Gaya Kepemimpinan (bagian 1)

Mungkin, tidak sedikit dari kita yang berkomentar, “Wah, bos saya galak, pengennya kerjaan sempurna semua. Kalau bawahan melakukan kesalahan kecil saja, pasti langsung dipecat.” Mungkin juga sebaliknya, “Pimpinan di kantor saya baik banget. Setiap saya sakit, pasti langsung diberi bantuan atau dijenguk.” Dua keadaan yang sangat berlawanan ini kurang lebih disebabkan oleh tipe kepemimpinan yang beragam.

Seorang pemimpin tentunya memiliki gaya masing-masing, atau yang sering kita sebut dengan “leadership style”. Pemimpin juga punya prioritas dan fokus yang berbeda satu sama lain. Yang paling umum dan mungkin sering terdengar di telinga kita adalah gaya kepimpinan yang berorientasi pada pekerjaan atau pemimpin yang memfokuskan diri mereka pada kualitas hubungan atau “relationship” dengan bawahan mereka.

Pemimpin yang fokus terhadap tugas atau pun pekerjaan mereka, biasanya, terlihat sangat ambisius dan results-oriented (mengutamakan hasil akhir). Pemimpin dengan kategori ini biasanya sangat mendukung bawahan mereka, semata-mata, agar tujuan perusahaan bisa tercapai dengan maksimal. Sebagai contoh, keuntungan perusahaan yang meningkat atau pun meningkatnya kepuasaan pelanggan terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Namun, pimpinan yang sangat fokus terhadap pekerjaan, biasanya, memiliki kecenderungan untuk menjaga jarak atau bersikap acuh terhadap bawahannya. Lebih parahnya lagi, tidak sedikit dari pimpinan yang tidak memiliki kepercayaan terhadap bawahannya, dan akhirnya menerapkan sistem “close supervision”, yang terkadang berakibat buruk terhadap hubungan pimpinan-karyawan.

Beberapa ciri-ciri dari pemimpin yang berorientasi pada kesuksesan terhadap pekerjaan adalah sebagai berikut:
a) Menentukan tujuan atau gol yang ambisius bagi karyawannya.
b) Menentukan hukuman atau sangsi bagi karyawan yang tidak dapat memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.
c) Membagi dan menentukan tugas karyawannya dengan jelas dan detail.
d) Memberikan petunjuk yang jelas dan akurat bagi karyawannya agar tujuan perusahaan tercapai.

Bersambung, insya Allah ….

Referensi:
http://cpmcnet.columbia.edu/dept/pi/ppf/Bass.pdf

Penulis: Intan Nur Asma Hardhani

Artikel www.PengusahaMuslim.com