Cermin Bisnismu, Seperti Engkau Memperlakukan Pelangganmu

Hari ini ada transaksi, besoknya tidak ada. Besok ada transaksi, besok lusanya tidak ada.

Mempertahankan pelanggan kadang sulit juga dalam persaingan bisnis yang ketat amat saat ini. Seorang pebisnis harus berpikir cepat dan memutar otak supaya bisnisnya tidak gulung tikar.Banyak buku pemasaran dibaca, dipelajari, dipraktekkan. Membaca lagi, mempelajari lagi, mempraktekkan lagi. Terus-menerus tanpa kenal lelah dan bosan. Hanya satu tujuan, pelanggan datang lagi, datang lagi dan lagi.

Konon ada rumus tiga R dalam mempertahankan pelanggan:

R yang pertama adalah Reliable, bahwa seorang pebisnis harus dapat dipercaya. Melakukan apa yang dijanjikan dan yang dikatakan. Bahwa produk maupun jasanya harus mendapatkan kepercayaan penuh dari pelanggan. Dia tidak menilai lebih, memuji-muji produk dan jasanya. Dia mengatakan yang sebenarnya, baik kelebihan maupun kekurangan produk maupun jasanya.

R yang kedua adalah Responsible, bahwa seorang pebisnis harus bertanggungjawab terhadap masyarakat sekitar dimana tempat bisnis berlangsung. Ikut berbagi kepada masyarakat sekitar. Merekrut masyarakat sekitar sebagai tenaga kerjanya, ikut berbagi dalam kegiatan-kegiatan amal , tujuannya demi kemanusiaan itu sendiri maupun kelangsungan bisnisnya. Masyarakat sekitar ikut dilibatkan dalam kelangsungan bisnis sehingga tercipta rasa memiliki. Bukankah mereka adalah pelanggan juga?

R yang terakhir adalah Rapport, adalah seorang pebisnis selalu menjaga hubungan dengan pelanggannya. Tidak ada salahnya menanyakan kabar pelanggan, mengucapkan hal-hal sederhana yang menyenangkan pelanggan. Lebih-lebih ketika pelanggan ada masalah dengan produk maupun jasa yang dia jual. Tidak ada salahnya menanyakan apakah pelanggan sudah puas atau belum dengan layanan yang dia berikan.

Namun dari ketiga hal di atas harus didasari atas keikhlasan, bahwa semuanya hanya atas nama-Nya. Sebagai pengabdian kepada-Nya.

Untuk membangun ketiga hal di atas bukanlah perkara mudah, penuh jalan terjal berliku, namun itulah indahnya. Setiap detik, setiap menit menjadi perhitungan kita, apakah bisnis kita sudah menjawab tiga hal tadi. Dan akhirnya bisnis kita adalah menjadi cermin bagi diri kita sendiri. Bagaimana kita memperlakukan pelanggan adalah cerminan bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri. Bukankah demikian?