Menulis Copywriting Yang Menjual! (tips Extra)

Dalam tulisan pertama tentang copywriting, saya mengetengahkan tiga hal penting yang harus diperhatikan; kesesuaian antara iklan dengan kenyataan produk (jujur), efektivitas kata atau kalimat (singkat dan padat), dan ajakan untuk melakukan sesuatu (persuasi). Kali ini, saya akan menambahkan dua unsur penting lagi. Apa itu?

Bila Anda sudah mampu menulis atau membuat copywriting yang memenuhi ketiga hal di atas, Anda sudah sepantasnya langsung bersyukur karena sebenarnya ketiga hal itu saja sudah bisa menjadi awal yang baik untuk mempromosikan produk-produk Anda. Tapi meskipun begitu, ternyata masih ada beberapa poin lagi yang perlu Anda ketahui tentang penulisan copywriting ini supaya Anda menjadi lebih mantap. Berikut poin yang saya maksud:

1. Know your audience

Know your audience

Ketika membuat copywriting untuk produk Anda, jangan pernah melepaskan imajinasi Anda dari calon konsumen. Misalkan begini, ketika Anda ingin berjualan laptop atau PC, Anda mungkin saja langsung membayangkan target atau pasar yang hendak Anda tuju; mahasiswakah, pelajarkah, karyawankah, institusikah, dan seterusnya. Kepada masing-masing target, Anda tidak dilarang untuk membuat n-bentuk (n adalah jumlah target pasar) copywriting yang berbeda. Jadi, bila Anda ingin menjual laptop/PC kepada 4 target market, Anda boleh-boleh saja – bahkan dianjurkan – untuk menulis empat jenis copywriting yang berbeda.

Empat jenis copywriting yang berbeda ini nantinya bisa Anda susun sesuai dengan selera dan tingkah laku pasar tersebut. Ketika Anda membuat copywriting untuk mahasiswa, mungkin akan lebih baik bila Anda mencatumkan spesifikasi komputer secara lengkap beserta perbandingannya dengan produk lain di kelas yang sama. Ketika menjual kepada pelajar, Anda mungkin lebih menonjolkan kalimat-kalimat yang bisa memvisualisasikan keunggulan laptop/PC dagangan Anda dalam membantu para pelajar tersebut menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya. Kepada para karyawan, Anda mungkin bisa menjual aspek harga plus performa (plus desain bila Anda menjual ke karyawan perempuan). Terakhir, untuk institusi, Anda jangan ragu-ragu untuk menunjukkan kehandalan serta ketahanan produk dagangan Anda dengan bukti-bukti yang kuat. Bila masih ada space, cantumkan juga kemudahan perawatan (baca: maintenance) produk tersebut untuk periode waktu tertentu seperti setahun, dua tahun, atau 10 tahun.

Pada intinya, di setiap copywriting yang Anda tulis, Anda dituntut untuk bisa menyesuaikan keinginan Anda dengan keinginan dan sifat dari target pasar itu sendiri. Kalau sudah begini, maka saya harus menambahkan satu poin lagi

2. Blind is good. Deaf is nice. Sometimes.

Blind is good

Terkadang menjadi “buta” dan “tuli” itu bagus lho? Di luar sana, khususnya di dunia bisnis, acap terjadi “praktik” di atas “teori”. Ini berarti, terkadang segala sesuatu yang dianggap teori ternyata belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya di lapangan. Tapi, kebalikannya hampir selalu benar. Maksud saya, apapun yang Anda bisa buktikan dalam praktik, maka itulah yang akan menjadi teori. Dalam dunia susun-menyusun copywriting, asumsi ini mungkin berlaku juga.

Di sini, saya bilang kalau copywriting yang bagus itu harus singkat dan padat, tapi bisa saja di luar sana, justru yang bisa lebih menjual adalah kata-kata yang panjang dan terkesan bertele-tele. Walau rasanya agak janggal, tapi bisa jadi inilah yang benar karena setiap target pasar umumnya punya selera dan tingkah laku khas. Dan yang terpenting, selalu berubah sepanjang zaman. Dalam tulisan ini, saya bilang “know your audience” tips copywriting yang benar, tapi bila Anda rasa bahwa Anda justru harus “mengenyahkan” imaji audience dari copywriting, maka lakukan saja. Bisa jadi, justru tanpa “identitas”, copywriting Anda bisa melanglang ke semua target audience.

Penutup

Dalam dua tulisan, saya sudah mengangkat empat poin yang bisa Anda jadikan inspirasi dalam pembuatan copywriting. Tapi sekali lagi, poin-poin tersebut bukanlah undang-undang dasar 1945 atau sejenisnya, ini semua hanyalah ilmu yang dirangkum dari pengalaman-pengalaman serta best practice yang diambil langsung dari dunia saya, dunia teknologi informasi. Nah, bila Anda mempunyai pemikiran yang berbeda dari saya dan hendak mendobraknya …. well, go a head. Lakukan saja. Dan bahkan bila perlu, Anda boleh melaporkannya ke [email protected] bila Anda berhasil dan sukses mengimplementasikan teknik copywriting di luar keempat poin yang sudah saya beberkan. Bagaimana, tertantang?

Sekali lagi, ini bukanlah tantangan ala preman. Ini adalah tantangan seorang penulis kepada pembacanya yang rata-rata adalah pengusaha. Kita semua masih belajar. Jadi bila Anda punya ide, sudilah kiranya meninggalkan komentar di bawah. Thanks. Semoga bermanfaat. Insyaallah.