Cara Menggandakan Uang Yang Baik Dan Benar (bagian 4)

Kisah sebelumnya:

Di bagian ketiga dari tulisan berseri ini, saya mencoba untuk menceritakan momen-momen kebangkitan saya selaku pengganda uang dengan cara menjadi penulis lepas di pengusahamuslim.com. Ada suka dan ada duka. Ada yang menyenangkan, tapi ada juga yang mengharukan. Simak sampai selesai untuk lebih lengkapnya.

November: hujan rizki

Meningkatnya produktivitas saya di bulan Oktober tampaknya menghadirkan hujan rizki di bulan-bulan berikutnya. Pada tanggal 22 Oktober 2011 atau 25 Dzulkaidah 1432 Hijriah, Bang Hen yang kebetulan menjabat sebagai wakil pemimpin umum di Majalah Pengusaha Muslim, menawari saya untuk ikut mengisi rubrik di majalah ini per edisi Desember 2011. Tidak hanya satu, tapi dua rubrik sekaligus. Subhanallah, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengucap hamdalah sambil senyum-senyum sendiri. “Ini dia yang saya tunggu-tunggu,” dalam hatiku. 

hujan rizki 

Kesempatan untuk mengisi dua rubrik di majalah yang sudah menyebar ke seantero nusantara ini memiliki tiga arti khusus bagi saya. Pertama, saya berhusnuzhan bahwa Allah SWT mungkin sudah mengizinkan saya untuk menyebarkan pengetahuan ke sidang pembaca yang karakternya mungkin sedikit berbeda dengan Situs Pengusaha Muslim. Kedua, ini adalah jalan dari Allah SWT bagi saya untuk menggandakan uang lagi – Tentunya dengan hasil yang berbeda. Ketiga, mungkin Allah SWT menganggap saya sudah bisa bersyukur dengan uang 50 ribu. Itu dia!

Dari 3,000 ke 50,000 menjadi 3,000 ke 200,000

Kabar penting lain dari tawaran ini adalah soal honor penulisan. Kalau di Situs Pengusaha Muslim saya bisa menggandakan uang 3000 menjadi 50000, maka di Majalah Pengusaha Muslim saya bisa meraup 200 ribu. Yoa, jadi dengan modal 3000 untuk mencari sumber tulisan, sekarang saya bisa mengantongi hasil sebanyak 4 kali lebih besar dari penghasilan semula. Sekali lagi pembaca, ini adalah cara saya untuk menggandakan uang. Tanpa jimat atau mantra atau sejenisnya. Saya yakin sekali bahwa di antara pembaca mungkin masih banyak yang menganggap honor 200 ribu ini adalah sesuatu yang kecil sekali, tapi saya memutuskan untuk melihat kesempatan dan amanah ini sebagai sesuatu yang lebih dari sekedar dua helai kertas bergambar Pak Karno dan Bung Hatta. Ada sesuatu yang lebih besar dan juga lebih mengasyikkan daripada itu.

Di Majalah Pengusaha Muslim, saya mengisi dua rubrik yang kebetulan diberi nama sesuai dengan usulan saya yakni “App Jam” dan “Ngopi di Sillicon Valley”. Di rubrik App Jam, saya biasanya menyajikan tulisan yang sifatnya “how to” atau review dari aplikasi yang memiliki manfaat langsung untuk para pengusaha muslim. Sampai edisi Januari 2012, artikel yang sudah diterbitkan adalah tentang cara mengecek popularitas tweet berdasarkan kata kunci menggunakan trendistic dan cara membuat Google+ Page untuk bisnis. Sementara di rubrik “Ngopi di Sillicon Valley”, saya mencoba untuk mengupas kisah-kisah sukses para pengusaha ataupun perusahaan dari lembah silikon yang saya harapkan bisa ditiru oleh para pengusaha muslim di negeri ini. 

Hal lain yang membedakan tulisan saya di pengusaha muslim versi online dan majalah adalah pada jumlah kata. Di versi web, saya cenderung untuk menuliskan sebuah topik dengan bantuan tidak lebih dari 1000 kata. Bila Anda teliti, umumnya tulisan-tulisan yang saya terbitkan di pengusahamuslim.com mengandung sekitar 500 – 700 kata. Bila lebih dari itu, saya lebih memilih untuk memecahnya menjadi bagian-bagian kecil sehingga menjadi tulisan berseri. Selain lebih enak dilihat, tulisan berseri juga bisa membantu saya untuk tetap membuat para “pembaca kebetulan” – yang biasanya hanya datang dari Google – menjadi pembaca berkala untuk kemudian menjadi pembaca setia. Di samping itu, sebagai blogger yang sudah berpengalaman selama dua sampai tiga tahunan di dunia ini, saya juga tahu bahwa membuat tulisan berseri ternyata juga bagus untuk meningkatkan posisi situs atau blog kita di mesin-mesin pencari seperti Google atau Bing. Maklum, di tulisan berseri, kepadatan kata kunci (keyword density) cenderung lebih tinggi ketimbang di tulisan non serial karena adanya pengantar atau penutup yang biasanya masih selalu terkait dengan topik yang dibicarakan.

Next (Khusus untuk Majalah Pengusaha Muslim, Saya mencoba menantang diri sendiri)

Artikel www.PengusahaMuslim.com

——————-

Ingin jadi pengusaha muslim yang sukses dunia akhirat? Bergabunglah di milis Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia. Anda dapat memperkenalkan diri, bertukar pengalaman, berkonsultasi, bertukar informasi dan bekerjasama dengan Anggota milis lainnnya.

Cara untuk menjadi Anggota Milis

Buka http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/join untuk mendaftar sekarang.

Atau kirim email kosong ke: [email protected]

Untuk bertanya dan berdiskusi di milis, silakan kirim pertanyaan ke: [email protected]

Email Konfirmasi Pendataan Anggota

Setelah mendaftar, Anda harus mengisi formulir pendataan anggota yang akan kami kirimkan melalui email, selanjutnya reply email tersebut agar kami dapat memproses keanggotaan Anda.

Tujuan pendataan ini adalah agar terbentuk komunitas yang berkualitas dan terjaga dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Perhatian:

Periksalah folder BULK/SPAM karena boleh jadi email yang berisi formulir tersebut masuk ke dalam folder BULK/SPAM.

Syarat Menjadi Anggota Milis:

1. Beragama Islam.
2. Mengikuti peraturan dan tata tertib milis ini.

MILIS PM-FATWA

Untuk bertanya tentang hukum perdagangan, silakan bergabung di milis pm-fatwa.

Untuk Bergabung, kirim email kosong ke: [email protected]
Untuk bertanya, kirim pertanyaan ke: [email protected]