5 Tips Memecahkan Masalah

Kemampuan masalah yang kompleks dengan cepat menjadi hal yang lebih penting di dunia yang semakin kompetitif ini.

Sejak kecil kita diajarkan untuk memecahkan masalah dengan uji coba. Tidak masalah jika masalahnya sederhana seperti bohlam yang terbakar. Ketika masalah menyangkut kelangsungan usaha, teknik atau politis, kita memerlukan bantuan untuk mengurai masalah tersebut.

Berikut adalah beberapa tips yang membantu anda memecahkan masalah dengan cepat dan mudah:

** Terlebih dahulu menentukan masalah

Jelaskan apa masalahnya – apa yang salah, apa gejalanya, apa dampaknya bagi bisnis anda. Tuliskan. Setiap orang yang membacanya harus memahami apa yang menjadi masalah dan mengapa begitu penting. . Perhatian: jabarkan masalah, bukan apa yang anda lakukan untuk memperbaikinya.

** Gunakan waktu anda untuk masalah yang sangat penting.

Bukan karena ada masalah maka anda harus memecahkannya. Jika anda bertanya, ” apa yang akan terjadi jika saya tidak memecahkan masalah ini?” dan jawabannya adalah, “tidak banyak,” maka berikan perhatian anda pada sesuatu yang lebih penting.

** Uji asumsi anda dalam banyak hal.

Cek fakta terlebih dahulu. Pastikan anda dan tim memahami masalah dengan cara yang sama, sehingga anda memiliki data untuk memastikan masalah tersebut penting. Tes asumsi terhadap solusi yang diajukan untuk meningkatkan peluang solusi anda benar-benar memecahkan masalah.

** Mengukur

Kunci pertanyaan untuk menjawabnya adalah, “Bagaimana anda tahu masalah telah terpecahkan?” Jika anda tidak mengukur, anda tidak akan tahu pasti. Gunakan pengukuran untuk mempelajari dan memberikan gambaran yang sesungguhnya, bukan yang anda harapkan untuk menjadi benar.

** Mengukur hal-hal yang benar

Jebakan pengukuran yang sering terjadi adalah mengukur sesuatu karena “menarik”. Jika mengetahui pengukuran tidak akan merubah apapun (msl. membantu anda membuat keputusan, memverifikasi asumsi atau membuktikan masalah telah terpecahkan), maka jangan buang waktu untuk mengukurnya.

Oleh: Jeanne Sawyer

Sumber:

http://crisis-management.bestmanagementarticles.com

Diterjemahkan oleh: Iin (tim pengusahamuslim.com)