Harvard Business Review: Kompetitor Tangguh Pengusahamuslim.com

Sebagai situs yang menyasar kalangan pengusaha. Tampaknya pengusahamuslim.com tidak sendirian di dunia maya. Ada banyak situs yang dari segi jenis kontennya tidak jauh berbeda dari situs kita tercinta ini. Di dalam tulisan ini, Anda akan temukan salah satu diantaranya. So, inilah kompetitor kami.

Harvard Business Review

Situs yang saya maksudkan adalah Harvard Business Review (HBR). Dari segi kategorisasi dan konten, kandungan HBR sepertinya tidak jauh berbeda dengan pengusahamuslim.com. Dari pengecekan langsung ke TKP, kita bisa melihat bahwa HBR menyimpan begitu banyak ilmu pengetahuan sekaligus informasi yang bergizi tinggi dan enak untuk dikonsumsi oleh pembaca pengusaha muslim.  Misalnya saja dalam hal kepemimpinan, management, human resource, inovasi, pemasaran, dan sebagainya.

Is it free or not?

Nah ini dia faktor yang membedakan pm.com dengan HBR. DI HBR, ternyata tidak semua konten dilepas bebas alias gratis dibaca. Ada diantara konten di sana yang memang boleh diakses bebas, tapi ada juga yang perlu dibayar atau registrasi berbayar terlebih dulu. Beberapa konten yang digratiskan antara lain podcast dan video cast, plus channel blog terkenal mereka, HBR Blog Network. Sementara konten yang perlu dibeli dulu antara lain artikel yang diambil dari majalah versi cetak terbitan mereka, Harvard Business Review ($16.95/eksemplar), buku-buku, kursus, dan lain-lain.

Apa yang menjadi keunggulan HBR?

Sebagai salah satu media resmi dari Harvard University, HBR tentunya memiliki banyak manfaat yang bisa kita ambil di dalamnya. Pertama, blog-blog yang ada dalam HBR Blog Network diisi dan diasuh oleh orang-orang yang kompeten di bidang masing-masing. Kita tidak perlu heran bila menemukan profesi para blogger di sana yang “nyambi” sebagai dosen, profesor, mahasiswa Ph.d, mahasiswa S2 di Harvard Business School, penulis buku, praktisi, konsultan, atau sejenisnya. So, dengan kata lain, mereka bukan penulis biasa. Sadar atau tidak sadar, sebenarnya kita sama saja sudah mengambil ilmu dari Harvard kalau kita sering berkunjung dan menikmati konten yang ada di situs HBR.

Keunggulan lain setelah yang saya sebutkan di atas adalah adanya link ke konten-konten HBR yang populer. Dengan halaman khusus ini, pembaca diberi kemudahan untuk melacak konten apa saja yang mendapatkan perhatian lebih oleh para pembaca HBR. Mulai dari artikel di blog dan majalah, tips terpopuler, berkas audio dan video yang ada di channel podcast dan video cast mereka, slideshow yang paling banyak dilihat, konten yang paling banyak dikomentari, sampai ke konten yang paling banyak di publish ke twitter alias (di re-tweet).

Tapi keunggulan ini tidak hanya sampai di situ. Di setiap kelompok konten, HBR memberikan tiga tab untuk melihat popularitas berdasarkan tiga interval waktu; 24 Hours, 7 Days, dan 30 Days. Dengan tab ini, pengunjung diberi keleluasan melihat langsung tingkat popularitas konten berdasarkan ketiga waktu itu. Karena boleh jadi, konten yang populer dalam 24 jam yang lalu belum tentu juga menjadi konten yang populer 7 hari atau sebulan yang lalu. Sebagai penulis di situs pengusaha muslim, fitur seperti ini rasanya sangat perlu untuk dipertimbangkan supaya bisa “live” juga di sini. Pengunjung pun saya rasa akan ikut senang dengan tambahan manfaat ini.

What's popular is important!

What’s popular is important!

Bila pembaca pengusaha muslim membutuhkan informasi dan pengetahuan seputar bisnis dan manajemen perusahaan, saya rasa HBR adalah salah satu pelabuhan yang layak dikunjungi. Bila ada uang, pembaca boleh membeli konten-konten yang ada di sana, tapi bila tidak, bolehlah memantau terus tulisan-tulisan terbaru yang terhimpun dalam “Blog Post”.

Apakah cuma HBR yang menjadi pesaing pengusahamuslim.com. Alhamdulillah, untungnya tidak. Masih ada beberapa lagi pesaing situs pengusaha muslim. Dan insyaallah saya akan mengangkat para pesaing tersebut secara wajar di situs kebanggaan kita ini. Kompetisi itu bagus, tapi memenangkan kompetisi seharusnya lebih bagus lagi. Apapun yang terjadi, siapapun pesaingnya, pembacalah yang menjadi pemenangnya. Karena bila pengusaha muslim punya banyak kompetitor, itu berari pembaca juga memiliki bahan bacaan baru bukan?

Artikel www.PengusahaMuslim.com