Kisah Tentang Tukang Kecap Dan Penaklukan Dapur Amerika (bagian 1)

Aha, akhirnya inilah dia buku keempat yang dirilis oleh Malcolm Gladwell setelah sukses dengan tiga karya best seller sebelumnya; Tipping Point, Blink, dan Outliers. Buku keempat yang terbit pertama kali di tahun 2009 ini sebenarnya hanyalah kumpulan artikel sang penulis selama bekerja sebagai penulis di Majalah New Yorker. Artikel tertua yang dimasukkan ke dalam kompilasi ini adalah “Meledak: Cara Nassim Taleb Mengubah Bencana Tak Terelakkan Menjadi Strategi Investasi” yang diambil dari edisi 22 Januari 1996. Sementara yang terbaru berjudul “Paling Mungkin Berhasil: Bagaimana cara mencari pegawai baru kalau tidak tahu siapa yang cocok untuk pekerjaannya?” dicatut dari edisi 15 Desember 2008.

penemu oven

Siapa sangka kalau menjual oven seperti ini bisa menghasilkan miliaran dolar. Ron did it!

What The Dog Saw

Judul buku ini sendiri, “What the Dog Saw Dan Petualangan-Petualangan Lainnya” mungkin sekali diambil dari judul sebuah artikel yang juga dimasukkan ke dalam buku setebal 457 halaman ini; “Apa yang dilihat oleh Anjing: Cesar Millan dan Bahasa-Tubuh Pakar.” Di antara ke-19 artikel yang disuguhkan oleh Gladwel dalam buku ini, terus terang tidak semuanya menarik. Setidaknya itulah pendapat saya. Bahkan ada diantaranya yang tampaknya selalu membuat saya ingin tidur ketika membacanya. Termasuk artikel yang judulnya menjadi inspirasi untuk buku ini sendiri. 

Tapi, secara keseluruhan saya tetap senang karena beberapa artikel tampil dengan bentuknya yang mempesona khas seorang Gladwell; melompat-lompat dengan akhir yang mengejutkan. Diantaranya adalah “Tukang Jual Kecap: Ron Popeil dan Penaklukan Dapur Amerika”, “Terlambat Panas: Mengapa Kita Mengaitkan Kegeniusan dengan Kecepatan Berkarya”, dan “Paling Mungkin Berhasil: Bagaimana cara mencari pegawai baru kalau tidak tahu siapa yang cocok untuk pekerjaannya?” 

Baiklah, mungkin sebaiknya saya mulai saja ceritanya. Dimulai dari “kesederhanaan” seorang tukang kecap bernama Ron Popeil

Ngomong-ngomong soal tukang kecap

Baiklah, untuk para pembaca pengusaha muslim yang saya cintai, saya berusaha untuk membeberkan kisah yang mungkin bisa membuat Anda semua bersemangat dulu. Cerita ini adalah tentang Ron Popeil, seorang tukang kecap. Yups, tukang kecap. Awalnya, apa yang ada di pikiran saya mungkin sama dengan apa yang ada di pikiran Anda. Bahwa Ron adalah orang yang membuat atau menjual botol-botol berisi kecap – sebuah cairan kental berwarna hitam yang terbuat dari campuran kedelai dan gula merah yang biasanya berasa manis. Well, tahu tidak? Sebenarnya kita salah. Ron bukanlah manusia seperti itu karena “tukang kecap” yang dimaksud di dalam tulisan ini ternyata lebih mirip seperti penjual obat di Indonesia yang biasanya membuka lapaknya di pasar atau pusat keramaian untuk kemudian menjajakan obat racikannya sendiri serta langsung membuktikan kepada semua penonton di sekelilingnya bahwa obatnya itu memang ampuh dan bisa menyembuhkan penyakit. Kalau yang dijual tukang kecap ini adalah obat untuk menghilangkan jerawat maka sebaiknya Anda hati-hati karena si tukang kecap mungkin akan menarik tangan Anda untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan. Duh, takut.

Tapi Ron bukanlah tukang kecap yang menjual obat. Ron adalah tukang kecap yang menjual perlengkapan dapur. Profesi yang entah bagaimana sudah menjadi sesuatu yang turun temurun hidup di dalam keluarganya. Kakek keponakan dan ayahnya semuanya adalah para tukang kecap. Bedanya adalah apa yang mereka jual, di mana mereka menjual, dan berapa banyak yang bisa mereka dapatkan. Plus satu lagi yang Anda harus tahu, selain jago “ngecap”, mereka juga berstatus sebagai “inventor” karena umumnya mereka memproduksi sesuatu dari tangannya sendiri. Tentunya yang masih berkaitan dengan urusan dapur.

Keluarga penemu … alat dapur

Kakek keponakan Ron yang bernama Nathan Morris awalnya hanya menjadi tukang kecap untuk peralatan dapur buatan perusahaan lain. Sampai akhirnya ia mendirikan perusahaan sendiri dengan dua produk kreasinya; alat pembuat roti lapis dan alat iris Morris Metric Slicer. Sementara keponakannya, Samuel Jacob Popeil – yang notabene adalah ayah kandung Ron – juga mewarisi bakat penemu keponakannya dengan membuat beberapa “mesin dapur” seperti Dial-O-Matic, Chop-O-Matic, dan Veg-O-Matic. Lalu bagaimana dengan Ron? 

Ron Popeil tampaknya ditakdirkan untuk mencapai sukses duniawi yang melebihi leluhurnya. Ron adalah pemilik Ronco Inventions. Sebuah perusahaan pembuat alat-alat dapur dengan ratusan pegawai yang berhasil membukukan pemasukan sampai pada kisaran miliaran dollar. Wow. Harusnya Anda tahan dulu “wow” Anda karena apa yang mengejutkan bukanlah jumlah pendapatan Ronco Inventions, melainkan metode yang mereka gunakan supaya bisa mencapai titik sebesar itu. 

Metode apa yang dimaksud? Hmmm, tunggulah di bagian kedua dari tulisan ini. Mudah-mudahan saja Anda semua penasaran.