Leadership Dalam Tiga Langkah Sederhana

Kepemimpinan adalah mengenai dukungan dan membangun moral dan produktivitas karyawan . Yang terpenting, ini menjabarkan kesuksesan organisasi. Tiap tahun kita melihat ratusan buku dan ribuan artikel leadership. Tapi seberapa banyak hal yang benar-benar baru ? Setelah banyak membaca, saya menyimpulkan ada sejumlah kecil yang menjelaskan esensi leadership. Kenyataannya, ribuan ide leadership, trik dan taktik yang telah dibahas disarikan dalam tiga ide sederhana. Untuk memelihara dan membangun hubungan kinerja yang tinggi Anda harus fokus pada tiga ide inti : hilangkan ambigu, bersikap adil dan tetap positif.

Hilangkan Ambigu

Orang tidak menyukai sesuatu yang tidak diketahui, tidak jelas dan kompleksitas yang tidak penting. Maka, tujuan yang diberikan harus jelas dan spesifik serta dipahami. Berpikir melalui berbagai bentuk komunikasi yang Anda miliki dengan tim. Masing-masing merupakan peluang untuk memberikan sinyal yang ambigu dan kesalahpahaman. Ketika seseorang menerima kenaikan 2.3%, bukan 5% seperti yang mereka harapkan, apakah mereka benar-benar memahami alasannya ? Bagaimana dengan ketika mereka tidak menerima promosi atau mendapatkan spot pada proyek baru yang sangat mereka dambakan ? Sebagai hasil mereka yang tidak memahami sepenuhnya semua ini, mereka akan melakukan sesuatu yang Anda tidak ingin mereka lakukan : mereka akan membuat asumsi . Asumsi-asumsi ini jarang sekali benar. Biasanya bersifat negatif dan self-serving. Semua ini akan membuat waktu bekerja tidak efektif karena Anda gagal mengambil langkah ekstra yang dibutuhkan untuk menghilangkan ambigu .

Dengan fokus pada dua hal, Anda bisa mengurangi banyak ambigu. Pertama adalah komunikasi antar personal yang jelas. Ini mengacu pada komunikasi yang sangat spesifik (msl. penggunaan fakta-fakta, tanggal, contoh), sifat diri (jujur, atau orang lain bisa merasakan kebenaran), memastikan (tidak pernah berasumsi mereka memahami apa yang Anda katakan, verifikasi) dan cekatan (msl. memberitahukan sesegara mungkin). Yang kedua adalah penetapan sasaran yang efektif. Meliputi sasaran kinerja untuk individu dan tim, serta matrix yang akan digunakan untuk mengevaluasi kemajuan, menjaga orang-orang yang akuntable dan menghargai kinerja. Dengan komunikasi dan sasaran kinerja yang jelas Anda akan mengurangi ambigu karyawan yang tidak penting.

Bersikap adil

Ini tidak berarti memperlakukan orang dengan sama. Anda hanya ingin memperlakukan orang dengan sama dalam bentuk menciptakan lingkungan dimana harapan-harapan jelas dan peluang terbuka bagi setiap orang. Dibalik itu, tujuan Anda harus menggunakan reward dan pengakuan tergantung kinerja. Bersikap adil juga berarti transaparan. Hindari bermain politik, hindari bermain kesukaan Anda dan yakinlah orang akan jelas seperti bagaimana Anda membuat keputusan . Karyawan Anda seharusnya tidak pernah dikejutkan dengan apa yang Anda lakukan di tempat kerja.

Satu kunci penting adalah tidak hanya bersikap adil, tapi juga dianggap adil, dengan mengijinkan orang lain memberikan suaranya dalam membentuk keputusan yang mempengaruhi mereka. Terkadang hal ini tidak mungkin dan Anda harus mengambil keputusan dengan sangat cepat atau Anda harus membuat keputusan yang tidak selayaknya dibicarakan dengan bawahan. Dalam hal ini, Anda harus transparan. Berikan penjelasan atau mereka akan menarik kesimpulan sendiri (dan tidak akurat ). Idealnya, bagaimanapun, adalah partisipasi – memberikan orang lain kepemilikan yang real. Saat ada waktu, carilah masukan dan lakukan dengan serius. Mengapa ? Ketika orang benar-benar memberikan suranya dalam proses mereka bersedia menerima hasil yang tidak diinginkan sekalipun daripada mereka tidak percaya bahwa mereka memiliki suara. Ini adalah insentif masa yang powerful untuk mendapatkan partisipasi.

Tetap Positif

Emosi positif (seperti halnya emosi negatif ) mudah menular. Pemimpin memiliki peluang untuk memandang setiap isu dalam kerangka positif atau negatif, sebagai peluang, atau ancaman. Riset menunjukkan bagaimana sebuah isu yang dipandang secara dramatis mempengaruhi reaksi orang. Implikasi leadership? Gelas separuh penuh! Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Anda menghindari konflik atau memberikan feedback kritikal yang diperlukan. Hanya dengan memastikan Anda berpikir positif ketika melakukanya dan Anda menyeimbangkan feedback kritikan dan pengembangan dengan pujian positif. Ini tidak membuat orang menikmati feedback yang sulit, tapi ini memberikan mereka posisi mental yang lebih baik untuk benar-benar menerima dan mempertimbangkan apa yang harus Anda katakan.

Selanjutnya, sadari menjadi seorang leader adalah menjadi cheerleader. Pemimpin harus menemukan contoh spesifik dari kinerja individu atau kelompok dan memberikan appluse. Pemimpin menetapkan celah untuk emosi positif jadi lakukan peran ini dengan serius Menjadi cheerleader untuk memberikan semangat saat tim benar-benar melakukan hal yang hebat ? Tidak. Mereka juga mengibur orang yang tembakannya meleset. Begitu juga seharusnya leader. Jika tujuan Anda adalah untuk membantu mereka belajar dan berupaya keras, Anda harus memujinya dengan positif dan membantu meletakkan yang negatif dalam perspektif. Disaat lain Anda ingin menyalahkan, berteriaklah atau jika tidak akan meledak dan menunjuk telunjuk Anda pada pekerjaan, ingatlah, pemimpin memiliki pilihan. Pemimpin besar memilih untuk menemukan yang positif disetiap situasi.

Oleh: Dr. Dewett
Sumber : http://www.leadershiparticles.net
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com