Freedcamp Yang Gratis Tapi Keren

Oleh Wim Permana, S. Kom*)

Joko, pengusaha distro kaos berbasis web di Sulawesi. Untuk menjalankan bisnisnya, ia dibantu dua desainer yang berdomisili di Yogyakarta, Afif dan Rifki. Mereka ingin mendirikan distro kaos di sebuah kota di Sulawesi. Dengan perbedaan jarak dan waktu, Joko membutuhkan aplikasi berbasis web yang bisa membantunya mengelola proyeknya itu. Tapi dana Joko terbatas. Joko ingin aplikasi yang gratisan tapi bagus. Apa yang harus ia lakukan?

Cobalah FreedCamp! Joko harus mendaftar ke FreedCamp (baca: Web Based Project Management Software).

Walau gratis, FreedCamp bukanlah aplikasi remeh. Dengan fitur-fitur keren seperti To-Do, Milestone, Wall, Time, Calendar, dan File sharing yang bisa bebas digunakan, Anda mungkin akan lupa Freedcamp adalah aplikasi dengan cap kesukaan kita semua—free!

Satu-satunya “kelemahan” Freedcamp yang paling mencolok adalah kapasitas penyimpanannya yang terbatas untuk ukuran era Web 2.0 saat ini. Hanya 20 MB. Kalau tidak salah, ini setara kapasitas penyimpanan email gratisan kita waktu Yahoo Mail baru muncul. Duh malangnya.

Tapi apa gara-gara kekurangan ini, FreedCamp di-Recycle Binkan dari kepala kita? Hmmm, I don’t think so. Jujur saja, apa yang disediakan aplikasi buatan dua mahasiswa University of California di Santa Barbara, AS, ini cukup untuk membuat Anda melafazkan it just blown me away.

Yuk, kita mulai tur ke fitur-fiturnya yang paling menarik.

Unlimited Projects

Kita mulai dari yang paling utama. Yakni jumlah proyek. Anda tahu berapa jumlah proyek yang bisa kita buat dengan aplikasi bernuansa putih ini? Sepuluh? Seratus? Seribu? Bukan. Jawabnya, unlimited. Dengan kata lain, jika Anda pengusaha yang bisnisnya berbasis web, Anda bisa membuat sebanyak mungkin proyek sesuai kebutuhan. Sepanjang imajinasi Anda berlayar, mungkin sejauh itulah jumlah proyek yang mampu disediakan FreedCamp.

Untuk para pendiri online startup atau pemilik usaha berskala kecil, tawaran FreedCamp laksana segelas jus mangga dingin di gurun pasir kering berbulan-bulan. Wahai saudaraku, jangan menolak rezeki yang satu ini. Grab it now!

Unlimited Users/Members

Faktor kedua terpenting dalam aplikasi ini adalah jumlah user atau rekan kerja dalam proyek. Freedcamp lagi-lagi memanjakan para penggunanya. Tidak tanggung-tanggung. Juga tanpa rasa canggung. FreedCamp memberikan kebebasan pemilik akun yang membuat proyek untuk mengikutkan sebanyak mungkin rekan kerjanya. Baik di Google, Facebook, atau Twitter. Jadi, tidak perlu khawatir lagi bila ada proyek yang dalam penyelesaiannya harus mengikutkan banyak orang.

Well, mungkin tawaran di nomor dua inilah yang sampai hari ini menyebabkan setidaknya 48 universitas dan 31 ribu profesional dari 188 negara menggunakan FreedCamp setiap hari. Joko, Afif, dan Rifki—tiga tokoh kita dalam tulisan ini—hanya salah satu tim kerja yang memanfaatkan FreedCamp.

Integrasi dengan Meebo

Bila Anda bekerja dalam tim, komunikasi jadi faktor utama untuk sukses atau gagalnya sebuah proyek. Pembuat FreedCamp tampaknya tahu benar hal ini. Untuk masalah komunikasi, layanan gratis ini menyediakan dukungan toolbar Meebo. Dengan toolbar Meebo, para pengguna FreedCamp leluasa bercuap-cuap menggunakan akun Twitter, Facebook, Gtalk, atau AIM. Berhubung antarmuka Meebo sangat mirip dengan Yahoo Messenger, saya yakin Anda tidak akan butuh waktu lama untuk terbiasa dengannya.

Kita sudah di fitur ketiga, dan FreedCamp masih tidak meminta uang sepeser pun. Cool. Wahai Joko, Afif, dan Rifki, Anda bertiga tidak perlu menyisihkan keuntungan penjualan kaos untuk aplikasi yang satu ini.

Time Tracker

Sesuai namanya, fitur ini semacam stop watch penghitung waktu kerja tugas-tugas yang sudah kita tentukan dalam proyek kita. Joko membuat time tracker untuk menghitung waktu kerja Rifki mensketsa dan mendesain t-shirt untuk lini kaos mereka di Gorontalo (sekadar contoh). Ketika menggunakan time tracker, waktu berjalan maju. Jadi, time tracker kebalikan count down timer.

Dengan time tracker, Anda dan kolega kerja bisa memonitor lama kerja Anda dalam menyelesaikan tugas yang masih menjadi bagian proyek. Fitur ini sangat berguna untuk manajer proyek yang membayar para pekerjanya menggunakan hitungan per jam per tugas. Anda yang terbiasa bekerja dengan sistem upah seperti ini harus mencoba keandalan FreedCamp melayani kepentingan Anda.

File Sharing

Dalam proyek yang penyelesaiannya membutuhkan team work yang solid, fitur file sharing untuk berbagi berkas adalah keharusan. Dengan file sharing, staf bisa langsung mengirimkan hasil pekerjaannya kepada bos dan rekan kerjanya untuk dilihat langsung menggunakan antarmuka yang disediakan FreedCamp. Dengan demikian, para staf tidak perlu lagi repot membuka akun Gmail-nya atau berpindah ke situs-situs file sharing lain.

Meskipun fitur file sharing di FreedCamp bekerja baik dan tampil dengan antarmuka sangat sederhana, sehingga kita tidak perlu manual waktu mempelajarinya, tapi tetap ada kelemahan menonjol di storage yang disediakan.

Di FreedCamp, jangan berharap Anda dimanjakan dengan keluasan media penyimpanan ala DropBox, Box.Net, atau Ge.tt yang berani melepas bergiga-giga ruang di hardisk server demi pengguna versi gratisannya. Di FreedCamp, storage gratis hanya disediakan sampai 20 MB. Bila ingin lebih dari itu, Anda harus membayar. Ini mungkin trik halal dan masuk akal para pendiri FreedCamp untuk menjadikan ciptaannya mengudara terus di ranah maya dengan aman.

Tenang, Ada Solusinya kok …

Bila Anda benar-benar ingin kapasitas media penyimpanan online gratis yang super besar, saya menyarankan Anda dan kolega kerja Anda mendaftar juga ke Box.net. Di situs ini, semua pengguna tipe personal akan mendapat jatah 5 GB dan gratis. Ini jumlah yang sudah sangat besar untuk berbagi berkas.

Tampaknya Box.net tidak akan bermasalah dengan besarnya berkas. Go ahead! Memang, hasil akhirnya lepasnya fitur file sharing dari aplikasi pengelola proyek. Tapi untuk kepentingan lebih besar dan selesainya proyek, saya yakin Anda tidak akan keberatan dengan trik ini.

Bila tidak keberatan dengan gabungan FreedCamp dan Box, Anda bisa mendapatkan aplikasi pengelola proyek kelas wahid plus storage eksternal super besar dengan biaya Rp 0. Kalau begini, pengusaha-pengusaha Muslim seperti Anda-lah yang akan menang. Kalau memang begitu, sayalah yang akan ikut senang.

Semoga bermanfaat. Insya Allah. Amiin. ***

* Penulis adalah sarjana Ilmu Komputer dari Universitas Gadjah Mada. Salah satu cita-citanya ingin masuk surga dengan bantuan teknologi informasi