7 Tips Sehat Bikin Komputer Cepat (selesai)

 

This is going to be the final one. Setelah enam tips berlalu, sekarang waktunya untuk menyajikan tips terakhir. Menurut saya, tips ketujuh ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru. Untuk pengguna Windows yang sudah bertahun-tahun bersama komputernya, mungkin mereka sudah tahu, tapi bagi para pemula, hal ini sepertinya merupakan sesuatu yang ada “di luar jangkauan mereka”. Well, what is that? All right, let me tell you now.

7. Perhatikan aplikasi yang ada di startup

Inilah tips final dari saya, setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat, untuk mempercepat laju komputer Anda. Seperti yang sudah saya sedikit singgung dalam poin terakhir di tulisan sebelumnya. Salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi laju komputer adalah ukuran memorinya. Semakin besar memori, semakin cepat pula komputernya. Tapi tahukah Anda bahwa tingkah laku (baca: behaviour) aplikasi-aplikasi modern saat ini justru berkebalikan dengan paradigma tersebut. Alih-alih berlomba untuk mengkonsumsi sedikit memori, aplikasi terkini justru berlomba-lomba untuk memakan sebanyak-banyaknya sumber daya memori yang terpasang di komputer Anda. 

Anda tidak percaya? Kalau begitu cobalah menginstal aplikasi Adobe Reader terbaru, lalu lihat apa yang terjadi pada komputer Anda setelah dihidupkan ulang. Well, secara kasat mata, tentu saja Anda tidak akan melihat perubahan pada tampilan komputer kesayangan Anda. Adobe reader tidak akan mengubah wallpaper atau mengganti screen saver favorit Anda dengan logo perusahaan berbasis di lembah silikon ini. Noupe. Bukan itu yang dikerjakan oleh Adobe Reader. Apa yang dilakukan oleh aplikasi pembuka berkas PDF ini adalah menginstal automatic updater alias pengupdate otomatis yang selalu hidup di belakang layar (baca: backgroud system) sehingga pengguna tidak akan mengetahuinya. 

Apakah bermasalah bila Adobe melakukan hal semacam itu? Bisa ya, bisa tidak. Kalau Anda memang benar-benar menginginkan Adobe selalu melakukan update otomatis, maka menjalankan Auto Updater tentu saja sangat dianjurkan. Tetapi bagaimana kalau Anda merasa bahwa versi Adobe Reader yang sudah terpasang saat ini sudah mencukupi semua kebutuhan Anda untuk membaca berkas PDF? Update otomatis tentu justru menyebalkan bukan? Hehehe, apalagi kalau aplikasi yang memasang pengupdate otomatisnya tidak hanya Adobe Reader, tapi juga Google Chrome, Apple Safari, Quicktime, iTunes, Power DVD, Nero, Blackberry Desktop Software, Hijri Cal, Java, dan lainnya. Kalau sudah begini, memori komputer Anda bisa termakan oleh sesuatu yang mungkin tidak Anda inginkan. Hasilnya? Lemot bin lelet!

Solusinya

Untuk mencegah atau melindungi komputer Anda dari aplikasi-aplikasi yang berjalan di balik layar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Anda bisa menggunakan tool yang sudah ada di Windows itu sendiri atau menggunakan aplikasi lain yang bisa melakukan hal sama namun dengan tampilan berbeda. 

MSCONFIG alias System Configuration

Untuk yang memilih tool dari Windows, Anda bisa memanggil “msconfig”. Cara menjalankannya adalah dengan menekan tombol “Start” atau tombol Windows diikuti dengan tombol “R”. Di dalam jendela yang muncul, ketikkan “msconfig” (tanpa tanda petik tentunya), lalu tekan enter. Saat jendela System Configuration sudah muncul, pilihlah tab “Startup”. Di dalam tab “Startup”, Anda akan disuguhi daftar semua aplikasi yang dijalankan pada saat Windows sedang booting. Di sini, Anda sudah boleh menentukan mana aplikasi yang akan Anda izinkan berjalan di balik layar dan mana yang tidak. Sebagai rambu-rambu, agar Anda tidak kebablasan, saya menyarankan Anda untuk tidak mengutak-atik aplikasi yang memang dimiliki oleh Windows atau menjadi bagian default dari laptop itu sendiri. 

