Pondasi Motivasi

Pandangan manajer terhadap motivasi karyawan dan penggunaannya tergantung pada perspektif motivasi mereka.
Ada empat pendekatan yang berbeda mengenai motivasi karyawan:

1. Pendekatan Tradisional
Manajemen sekolah ilmiah menggunakan analisa sistematis terhadap pekerjaan karyawan dengan tujuan meningkatkan efisiensi. Penekanannya pada pembayaran/upah karyawan. Teori ini meyakini bahwa orang akan bekerja lebih keras demi penghasilan yang lebih tinggi. Pendekatan ini mengarah pada pengembangan sistem pembayaran insentif dimana orang dihargai karena mutu dan kwalitas hasil kerjanya.

2. Pendekatan Hubungan Masyarakat
Para manajer menyadari semakin banyaknya karyawan yang bersosialisasi didorong oleh kelompok kerja congenial. Kelompok-kelompok ini memenuhi kebutuhan sosial tertentu. Ini nampak lebih penting daripada uang sebagai motivator perilaku kerja. Pekerja yang diperlakukan sebagaimana mestinya dan memberikan kepercayaan telah menjadi dasar meningkatnya efisiensi. Terjadi pergeseran dari pentingnya produk/jasa menjadi karyawan yang dipandang sebagai sumber yang paling berharga.

3. Pendekatan Sumber Daya Manusia
Pendekatan ini membawa konsep stimulan ekonomi dan sosial kepada semua orang. Pendekatan ini mengakui bahwa pekerja adalah kompleks dan memiliki motivasi yang berbeda. Dengan asumsi bahwa karyawan memiliki kompetensi dan mampu membuat kontribusi besar, para manajer bisa memperkaya kinerja organisasi. Pendekatan sumber daya manusia menjadi dasar kerja perspektif kontemporer terhadap motivasi karyawan.

4. Pendekatan Kontemporer
Pendekatan ini menekankan pada analisa kebutuhan dasar manusia. Dengan memberikan pandangan pada kebutuhan orang didalam organisasi Anda bisa membantu manajer memahami bagaimana kebutuhan bisa dipenuhi di tempat kerja. Pada saat kita memahami kebutuhan manusia, kita bisa fokus pada proses pemikiran yang mempengaruhi perilaku. Pusat perhatian kemudian berpindah menjadi bagaimana karyawan mencari penghargaan di tempat kerja. Ketika alur motivasi ini ditetapkan, Anda bisa mengembangkan sistem yang mendorong ke arah perilaku tersebut.

Memahami motivasi manusia adalah kunci keberhasilan manajer. Dengan batasan ini bisa dijadikan keyakinan manajer motivasi apa yang bisa diterapkan ke semua orang. Ini area yang memerlukan pemikiran terbuka. Manajer harus tetap berpikiran terbuka terhadap pembelajaran yang berkelanjutan untuk menghadapi perubahan kebutuhan ditempat kerja . Jika kita memungkinkan diri kita untuk mengamati perilaku dan berinteraksi dengan orang lain akan mengajarkan pada kita kebutuhan apa saja di tempat kerja. Manajer harus fokus pada ketrampilan ini untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kebutuhan di tempat kerja sekaligus organisasinya.

Sumber: www.BusinessCoaching4U.com.
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com