Review Majalah Pengusaha Muslim Edisi 22: Iklan Dan Konten

 

Sehabis bercuap-cap soal desain sampul dan kualitas kertasnya yang sudah mengalami perombakan menawan, sekarang waktunya kita ngobrol soal iklan dan konten yang ada di dalam Majalah PM edisi 22 ini. Get ready …

Ngomong-ngomong soal iklan …

berbicara iklan

Hei, kita juga harus bicara iklan dan performa mereka di sini. Di dalam bisnis penerbitan dan penjualan majalah, iklan adalah elemen penting yang tidak bisa dilewatkan. Tanpa pasokan dana dari iklan, hidup sebuah majalah mungkin akan goyah. Dan alhamdulillah, melihat jumlah iklannya, Majalah PM tampaknya tidak masuk ke dalam kategori majalah kritis. Berdasarkan pantauan saya, Majalah PM edisi 22 ini diisi dengan 17 – 18 iklan full page alias satu halaman penuh. Umumnya para pemasang iklan di edisi majalah PM kali ini adalah para pengusaha obat herbal, walau ada juga yang datang dari bisnis lain. Meskipun masih belum banyak.  

Sebagai pembaca sekaligus kontributor, saya bisa tersenyum lega dengan hasil kerja tim sales Majalah PM. Jujur saja, ketika membaca majalah yang iklannya hanya sedikit sekali, biasanya saya was-was. Sampai kapan majalah yang saya baca ini akan bertahan. Hanya majalah-majalah tertentu yang bisa bertahan hanya dengan dukungan basis pembaca tok. 

Konten dan konten

Akhirnya, sampailah kita ke bagian paling penting dari sebuah majalah; the content alias tulisan-tulisan di dalamnya. Sebagai salah satu atau mungkin satu-satunya majalah islam yang total membahas bisnis, PM tampaknya tidak mau menghilangkan jati dirinya. Walhasil, dari 24 tulisan yang disajikan, ada 10 tulisan yang sangat kental dengan pesan-pesan ukhrawi maupun ilmu-ilmu fikih dan ekonomi syariah. Di rubrik Oase, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal meminta kita untuk bersyukur dengan yang sedikit. Di rubrik Entrepreneurship, pemimpin umum majalah PM yang juga pendiri perusahaan di balik aplikasi Zahir Accounting mengungkit delapan hal yang harus dijauhi oleh pengusaha. Membahas Fikih kontemporer, Dr. Muhammad Arifin Badri, penceramah yang terkenal dengan tema-tema rizki, mengupas bisnis waralaba dari sisi syariahnya. Hasilnya? Mengejutkan. Anda yang menggeluti bisnis jenis ini, baiknya membaca sekaligus memikirkan karya sang ustad di Majalah PM edisi kali ini. Di akhir majalah, di rubrik Bening Hati, Ustadz Zainal Abidin, Lc. menyuguhkan kita nasehat-nasehat tentang qanaah. Dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Bagaimana tulisan yang lainnya?

Di tulisan-tulisan lain. Para penulis non ustad unjuk gigi. Dimulai dari saya sendiri, ups bukannya promosi tapi itulah kondisi di lapangan, yang datang dengan review soal trendistic dan kisah sukses tentang Apple Retail Stores. Di rubrik App Jam, saya akan menunjukkan kepada Anda cara mengecek trending di twitter berdasarkan kata kunci yang diketikkan. Sementara di rubrik “Ngopi di Silicon Valley“, ada paparan tentang perjuangan Apple dalam merintis serta membangun toko retailnya sehingga bisa sukses dan digilai oleh banyak kalangan seperti hari ini.

Di rubrik Klinik Online, ada jago strategi pemasaran online, Ipan Pranashakti yang membuka rahasia-rahasia dalam menyusun strategi dan taktik online marketing. Dari tulisan ini, Anda akan diberi pemahaman bahwa yang disebut pemasaran online tidaklah sama dengan meng-update status setiap hari tentang produk Anda di facebook atau twitter. Jauh lebih luas ketimbang hal ini. Di halaman 50, Yodhia Antariksa yang merupakan pendiri PT. Manajemen Kinerja Utama mengupas tips dan trik agar slide presentasi power point Anda tidak garing dan memilukan. Sebuah bacaan yang sangat menarik untuk Anda yang setiap bulan atau bahkan harinya sering bergelut dengan salah satu aplikasi dalam Microsoft Office Suite ini. 

marketing

Apa hanya itu saja?

Untungnya tidak! Masih banyak lagi penulis lain dengan tulisan-tulisan dan tema yang mantap untuk kita semua. Tapi tentu saja, akan lebih baik lagi bila Anda sendiri yang mengeceknya langsung di majalahnya. Jujur saja, dengan modal 25 ribu, saya rasa ilmu yang akan Anda dapatkan dari majalah ini bisa jauh lebih besar dari nominal tersebut. Insyaallah.

Sekali lagi, apa semua kontennya timeless?

Sejauh yang bisa saya simak, tampaknya Bang Hendri sudah membuktikan kata-katanya sendiri. Dari puluhan tulisan, tidak ada satupun konten yang saya kira terkait atau terkungkung dengan waktu. Dengan kata lain, ilmu yang Anda dapat dari semua bacaan di Majalah ini sepertinya masih bisa tetap Anda baca lagi atau gunakan di masa-masa yang akan datang. Jadi sah-sah saja bila di sampul depannya tim redaksi tidak membubuhkan nama bulan. Awesome!

Penasaran dengan isi dan tampilan Majalah Pengusaha Muslim edisi 22? Unduh sekarang juga di sini. For Free!

 

To be continued …. (selanjutnya kita mungkin akan mengkritisi Majalah PM. Insyaallah. Tidak ada gading yang tak retak)