu dengan yang lain.

Penting untuk selalu diingat bahwa kita adalah manusia, terlepas dari peran apa yang kita mainkan. Kita semua memiliki perasaan dan keyakinan , apakah kita menyadarinya atau tidak.

Misalnya, Stan, 42 tahun, seorang insinyur, merasa manajernya, Bob terlalu kritis dan dia tidak pernah bisa menyenangkan Bob. Dia merasa tidak cukup baik dan tidak termotivasi untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Saya membantu Stan untuk merasa lebih baik dengan proses, yang saya kembangkan dengan sebutan, HART (Holistic And Rapid Transformation). Ketika saya tanya, Bob mengingatkan dia pada siapa, yang terlintas dipikirannya adalah ayahnya. . Ketika saya membantu seorang insinyur mengatasi masalah masa kanak-kanak dengan ayahnya, dia menjadi lebih positif terhadap dirinya, bos, dan pekerjaannya.

Saya perhatikan, pria dan wanita selalu menempatkan figur ayah dan ibunya sebagai figur bos atau orang yang berwenang. Saya juga mempelajari bahwa supervisor sering memperlakukan karyawannya seperti mereka diperlakukan orang tuanya. Ironisnya, mereka membenci kritik yang mereka terima ketika tumbuh dewasa. Sayangnya, sebagai remaja, tanpa mereka sadari, mereka mengulangi perilaku negatif yang dicontohkan pada mereka.

Misalnya, adanya kesempatan Bob dikritik orang tuanya, sehingga dia melakukan hal yang sama terhadap Stan.

Untuk membantu bos dan karyawan mendapatkan apa yang mereka butuhkan agar efektif di tempat kerja dan satu dengan yang lain, saya menulis puisi dibawah ini. Puisi ini memberikan saran yang dapat meningkatkan hubungan profesional untuk meningkatkan keberhasilan.

Bayangkan Anda mengatakan hal ini pada bos, karyawan, manajer, dsb.

Dear Boss

Mohon…

Bersabar dengan saya

Berikan pujian jika saya bekerja dengan baik .

Beritahu saya dengan spesifik apa yang Anda butuhkan dan inginkan .

Tunjukkan perhatian jika saya kesal .

Hargai apa yang saya katakan pada Anda .

Bersikap baik dan konstruktif jika saya membuat kesalahan .

“Menyerang” isu untuk dipecahkan dan bukan untuk saya ataupun Anda .

Bantu saya memecahkan masalah dengan win-win solution.

Melihat humor di situasi kami .

Perlakukan saya seperti Anda ingin saya perlakukan .

Terima kasih sudah mendengarkan saya. Saya menghargai Anda !

Bayangkan jika Anda mengatakan hal ini pada karyawan Anda :

Dear Staff

Mohon…

Bersabar dengan saya

Katakan pada saya apa yang saya lakukan sehingga Anda menghargainya .

Beritahu saya jika Anda tidak mengerti .

Jaga persetujuan Anda .

Berbagi dengan saya saat Anda merasa kesal sehinga saya bisa memahami perilaku Anda .

Bantu saya mengidentifikasi masalah dan memecahkannya dengan win-win solutions.

Komunikasikan semua saran Anda sehingga kita bisa menemukan cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan kita .

Melihat humor di situasi kita dan merke akan lebih mudah menghadapinya. .

Sadari bahwa Anda adalah bagian penting dalam tim .

Tahu bahwa Anda baik-baik saja dan cukup baik tak peduli apa yang terjadi .

Terima kasih telah mendengarkan saya. Saya menghargai Anda !

Perhatikan ada beberapa keinginan yang sama. Kita semua ingin dan perlu dihargai, komunikasi yang jelas, konstruktif, kebaikan dan kesabaran. Dengan pemahaman ini, Anda memiliki peluang yang lebih baik menikmati pekerjaan Anda, mengurangi stress, dan menjadi lebih sukses.

Oleh: Helene Rothschild, MS, MA, MFT
Sumber: http://www.leadershiparticles.net
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com