Sebagai visualisasi, saya akan menjadikan laptop saya sendiri sebagai contohnya. Di laptop Axioo HNM, saya “tidak berani” menonaktifkan aplikasi-aplikasi yang dibuat oleh Intel Corporation, perusahaan pembuat microprosesor laptop ini. Selain membiarkan aplikasi dari intel, saya juga mengizinkan aplikasi berlabel AVG dan Smart-protection dari Smadav sebagai anti virus yang akan melindungi laptop saya dari serangan virus. Saya juga membolehkan pengupdate otomatis milik Google Chrome melakukan tugasnya di balik layar. Maklum, saya sangat menyenangi pembaharuan-pembaharuan yang terjadi pada Google Chrome. Masih ada lagi? Yoa. Saya juga tidak keberatan bila aplikasi My Lockbox mengambil memori komputer saya untuk melindungi folder tempat saya menyimpan catatan harian dengan password. 

Bagaimana dengan yang lainnya? Saya tidak segan-segan untuk menonaktifkan 75 persen aplikasi yang saya anggap tidak berguna. Bolehlah saya sebut di sini beberapa di antaranya; Acrobat Assistant 8.0, Adobe Acrobat Speed Launcher, Adobe Reader and Acrobat Manager, Apple Push, Motorola Bluetooth, Eraser, gDocCreator, Google Drive, Dropbox, IDMan, iTunes, Yahoo Messenger, Nitro PDF, Rockmelt Update, Swifttodolist, Hewlett Packard Printer, 4T Tray Minimizer, dan masih ada beberapa lagi lainnya yang tidak kuasa untuk dituliskan di sini (capek mas/mbak).

Selain “MSCONFIG”, adakah cara lainnya?

Yups, masih ada beberapa lagi, tapi saya akan memaparkan satu saja. Aplikasi non Windows yang bisa digunakan untuk mengelola aplikasi yang berjalan di balik layar adalah CCleaner. Bagaimana caranya? Jalankan CCleaner, lalu pilih panel “Tools” kemudian tekan tombol “Startup”. Di jendela yang sudah disediakan, Anda tinggal pilih aplikasi mana yang hendak dinonaktifkan – atau sebaliknya – lalu klik tombol “enable” atau “disable” yang diletakkan di sebelah kanan. There you go. Easy right?

Kesimpulan

Untuk mengakhiri serial tulisan ini, saya akan menuliskan kembali keenam tips yang sudah diterbitkan beberapa hari yang lalu. (1) Sesuaikan spesifikasi hardware dengan kebutuhan sotftware, (2) Pasanglah anti virus yang sesuai lalu update terus, (3) Awasi drive C Anda, (4) Gunakan Smadav, (5) Gunakan CCleaner, (6) Pakai juga Ashampoo WinOptimizer Free, dan terakhir (7) Perhatikan aplikasi yang ada di startup. Bila Anda berani mempraktikkan tips dan trik ini, insyaallah saya prediksi komputer Anda akan berjalan seperti laptop saya; tidak terkena penyakit lemot bin lelet! Insyaallah. 

Oh ya, ngomong-ngomong, supaya tidak terjadi ambiguitas, saya perlu memberi tahu Anda bahwa laptop Axioo yang saya gunakan sudah dipersenjatai dengan procesor Core i7 versi Sandy Bridge, hardisk 750 GB, dan memori sebesar 4 GB yang beberapa persennya juga dipakai untuk VGA. Sebuah spesifikasi laptop yang ciamik untuk bermain-main dengan operasi database, apalagi kalau cuma untuk mengetik di Notepad++ seperti yang saya lakukan untuk menyelesaikan serial tulisan ini. 

Semoga bermanfaat. Insyaallah.