Smart Work Or Hard Work ?

Sewaktu saya bekerja sebagai seorang peneliti junior di salah satu Universitas, saya selalu terheran-heran dengan beberapa kolega yang bekerja kurang dari 8 jam sehari, tetapi bisa menghasilkan pekerjaan yang lebih baik dari saya. Lalu saya memberanikan diri untuk bertanya ke rekan tersebut, apa sih rahasianya kok bisa bekerja dalam waktu singkat tapi hasilnya sangat berkualitas? Kemudian dia hanya menjawab “Do smart work not hard work”.

Apa sih perbedaan smart work (bekerja cerdas) dan hard work (bekerja keras)? menurut berbagai sumber yang saya baca, seseorang yang bekerja secara smart work bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cara yang tepat dan efektif. Sedangkan seseorang yang hard work, lebih mengerahkan segala tenaganya dan pikirannya, tanpa terlebih dahulu mengetahui perangkat-perangkat yang bisa digunakan untuk menunjang keefektifitasan pekerjaannya. Walaupun pada akhirnya seseorang yang hard work bisa mencapai tujuannya. Sebagai contoh, seorang penebang kayu yang smart work, mampu menebang 10 pohon dalam waktu 1 jam, karena kapak yang di gunakan untuk menebang, terlebih dahulu di asah sehingga tajam. Sedangkan yang hard work, langsung menebang pohon tanpa mengasah kapak terlebih dahulu, alhasil, 10 pohon bisa di tebang dalam waktu 3 jam.

Lalu apa yang harus kita lakukan supaya bisa menjadi smart work? Menurut pickthebrain.com, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menjadi smart work:

1. Bekerjasama

Mungkin kita sering berpikir, lebih baik bekerja sendiri karena akan lebih sukses. Tapi pada kenyataannya, untuk mencapai suatu kesuksesan kita harus lebih bekerja sama dengan orang lain. Jika kita melihat buku yang sukses laku dipasaran, terutama di bagian ucapan terima kasih. Sang penulis memberikan terima kasih kepada orang-orang yang sudah di ajak kerja sama seperti editor, agen buku, keluarga dan teman. Hal ini membuktikan bahwa untuk mencapai sukses, kita memerlukan banyak dukungan dari orang-orang sekitar kita. Orang yang sukses lebih cenderung untuk mendelegasikan tugas dan bekerja sama, ketimbang bekerja sendiri.  

2. Istirahat cukup

Istirahat cukup bisa meningkatkan atau paling tidak menjaga konsentrasi otak kita untuk bekerja lebih baik. Jika anda seorang yang sukses karena hanya tidur 3 jam sehari, pernahkah anda berpikir sesukses apa anda nantinya jika anda tidur cukup (6 jam sehari) sehingga konsentrasi anda untuk bekerja dan hasil yang akan didapatkan juga lebih baik ?

3. Prioritas

Menurut buku best seller “7 habits for highly effective people”, kita harus bisa menyelesaikan urusan yang besar sebelum kita tidur. Untuk bisa menyelesaikan suatu tugas besar dalam satu hari, penulis buku ini menyarankan kita untuk mulai menyelesaikan hal-hal besar pada waktu pagi, pada saat pikiran masih jernih dan tenaga masih penuh.

4. Batasi target anda

Memiliki banyak target-target besar dalam 1 hari, tentunya bukanlah hal yang cukup baik, karena hal ini akan mengganggu konsentrasi kita untuk menyelesaikan 1 target. Alangkah baiknya jika kita berusaha mencapai 1 target dan memiliki target-target kecil lainnya yang bisa menunjang 1 target besar tersebut. Target-target kecil yang bisa mendukung target besar contohnya berolahraga di pagi hari, menyiapkan makan pagi skaligus menyiapkan makan siang agar waktu siang tidak habis untuk mencari-cari makanan apa yang harus dimakan.