Lima P Dalam Kepemimpinan

Ada banyak literatur yang membahas mengenai leadership dan yang paling penting adalah bagaimana mengingatnya.

Berikut adalah rangkuman singkat – 5 P dalam kepemimpinan, yaitu :

1. Pay Attention to What’s Important – Perhatikan apa yang penting
2. Praise What You Want to Continue – Memuji apa yang ingin Anda dilanjutkan
3. Punish What You Want to Stop – Hukum apa yang ingin Anda hentikan
4. Pay for the Results You Want – Membayar hasil yang ingin Anda dapatkan
5. Promote the People Who Deliver Those Results – Promosikan orang yang memberikan hasil

1. Pay Attention To What’s Important

Pelatihan manajemen waktu, buku-buku strategi dan mentoring manajemen akan mengatakan pada Anda tidak banyak hal penting. Pekerjaan Anda selaku seorang pemimpin adalah berkonsentrasi pada apa yang paling penting untuk diperhatikan. Kemudian biarkan sisanya dijalankan oleh bawahan Anda .

Jika Anda seorang perfeksionis, maka ini akan berat buat Anda. Namun dalam skema ini tidak ada P untuk Perfeksionis . Kita menyadari adanya batasan waktu, energi, sumber daya manusia, dan uang. Karena sumber-sumber tersebut terbatas, Anda ingin melakukan hal yang besar terlebih dahulu.

Apa yang Anda kejar adalah 20% dari hal yang membuat Anda mendapatkan hasil yang terbesar . Yang digarisbawahi dari semua ini adalah yang disebut dengan Hukum Pareto. Vilfredo Pareto adalah seorang Ekonom dan Sociologist dari Italia di akhir abad ke 19. Dia membuat formula yang disebut dengan “Hukum Hasil Distribusi yang Tidak seimbang (The Law of the Unequal Distribution of Results).” Mungkin Anda mengenalnya dengan aturan 80/20.

Aturan 80/20 menyatakan bahwa Anda melakukan sebanyak 20% untuk mendapatkan hasil sebanyak 80%. Triknya adalah menemukan apa yang menjadi 20% tersebut. Setelah menemukannya Anda harus memberikan perhatian pada hal tersebut.

Perhatikan hal tersebut dalam komunikasi tertulis maupun lisan. Ulangi dan ulangi apa yang menjadi kata kunci. Jangan meremehkan pengulangan, pengulangan menciptakan ingatan dan ingatan menciptakan tindakan.

Perhatikan kontak Anda sehari-hari . John Kotter, dalam bukunya mengenai general manajer, menunjuk bahwa general manajer yang efektif menggunakan kontak dengan orang lain secara random. Kontak tersebut dapat terjadi di aula, elevator, atau saat berjalan di jalan. Moment saat membicarakan dan menanyakan sesuatu adalah hal penting dalam agenda kepemimpinan mereka. Anda juga harus melakukannya.

Atur hari Anda, komunikasi, struktur organisasi dan sistem reward serta segala sesuatunya yang penting diperhatikan.

2. Praise What You Want to Continue

Memuji adalah alat latihan terbaik Anda. Dalam istilah teknis, dorongan adalah konsekwensi positif yang mengikuti tindakan positif. Ini adalah reward atas apa yang sudah dikerjakan dengan baik . Gunakan pujian agar orang lain terus melakukan sesuatu atau mengambil tindakan positif.

Ingatlah juga, pujian bisa menjadi alat yang paling efektif jika digunakan dengan tidak konsisten. Jika terlalu sering menggunakannya, pujian akan kehilangan dorongannya. Jadi jangan khwatir untuk memuji semua hal yang telah dikerjakan dengan baik, tapi berhat i-hatilah dengan pujian.

3. Punish What You Want to Stop

Hukuman/sangsi adalah bayangan cermin pujian. Merupakan konsekwensi negatif yang mengikuti perilaku negatif.

Hukuman- konsekwensi negatif- merupakan alat yang Anda gunakan agar orang menghentikan sesuatu. Jika Anda menghadapi hal paling penting bagi orang untuk melakukan sesuati dalam organisasi Anda, gali beberapa konsekwensi negatif bagi mereka yang melakukannya.

Pelajaran manajemen dari hal ini adalah jika Anda terlalu menekan orang dengan konsekwensi negatif, mereka tidak akan berhenti melakukan apa yang tidak Anda inginkan. Mereka akan mogok melakukan apa saja. Itulah sebabnya “aturan oleh ketakutan” dan budaya “mengendalikan dengan kekerasan” akan mempersulit orang lain dalam mengambil inisiatif. Mereka telah terlalu sering ditekan sehingga mereka tidak ingin mengambil resiko.

4. Pay For the Results You Want

Beberapa tahun yang lalu, ketika saya mengelola bagian distribusi dan layanan pelanggan, saya berkesampatan memuji salah satu staf layanan pelanggan. Mendadak dia mendatangi saya dan mengatakan , “Jangan hanya menyuruh saya, tunjukkan pada saya, hari Jumat adalah hari gajian .”

Membayar adalah salah satu cara yang kasat mata dimana Anda menghargai orang lain atas jerih payahnya. Ini bentuk lain dari memuji yang kasat mata. Jangan batasi pikiran Anda bahwa membayar harus dengan uang. Membayar orang dengan waktu cuti, pengakuan, pilihan tugas, hadiah kecil, dan bonus khusus untuk mendorong sikap yang Anda inginkan.

Salah satu klien saya selalu membawa sekantong penuh voucher restoran saat melakukan pemeriksaan di armada perusahaannya. Saat dia menemukan seseorang melakukan apa yang telah ia inginkan, dia tidak segan-segan memberikan hadiah voucher dan memberikannya saat itu juga. Ini seperti menciptakan adegan drama untuk menciptakan komunikasi yang baik, dan mendorong perilaku yang baik.

Klien saya yang lain, seorang kepala polisi, juga melakukan hal yang serupa. Dia seorang kepala polisi di Texas, dan seperti yang Anda duga dia berbicara seperti orang Texan. Dia memiliki gaya bahasa yang unik dan memiliki beberapa frasa yang menjadi favoritnya, yaitu , “’preciate ya.”

Ketika dia mendengar salah satu anak buahnya melakukan hal positif, dia mengirimkan ucapan favoritnya ‘preciate ya”. Saat dia “menangkap” anak buahnya melakukan sesuatu yang ingin dia sarankan, dia memberikan ucapan tersebut. Petugas mengumpulkan ucapan selamat dan setelah dirasa mencukupi, mereka mendapat pengakuan melalui newslatter departemen dan cuti ekstra .

Carilah cara untuk membayar hasil yang Anda inginkan. Membayar dan menghargai adlaah hal yang mendorong kemajuan proses

5. Promote People Who Deliver The Results You Want

Ini adalah hal yang masuk akal. Masalahnya adalah banyak organisasi yang melupakannya. Mereka memelihara sistem reward dan promosi yang menghargai perilaku lama, meski mereka telah mengumukan perilaku baru di memo, dan meeting.

Ketika saya mulai membuka jasa konsultan, seorang konsultan yang berpengalaman dan bijak mengatakan pada saya , “Saat pertama kali masuk dalam organisasi, perhatikan siapa yang mereka promosikan. Dengarkan apa yang disampaikan oleh rekan-rekannya, siapa yang dipromosikan dan diberi penghargaan dan mengapa. Semua itu akan menjelaskan pada Anda apa yang ingin Anda ketahui apa yang menjadi prioritas utama organisasi .”

Cerita apa saja yang diceritakan pada Anda mengenai organisasi ? Apa yang mereka ceritakan soal bos ? Anda ingin semua cerita tersebut positif yang menceritakan betapa hebatnya bos Anda. Jika cerita tersebut negatif, maka Anda mendapatkan masalah.

Apa yang teman sekerja ceritakan tentang temannya yang dipromosikan? Apakah mereka meresa mereka dipromosikan karena kinerjanya atau karena kebetulan “tahu seseorang ” atau lebih buruk .

Kelima P Kepemimpinan akan membantu Anda tetap pada jalur dalam perubahan organisasi yang positf. Ingatlah untuk memperhatikan apa yang penting, memuji apa yang ingin Anda lanjutkan, dan menghukum apa yang ingin Anda hentikan, membayar harga untuk hasil yang diinginkan, dan mempromosikan orang yang memberikan hasil dan Anda akan membantu organisasi menjadi yang terbaik.

Sumber:www.management.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com