Kisah Tentang Tukang Kecap Dan Penaklukan Dapur Amerika (selesai)

Di tulisan sebelumnya, saya berusaha membuat Anda penasaran dengan teknik apa yang digunakan oleh Ron Popeil untuk mencapai kesuksesan duniawi yang bisa melebihi kesuksesan leluhurnya dalam hal jual-menjual peralatan dapur. Nah, di sinilah saya mencoba menyuguhkan jawabannya. Semoga Anda bisa mengangguk-anggukkan kepala setelah membaca cerita ini. Insyaallah. Amin.

oven ayam panggang

Tidak seperti biasanya

Secara umum, banyak orang yang percaya bahwa untuk menggerakkan sebuah perusahaan agar bisa menjadi mesin uang bernilai miliaran dolar, maka perusahaan itu harus memiliki divisi-divisi atau tim-tim tertentu. Sebut saja misalnya peneliti pasar, tim litbang, divisi sales, tim marketing, penasihat bisnis, konsultan hukum, biro humas, biro iklan, dan lain-lain. Sekali lagi, kepercayaan di luar sana mengatakan bahwa tanpa unsur-unsur di atas, perusahaan Anda tidak akan pernah menjadi modern dan berhasil. Tapi tahukah Anda, ternyata Ron tidak terlalu memusingkan “unsur-unsur baku” di atas. Apa yang dilakukan oleh Ron sangat sederhana. Ron akan membuat alatnya sendiri lalu menjualnya. Juga “sendiri”. Sederhana sekali bukan? Kalau ada ide bagus langsung eksekusi, terus jual sendiri. It’s that simple

Petualangan Ron menjadikan Ronco Inventions menjadi perusahaan dengan nilai miliaran dolar mulai terjadi saat Ron berusaha untuk menjual sendiri alat yang baru saja ia buat, Showtime Rostisserie, sebuah gadget dapur yang berfungsi untuk memanggang ayam dengan cara ditusuk kemudian diputar selagi dipanggang. Ron sadar bahwa kalau saja ia menjual Showtime Rostisserie ini dengan cara lama, yakni membuka lapak di pasar kemudian ngecap sampai lelah, hasilnya tidak akan bisa memenuhi ekspektasi seorang tukang kecap sekaliber Ron. 

Karena Ron tahu bahwa tukang kecap yang handal dan sukses umumnya selalu mendemokan produknya dengan sedetil-detilnya langsung di hadapan calon pembelinya. Tapi untuk beberapa kasus, Ron menganggap bahwa cara seperti ini tidak akan bisa digunakan untuk alat-alat dapur yang untuk mendemokannya saja membutuhkan bahan-bahan yang sangat banyak dan mahal sehingga meskipun terjual banyak di lapak, Ron pastilah akan kehilangan banyak juga. Solusinya?

Ngecaplah di TV

Solusi terbaik masalah ini adalah dengan cara membuat tayangan khusus yang berisi adegan-adegan Ron Popeil memeragakan langsung cara menggunakan alat ciptaannya tersebut untuk kemudian menayangkannya via salah satu channel televisi. Ini adalah sesuatu yang masuk akal. Dengan bantuan TV, Ron tidak perlu mengubah caranya ngecap selama ini karena TV di sini hanyalah medium. Sesuatu berwujud kotak inilah yang akan membantunya menyebarkan aksinya sebagai tukang kecap ke seantero amerika. So, Ron tidak perlu mengulangi aksinya berkali-kali – yang akan menghabiskan banyak bahan tetapi menjangkau pelanggan dengan jumlah yang sangat terbatas. Cukup sekali beraksi, rekam, lalu tayangkan. Dan uangpun akan masuk ke kas perusahaan. Tapi tentu saja, di medium baru ini Ron tetap mempertahankan gaya khasnya sebagai tukang kecap, yakni mempresentasikan produknya sebaik mungkin hingga ke detil pemakaian dan kenapa sampai alatnya dibuat seperti itu!

Dan untungya, Ron betul-betul sukses. Pada satu jam acara penayangan perdana, Ron Popeil mampu memicu terjadinya transaksi pada kisaran 800 ribuan dolar. Itu baru pada periode sebelum mencapai satu jam pertama. Uniknya, Ron berhasil melakukan aksi sales yang sangat hebat ini meski acaranya ditayangkan pada pukul 12 Malam. This is just crazy! Jadi sangat masuk akal bila pada akhirnya Ron bersama Ronco Inventions bisa berjaya dengan miliaran dolar di tangan dalam tempo tiga tahunan saja. Subhanallah!

Kesimpulan

Bila Anda adalah pengusaha muslim yang punya modal kemampuan untuk menciptakan sesuatu sekaligus menjualnya, maka cobala meniru Ron Popeil. Tanpa tim litbang, tim pemasaran, tim sales, divisi humas, divisi bla-bla-bla …. pokoknya mulailah saja lalu jual langsung. Tapi dengan gaya Anda sendiri tentunya. Semoga berhasil dan bisa mengalahkan Ron Popeil. Oh ya, jangan lupa, Ron adalah seorang Yahudi. Jangan mau kalah yuk …..

Note:

Seperti yang sudah saya tulis di atas, sebenarnya masih ada kisah menarik lainnya dari buku keempat Malcolm Gladwell ini, tapi saya akan berusaha menyuguhkannya di situs tercinta ini nanti. Di hari dan kesempatan lain. Tentunya dengan gaya saya sendiri, bukan gaya Gladwell. Semoga bermanfaat. Insyaallah. Stay tuned with us here!

Artikel www.PengusahaMuslim.com

=========================

Ingin jadi pengusaha muslim yang sukses dunia akhirat? Bergabunglah di milis Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia. Anda dapat memperkenalkan diri, bertukar pengalaman, berkonsultasi, bertukar informasi dan bekerjasama dengan Anggota milis lainnnya.

Cara untuk menjadi Anggota Milis

Buka http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/join untuk mendaftar sekarang.

Atau kirim email kosong ke: [email protected]

Untuk bertanya dan berdiskusi di milis, silakan kirim pertanyaan ke: [email protected]

Email Konfirmasi Pendataan Anggota

Setelah mendaftar, Anda harus mengisi formulir pendataan anggota yang akan kami kirimkan melalui email, selanjutnya reply email tersebut agar kami dapat memproses keanggotaan Anda.

Tujuan pendataan ini adalah agar terbentuk komunitas yang berkualitas dan terjaga dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perhatian:

Periksalah folder BULK/SPAM karena boleh jadi email yang berisi formulir tersebut masuk ke dalam folder BULK/SPAM.

Syarat Menjadi Anggota Milis:

1. Beragama Islam.
2. Mengikuti peraturan dan tata tertib milis ini.

MILIS PM-FATWA

Untuk bertanya tentang hukum perdagangan, silakan bergabung di milis pm-fatwa.

Untuk Bergabung, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk bertanya, kirim pertanyaan ke: [email protected]