Personal Branding Untuk Melejitkan Karir Dan Bisnis: Sekelumit Pengantar

Apa itu Personal Branding?

Menurut Penulis Buku Me 2.0: Build a Powerful Brand to Achieve Career Success, Dan Schawbel (Subhanallah, melafazkan nama belakangnya saja bisa bikin kita olahraga lidah), Personal Branding adalah sebuah proses untuk memasarkan diri kita kepada orang lain. Singkatnya, personal branding sangat terkait dengan apa kesan/opini orang lain terhadap diri kita. Di masa Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, aplikasi personal branding bisa dicontohkan dengan gelar yang seringkali diberikan oleh kaum Quraisy atau para sahabat kepada koleganya. Misalnya, sahabat Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dianugerahi dengan gelar As-Siddiq, Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu dengan Al-Faruq, Hamzah atau Khalid dengan sebutan Syaifullah (si pedang Allah), dan seterusnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri termasuk manusia yang sangat bagus dalam urusan personal branding (meskipun kita yakin bahwa beliau tidak pernah meniatkan dirinya untuk membagus-baguskan diri dalam urusan ini) karena semasa hidupnya, baik musuh maupun teman sepakat untuk menggelarinya sebuah julukan ‘Al-Amin‘. Allahu Akbar, sungguh ini adalah sebuah pencitraan yang sangat sulit untuk diwujudkan oleh penduduk jazirah Arab kala itu.

Personal Branding sebagai Pendongkrak Karir   

Di masa kini, urusan pencitraan tetap tidak hilang dari kehidupan umat manusia. Bahkan bertambah booming seiring perkembangan teknologi informasi. Salah satu contoh manusia yang memperoleh karunia Allah akibat “personal branding” bisa jadi adalah saya sendiri. Sebelumnya saya mohon maaf kepada pembaca, saya tidak meniatkan diri untuk bersombong-sombong ria dalam tulisan ini. Saya hanya ingin menjelaskan bahwa inilah yang memang nyata-nyata sudah terjadi pada saya. 

Beberapa hari yang lalu, SMS masuk ke handphone saya, bunyinya kira-kira begini, “Assalamu’alaikum Wim, ada temen ana dari yufid.com yang butuh penulis lepas. Kalau kamu berminat, nanti ana mau merekomendasikan kamu ke temen ana ini.” 

Setelah cek sekilas tentang yufid.com (kunjungi juga www.yufid.org – ed.), langsung saja saya jawab SMS itu, “Oke yan, keren. Silakan hubungi aku via email ya.”

Sehabis itu, email dari Bang Hen alias Hendri Syahrial (salah satu admin dan pengurus situs ini) mulai datang. Setelah berbicang-bincang lewat email, akhirnya gayung pun bersambut, beliau kemudian memperkenankan saya untuk menjadi penulis di situs ini.

Lalu bagaimana bisa semua ini terjadi? Selain karena sudah menjadi takdir Allah, saya yakin bahwa teman saya Yulian Purnama (co-founder kaisansoft) memang merekomendasikan saya karena mungkin di dalam pendangannya, saya adalah orang yang cocok untuk amanah itu, yakni menjadi penulis lepas untuk pengusahamuslim.com. Sebagai teman, Yulian mengenal saya sebagai seorang penulis, blogger, atau sejenisnya. Andai saja ketika itu Bang Hen membutuhkan seorang web developer atau desainer, mungkin Yulian tidak akan merekomendasikan saya kepada beliau.

Personal Branding dan Bisnis

Bila tadi saya menggunakan diri saya sendiri sebagai contoh, maka kali ini saya hendak mengajukan seorang dosen, peneliti, dan technopreneur terkenal Romi Satrio Wahono (RSW) sebagai sesosok manusia yang sukses mendongkrak “bisnisnya” berkat personal branding. Melalui penelusuran di blog RomiSatrioWahono.Net, kita bisa tahu bahwa secara tidak langsung, personal branding yang melekat pada alumni SMU Taruna ini sudah ikut membantu berkembangnya perusahaan beliau yang bergerak di bidang teknologi informasi, PT Brainmatics.

Berikut kutipan dari salah satu tulisan dalam blognya:

Terakhir, perlu kita pahami bahwa tidak ada cara instan nan cepat dalam personal branding. Semua perlu waktu dan proses sehingga kita, karya kita dan pendapat-pendapat kita, bisa diakui dan dipercaya oleh masyarakat. Saya sendiri juga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat pengguna Internet mau melirik dan membaca tulisan-tulisan saya di RomiSatriaWahono.Net.

Dan kemudian saya perlu beberapa tahun lagi setelah itu untuk bisa membuat personal branding saya terbentuk dengan baik. Sehingga saya dipercaya untuk bisa menjadi pembicara di berbagai seminar dan menggarap project pengembangan teknologi informasi di berbagai tempat.

Dari kutipan di atas, khususnya di paragraf kedua, kita semua bisa mengambil kesimpulan bahwa personal branding memang bisa mendatangkan keuntungan untuk bisnis kita. Dalam kasus RSW, salah satu tool penunjangnya adalah melalui blog. 

Mungkin setelah membaca tulisan singkat ini, Anda langsung bertanya, “Lalu bagaimana caranya agar blog milik saya/perusahaan saya bisa menjadi tool penunjang bagi terbentuknya personal branding layaknya blog milik RSW?”. Nah, untuk yang satu ini, harap sabar menunggu bagian selanjutnya. So please stay tuned with us here pengusahamuslim.com. Terima kasih.

Tetap dalam perdjoeangan!    
(pinjam slogan RSW sebentar)