Pra-persiapan Bisnis Rumahan: Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Meninggalkan Pekerjaan

Saat ini semakin banyak orang yang mencari kemungkinan memulai usahanya sendiri, dan lebih senang melakukannya di rumah. Jika saat ini Anda bekerja sebagai karyawan, pelajari cara yang mempermudah Anda saat berpindah dari dunia korporat ke bisnis rumahan.

Jumlah orang yang menghadapi kesulitan dengan mengandalkan satu sumber penghasilan saja kian meningkat. Di sisi lain, ada yang merasa lelah dengan rutinitas harian dan tekanan pekerjaan dari pukul 9-hingga- pukul 17.

Untuk meningkatkan kualitas kehidupan mereka, semakin banyak orang yang mencari peluang memulai bisnis mereka sendiri, yang dapat dilakukannya dirumah. Sebuah bisnis rumahan dianggap sebagai langkah untuk mewujudkan impian mereka akan keamanan ekonomi, lebih banyak waktu luang, gaya hidup yang lebih sehat atau produktif, serta kesempatan untuk lebih dekat dengan keluarga dan teman. Ini adalah untuk mereka yang ingin mengendalikan kehidupan keseharian serta masa depannya sendiri.

Kebanyakan pengusaha rumahan menghasilkan ekstra income seperti yang mereka butuhkan. Beberapa pengusaha membangun pendapatan ekstra ini dengan bijak dan hati-hati dan menjadikannya bisnis full time yang menghasilkan . Sedang lainnya hanya melakukan kesibukan, bersenang-senang, dan menikmati hidup.

Beberapa pengusaha rumahan ini memulainya dengan bisnis paruh waktu, sementara ada yang langsung menjalankan bisnis full-time. Pilihan manapun yang Anda ambil untuk memulai usaha tergantung pada lingkungan sekitar Anda: level kesiapan Anda, modal dan sumber, serta faktor-faktor lainnya.

Jika saat ini Anda bekerja sebagai karyawan full-time dan memimpikan memiliki usaha kecil, berikut beberapa cara yang memudahkan Anda untuk bekerja dari rumah dan mengembangkan bisnis dengan :

1. Membangun bisnis sendiri ketika masih bekerja dengan orang lain. Jika Anda memilih pendekatan ini , Anda memiliki keamanan finansial karena Anda masih menerima gaji secara teratur ketika Anda mencoba menjejakkan kaki Anda di pintu kewirausahaan. Namun, Anda harus disiplin; menjaga level mutu dan produktivitas sebagai karyawan seperti yang diharapkan; dan memperlakukan diri Anda dengan integritas, khususnya jika Anda merencanakan menjalankan bisnis atau industri yang sama dengan tempat kerja/perusahaan dimana Anda bekerja.
Tentu Anda tidak ingin didorong ke pintu keluar karena sikap tidak profesional Anda- menggunakan alat kantor seperti komputer, printer dan menghabiskan waktu mengerjakan bisnis pribadi daripada bekerja untuk kantor. Dengan demikian Anda memiliki sedikit waktu untuk mengembangkan bisnis Anda dan melihat potensinya.

2. Bekerja paruh waktu memberikan benefit dan pendapatan ketika Anda membangun bisnis Anda sediri. Anda bisa bekerja setengah hari, dan sisanya Anda alokasikan untuk bisnis. Dalam beberapa contoh, mungkin saja Anda menjadikan pekerjaan full-time menjadi part-time. Anda dapat menggunakannya untuk menguji pasar dan penerimaannya terhadap produk atau jasa Anda.

3. Menjadikan boss sebagai klien pertama Anda. Banyak pengusaha memulai usaha setelah melihat peluang bisnis potensial ketika bekerja dengan bosnya. Beberapa bos malah bersedia mendukung karyawannya yang ingin memulai usaha sendiri – dengan menyediakan peralatan dan dukungan logistik, dan sebagai pelanggan pertamanya. Tunjukkan pada calon – mantan bos bahwa akan ada banyak uang yang dihemat dengan membuat kontrak dengan Anda selaku konsultan daripada sebagai karyawan yang digaji.

4. Mintalah pada pasangan untuk menjadi penyedia keuangan sampai bisnis Anda memberikan hasil yang stabil. Dengan hanya satu sumber pendapatan yang stabil untuk keluarga, maka Anda harus menyederhanakan gaya hidup untuk mengurangi beban finansial. Cara terbaik adalah dengan menabung untuk keperluan keluarga dan bisnis setidaknya selama enam bulan atau dua tahun sebelum memulai usaha. Tabungan Anda dapat digunakan sebagai cadangan untuk mengembangkan bisnis.

Oleh: Lyve Alexis Pleshette
Sumber: www.PowerHomeBiz.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com