Usaha Maju Malah Diganggu [obrolan Ringan Bersama Tukang Becak]

Oleh: Hudiya S Hakim (Beliau pemilik Warung Pecel Kanghut di Sawojajar, Kota Malang 54321 HP: 0852-3362-6525, FB @kanghut.po)

Wejangan sederhana dari tukang becak, dan saya memanggil beliau “PakBro”.

Beliau adalah salah satu pelanggan fanatik Pecel Kanghut, seorang tukang becak paling nyentrik di Sawojajar, dan mungkin di Malang. Becaknya paling disenangi orang. Disamping becaknya bersih dan warna pink menarik, orangnya juga supel. Hampir setiap anak kecil yg lewat akan menyapanya atau disapanya. Kami sering ngobrol ngalor-ngidul.
Beliau pernah mengatakan (yang artinya), “Kalau punya hutang itu jangan dipikir, nggak mungkin bisa lunas…percaya deh sama saya.

Dan memang benar, hutang itu bukan untuk dipikir, tapi dibayar. Ini filosofi seseorang yang berpikir sederhana, tetapi mengandung petuah yang dalam. Seperti halnya rejeki. Rejeki itu bukan untuk dibayangkan, diangan-angan, dan ditakuti. Tetapi dijemput dengan action, ikhtiar.

Kemarin pagi saya ngobrol dengan beliau. Beliau cerita bahwa dulunya pernah kerja di Mojosari-Mojokerto, di sebuah gudang pabrik milik seorang Korea, katanya. Kemudian beliau juga pernah kerja di toko milik orang China. 

Lantas saya tanya, “PakBro, kenapa ya orang luar itu kalau kesini jadi juragan. Tapi kalau kita yang kesana tetap juragannya orang sana?”

Beliau jawab, “Yah, begitulah orang luar itu pinter-pinter…”

Kubantah, “Ya gak juga PakBro, lha wong kita-kita ini sebenarnya juga pinter kok, asal berangkatnya sama. Yawis, katakanlah memang iya. Apa ada sebab lain yang lebih penting?”

“Gini, orang kita, orang J*** ini,… kalau ada yang jualan dan sukses ramai jualannya, maka mereka dadanya merasa sesak. Lalu karena mereka pintar, mereka berpikir bagaimana caranya supaya orang yang jualan ramai tadi tidak jadi ramai… Ya begini, gimana orang kita bisa maju? Lha wong kalau ada yang mau maju malah diganggu supaya tidak jadi maju…” jelas beliau.

“Gitu ya?” tanya saya.
“Iiiya…” jawab beliau.

Lalu saya manggut-manggut.

Jadi, 2 faktor penting yang diwejangkan oleh PakBro kepada saya:
  1. Berusahalah, ikhtiarlah, action-lah, jangan cuma berangan-angan dan takut dengan masa depan.
  2. Jangan iri atau dengki jika ada orang lain sukses, tetapi hendaknya justru saling bersinergi (saling bantu dan kerjasama) supaya bisa sukses bersama dan tambah suksesnya.

Pengusahamuslim.com didukung oleh Zahir Accounting – Software Akuntansi Indonesia.
  • Dukung kami dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR. 081-326- 33- 328 dan 087-882-888-727
  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial