Faktor-Faktor Kehancuran Organisasi

Penumpang Gelap Organisasi

Siapa yang tidak kenal dengan nama besar Sarekat Dagang Islam (SDI), organisi besar sebelum era kemerdekaan Indonesia. Organisasi  yang beranggotakan hampir sejuta  orang pada masa itu yang membuat keder penjajah Belanda.

Berdirinya organisasi ini berawal dari  perkumpulan pedagang-pedagang muslim yang bertujuan mengentaskan ekonomi rakyat pribumi yang telah ditindas oleh kebijakan-kebijakan Belanda. SDI merupakan organisasi ekonomi yang berdasarkan pada Islam dan perekonomian rakyat. Di bawah pimpinan H. Samanhudi, perkumpulan ini berkembang pesat hingga menjadi perkumpulan yang berpengaruh.

Banyak tokoh-tokoh bergabung dengan organisasi ini, termasuk HOS Tjokroaminoto kemudian berubah menjadi Sarekat Islam. Semakin besar pergerakanya SI tidak hanya mencakup bidang ekonomi, namun juga menyasar berbagai bidang.

Secara garis besar, tujuan dari Sarekat Islam adalah:

  1. Mengembangkan jiwa dagang.
  2. Membantu anggota-anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha.
  3. Memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat.
  4. Memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai agama Islam.
  5. Hidup menurut perintah agama.

Semakin tinggi sebuah pohon, semakin kencang angin menerpa, organisasi ini mengalami fase terburuk setelah tersusupi paham-paham import komunis sosialis.  Sehingga beberapa tokoh muda SI terperosok pada perpecahan. Apalagi cabang-cabang SI mempunyai kebijakan sendiri dan berbeda dengan pusat dan banyaknya anggota yang bercabang loyalitas kepada organisasi lain.

Diatas adalah sekelumit sejarah pejalanan organisasi besar yang paling berpengaruh dimasanya, namun saat ini gaungnya tidak terdengar sama sekali.

Apa yang bisa kita ambil dari tulisan diatas?

Ada beberapa faktor yang melatar belakangi munculnya kehancuran organisasi, entah lembaga, kelompok maupun komunitas. Menjaga eksistensi organisasi dari masa-kemasa mungkin menjadi tugas berat bagi pengembannya. Berbagai carapun dilakukan namun setidaknya kita harus tahu penyebab faktor-faktor yang meruntuhkan organisasi.

Pertama, organisasi tidak dibangun pada landasan pemikiran yang kokoh. Semacam organisasi yang dibangun atas kefiguran seseorang. Bangunan organisasi seperti ini akan hanya berlangsung pada masa kepopuleran tokoh tersebut. Atau organisasi yang berorentasi pada materi, yang dia hilang jika tidak menghasilkan keuntungan dunia.

Kedua , tidak ada regenerasi. Sosok kader  dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan organisasi . Rekrutmen  harus menampilkan sosok berkualitas.

Berbeda halnya organisasi yang hanya berpatok pada aspek kuantitas, yang menyibukkan pengurus berbagai macam karakter orang. Jika terjadi kebuntuan dalam organisasi, anggota-angota yang awam rawan mendapatkan provokasi yg menyebabkan perpecahan organisasi itu sendiri.

Ketiga, tergadai oleh pihak luar. Banyak organisasi yang hilang arah ketika tergadai pihak luar,  baik politik maupun ideolagi lain. Organisasi ini menjadi mlempem, tidak jelas arah perjuangan. Pintu-pintu kerusakan ini sangat banyak semisal kucuran dana, jaminan keamanan dan intimidasi kekuasaan. . Jadilah ia organisai yang diperalat kepentingan pihak lain. Apalagi jika pengurusnya menjual organisasi dengan seonggok dolar dan demi meraih jabatan politik.

Keempat, berebut pengaruh para petinggi yang menyebabkan munculnya sayap-sayap gerakan dalam organisasi yang berpotensi terjadinya perselisihan interen.

Sebuah kelompok/organisasi/pergerakan, apapun namanya, apabila memiliki loyalitas bercabang dan dikendalikan beragam kekuatan dan pemikiran atau tidak tunduk pada nash quran dan sunnah, dimana hati para personil dan para penanggung jawabnya tidak terhimpun pada seseorang yang dipercaya, maka ia akan menjadi gerakan yang potensial melahirkan pertikaian, berebut pengaruh dan kekuasaan untuk meraih ambisi pribadi dan pengakuan serta popularitas.. [Joe Minan]

Kelima, banyaknya parasit. Organisasi yang tumbuh besar sangat menggiurkan dikalangan tertentu. Tentu dia akan memikirkan bagaimana cara menghasilkan keuntungan disana. Dia akan bergerak menyusup untuk mendapatkan simpati dan relasi. Secara pelan-pelan dia merangsek memperoleh nama di dalam organisasi, lalu mengambil kantong-kantong suara diberbagai pihak. Setelah mendapatkan pengaruh dia keluar dari organisasi ini , dan mendirikan organasisi tandingan dengan mengambili orang-orang dari organisasi sebelumnya.

Ibarat pepatah, dia menumpang perahu besar tapi dia merakit sekoci didalamnya, setelah jadi, dia kabur membawa penumpang.

Melihat lemahnya bangunan organisasi, lebih-lebih keringnya ruhiyah baik anggota maupun pengurus,  belum lagi beratnya menjalankan program-program. Sementara banyak pihak bermain mata untuk mempengaruhi sebagian yang lainnya. Jika tidak merapatkan barisan, tentu organisasi akan tinggal sebuah nama.

Sumber:

  • Sejarah SDI: http://www.lowensteyn.com/indonesia/sarekat.html

Penulis Abu Najmah Minanurrohman

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.

SPONSOR dan DONATUR.

  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK