Studi Banding Ke Google’s Think Quarterly (selesai)

 

Di tulisan pertama, saya sudah memaparkan manfaat Think Quarterly untuk para desainer dan blogger. Sekarang, giliran para eksekutif dan marketer. Semoga bermanfaat. Amin.

For marketer

Untuk para marketer alias pemasar, baik online maupun offline, TQ adalah bacaan bagus. Di setiap edisinya, ada tulisan-tulisan khusus yang berbicara tentang dunia pemasaran dan periklanan, online dan offline. Di TQ edisi pertama tentang Data, ada artikel bagus berjudul Ad Value yang mengungkap tentang bagaimana seharusnya pengusaha menggunakan Ad Words secara efektif. Tulisan yang keluar dari jari-jemari Tony Fagan ini merupakan buah “wawancaranya” dengan orang terbaik di dunia periklanan Google, Tony Fagan. Yups, dirinya sendiri. Saat tulisan itu diterbitkan, Tony Fagan masih menjabat sebagai “Director of Research at Google”. Posisi yang bagus untuk menjelaskan semua detil tentang Ad Words. Wow, direktur penelitian Google ternyata juga bisa menulis.  

Di edisi TQ tentang Speed, ada sebuah tulisan menarik berjudul “First In, First Out” yang ditulis oleh Cyrus Shahrad. Di dalam artikel ini, sang penulis membeberkan pentingya adopsi teknologi bagi perusahaan-perusahaan, baik yang berskala besar maupun kecil. Bagian yang paling enak untuk dibaca adalah tentang berhasilnya Pepsi meningkatkan penjualan produk-produk dagangannya dengan bantuan Foursquare, sebuah layanan location-based sangat populer yang dibangun oleh mantan karyawan Google sendiri, Dennis Crowley. Masih kurang? Aha, itu adalah sebuah bentuk rasa haus yang bagus. Haus akan ilmu adalah sesuatu yang penuh berkah. Bila Anda menginginkan berkah itu, saya persilahkan Anda untuk mencarinya sendiri. Hehehe …

For executives

Para petinggi perusahaan alias eksekutif mungkin termasuk kalangan yang menjadi prioritas Google untuk direbut melalui TQ. Dalam setiap edisinya, artikel yang diletakkan di bagian paling atas adalah “executive insight”. Seperti namanya, di rubrik ini, Google mencoba untuk menggali rahasia-rahasia sukses dari para pemimpin perusahaan di seluruh dunia, baik itu dari Eropa, Amerika, bahkan Asia. Salah satu contoh eksekutif kelas kakap yang pernah diangkat di TQ adalah Ajaz Ahmed. Seorang warga imigran yang lahir dan besar di Inggris namun besar dan semakin membesar setelah hijrah ke Amerika Serikat. Ajaz adalah pendiri agen periklanan terkenal, AKQA. Dalam artikel yang ditulis oleh Matthew Lee, Ajaz mengungkapkan rahasia suksesnya dalam membantu beberapa perusahaan besar di dunia seperti Nike dan Coca Cola untuk tetap dekat dengan pelanggannya. 

Di edisi lainnya dengan tema “Speed”, TQ juga mengorek informasi penting dari Professor Rolf Dieter-Heuer, Direktur Jenderal untuk European Organization for Nuclear Research (CERN). Sebuah institusi dibalik penemuan ajaib abad 20, World Wide Web. Tapi, alih-alih bicara tentang HTML5 vs Adobe Flash, sang profesor justru disinggung-singgung soal proyek populer CERN yang sudah menguji coba kecepatan sebuah partikel agar melesat melebihi kecepatan cahaya. Jawaban ataupun ungkapan-ungkapan dari sang tokoh tentunya bisa memberikan gambaran kepada para pembaca untuk melihat kondisi bumi beberapa tahun ke depan. Mungkinkah manusia suatu hari nanti bisa bepergian dari Indonesia ke Arab Saudi hanya dalam hitungan detik atau menit saja? Sungguh, sebuah wawasan yang akan sangat sulit ditemukan di majalah-majalah lainnya. Memang tidak langsung berhubungan dengan bisnis, tapi tetap saja, untuk para pengusaha visioner yang hobi melihat kondisi pasarnya untuk jangka 10 hingga 20 tahun ke depan, berita-berita seperti ini tentu saja selalu menarik untuk disimak.

Untuk sebuah berkala yang bisa dinikmati secara gratis, Think Quarterly memang susah dicari tandingannya. Setidaknya sampai saat tulisan ini dibuat. Bila pembaca mengetahui berkala lainnya yang bisa dibaca gratis di internet, jangan sungkan untuk meninggalkannya di bagian komentar. Thanks. Happy reading.

Sebagai penutup, mungkin ada baiknya bila saya meninggalkan secuil kalimat dari prakata yang ada di edisi perdana TQ, Data. 

“But in a world of accelerating change, we all need time to reflect. Think Quarterly is a breathing space in a busy world. It’s a place to take time out and consider what’s happening and why it matters.”

Matt Brittin

MANAGING DIRECTOR, UK & IRELAND OPERATIONS, GOOGLE

Sampai jumpa di Studi Banding lainnya ya ….