Yuk Berkenalan Dengan (kelemahan) Android! (selesai)

Di dua tulisan sebelumnya tentang Android (Bagian 1 dan Bagian 2), saya sempat mengulas soal kelebihan-kelebihan ponsel berbasis Android dibanding “dumbphone” atau ponsel lain yang Non-Android. Nah kali ini, saya mencoba untuk mengungkit kelemahannys. Saya tertarik untuk menuliskan ini karena saya yakin bahwa segala sesuatu yang dibuat oleh umat manusia biasanya selalu memiliki kekurangan. Tidak terkecuali dengan ponsel berbasis Android tentunya.

Bagi Anda yang sudah pernah menggunakan ponsel Android atau bahkan yang sedang menggunakannya saat ini seperti saya, mungkin Anda akan tahu kekurangan ponsel Anda tanpa perlu membacanya melalui tulisan ini. Tapi bagi para pengguna ponsel di luar sana yang sampai hari ini belum membeli ponsel Android, maka bahasan ini saya harapkan bisa menjadi semacam aspek yang perlu diperhatikan sebelum Anda pergi ke toko lalu mengeluarkan uang dari kantong demi sebuah ponsel yang di kemasannya ada logo robot berwarna hijau. Hitung-hitung supaya Anda tidak membeli kucing di dalam karung. Ok, so here we go …

1. Baterai

Para calon pengguna ponsel Android yang sebelumnya memakai dumbphone seperti LG KP 310 milik saya biasanya akan melihat satu perbedaan jelas antara ponsel lama dengan ponsel barunya. Perbedaan itu mencolok sekali; baterai! Ketika masih menggunakan ponsel lama, saya jarang sekali mengisi ulang baterai ponsel. Setiap satu minggu, biasanya saya hanya satu kali mengisi ulang baterai ponsel lawas saya. Dan itupun tidak memakan waktu lama, biasanya antara 1 hingga 2 jam untuk mendapatkan sebuah ponsel yang akan bisa menemani saya selama satu minggu. Keren bukan?

Tapi ponsel Android Anda sepertinya tidak bisa seperti di atas. Well, setidaknya berdasarkan pengalaman pribadi saya bersama ponsel Nexian Journey. Selama menggunakan ponsel yang berharga di bawah 1 juta rupiah ini, hampir setiap hari saya selalu melakukan isi ulang. Proses isi ulang baterai ini biasanya saya lakukan ketika saya hendak tidur dengan harapan agar ketika ponsel saya tersebut sudah terisi penuh ketika saya bangun di pagi harinya. Dan ini rutin saya kerjakan setiap harinya karena jika tidak, pasti saya akan melakukannya di kantor sambil bekerja. Sedikit merepotkan, tapi itulah faktanya.

Setelah saya merenung, ternyata keadaan ini sebenarnya sesuatu yang sangat wajar terjadi. Betapa tidak, ponsel dengan OS sekelas Android biasanya akan dipakai dengan cara yang berbeda oleh penggunanya. Tidak sama dengan cara seorang pengguna yang menggunakan ponsel non Android atau non smartphone. Dulu sewaktu memegang LG KP 310, pekerjaan yang sering saya lakukan berulang-ulang adalah SMS dan telepon. Sesekali saja saya memanfaatkan alarm, kalkulator atau kalendarnya. Tapi tidak demikian ketika saya beralih ke Android. 

Dengan Android, saya tidak hanya menggunakan ponsel saya untuk bermain SMS atau menelepon tetapi juga menginstal aplikasi, mengecek status di FB, melihat dan membaca berita online melalui Pulse, mengecek arah mata angin dengan Compass, menikmati postingan di milis PM melalui GMail, membaca Al Quran melalu Quran Android, mendengarkan berita dari VOA, mengambil foto dan merekam video, dan masih banyak lainnya. Jadi, habisnya baterai di ponsel Android saya adalah sebuah kewajaran atau bahkan keniscayaan. Andai saja ponsel Android kita hanya dipergunakan untuk menelepon dan SMS saja, maka mungkin ceritanya akan berbeda lagi. 

2. Seperti Komputer

Nah lho, kok “seperti komputer” malah jadi kekurangan. Bukankah ini justru sebuah kelebihan? Hoho, tentu saja. Sebenarnya semua ponsel cerdas dibuat dengan tujuan untuk menyerupai komputer kita, tapi justru karena inilah kita akan mendapatkan tugas tambahan. Ancaman-ancaman yang seringkali tidak terbayangkan selama Anda menggunakan dumbphone akan muncul sesaat Anda mengaktifkan ponsel Android Anda. Tidak percaya? Virus, cracker, pencurian data pribadi, ponsel nge-hang, dan sejenisnya adalah beberapa ancaman khas komputer yang juga terdapat di Android. 

Meskipun masalah-masalah di atas ada penangkalnya, namun selaku pengguna kita tentunya sadar bahwa tidak setiap saat kita dalam kondisi waspada. Jadi, para pengguna ponsel Android sepertinya harus sadar dari sekarang bahwa suatu saat mereka bisa jadi akan bernasib lebih apes ketimbang mereka yang hanya menggunakan ponsel biasa. Hehehe … masuk akal juga bukan?

Kesimpulan

Setiap gadget atau apapun itu yang dibuat oleh manusia biasanya menyisakan kekurangan di sana-sini. Kesempurnaan hanya milik Allah. Tapi dalam kasus Android ini, Allah sepertinya ingin memberi manusia sebuah hikmah atau pelajaran tambahan lagi. Bahwa dibalik unggulnya sesuatu produk, biasanya akan ada risiko yang lebih besar untuk penggunanya. Nah sekarang tinggal bagaimana Anda selaku pengguna atau calon pengguna menyikapinya. Mau ambil bagian sambil memegang risikonya atau mau cari aman tapi ketinggalan zaman. Selamat memilih. Semoga bermanfaat. Insyaallah. Amin.