3 Bonus Untuk Perusahaan Yang Punya Brand Powerful

Nama perusahaan, logo perusahaan, dan tagline perusahaan adalah tiga pendukung penting untuk melahirkan brand yang bagus. Bila ketiganya bisa difungsikan dengan benar dan diletakkan pada tempat semestinya, maka Anda akan mendapatkan “bonus besar” yang selalu dibayangkan oleh para pengusaha di manapun mereka berada. Tapi apa yang dimaksud “bonus besar” itu? 

Berikut tiga bonus besar untuk perusahaan yang memiliki brand yang kuat:

1. Ekstensi atau perluasan bisnis

Expand Market Share, ini adalah istilah Inggris untuk bonus pertama. Perusahaan dengan brand yang kuat cenderung memiliki kemudahan untuk mengekspansi bisnis mereka. Ambil contoh saja Nike. Produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat ini dahulunya cuma “tukang pesan sepatu”. Awalnya pendiri Nike, Phil Knight hanya menjual sepatu-sepatu hasil produksi pabrikan Jepang. Karena sukses, Phil kemudian berusaha untuk memproduksi sepatunya sendiri. Phil beruntung, usaha ini juga sukses mendatangkan banyak keuntungan buat bisnisnya.

sepatu-nike

Powerful isn’t?

Kesuksesan berjualan sepatu akhirnya menggoda Phil Knight untuk berjualan perlengkapan olahraga lainnya. Jersey Sepak Bola dan Basket, jersey tenis, pakaian renang khusus, kaos kaki, celana olahraga, berbagai bola untuk bermacam-macam jenis olahraga (sepak bola, rugby, basket, dll), adalah sederet kecil perlengkapan olahraga yang dijual oleh Nike kepada konsumen loyalnya. Dan ini tidak berhenti sampai di sini.

Sampai detik ini, Nike dengan logo “Swoosh” dan tagline-nya yang sangat terkenal “just do it” tidak hanya identik sebagai produsen perlengkapan olahraga. Sekarang, sudah banyak produk-produk Nike yang meluncur ke pasar dengan fungsi yang bahkan tidak selalu terkait dekat dengan olahraga. Jam tangan, kaca mata, jaket, jumper, hingga parfum adalah beberapa diantaranya.

Dengan semakin kuatnya brand, maka akan semakin mudah pula sebuah perusahaan untuk memperluas bisnis mereka. Nike sudah membuktikannya. Bagaimana dengan perusahaan Anda? Silahkan mencoba sendiri ketika perusahaan Anda sudah memiliki brand yang kuat di mata konsumen. Tapi jika belum, boleh saja tetap ekspansi asalkan tahu resikonya.

2. Membanderol produk dengan harga tinggi

Boleh percaya boleh tidak, tapi ini adalah sebuah fakta di lapangan. Merk-merk terkenal biasanya berani menjual produk mereka di atas harga produk merk-merk lain. Dan ternyata tetap laku. Bahkan terkadang menjadi pemimpin pasar. Ini adalah bonus lezat untuk mereka yang memiliki brand yang kuat. Di Indonesia, kita bisa mengambil contohnya dari merk air dalam kemasan terkemuka di Indonesia, Aqua. Dari Sabang sampai Merauke orang-orang Indonesia hampir semuanya tahu merk “terbaik” (setidaknya dalam kepala mereka) untuk air dalam kemasan. Aqua, meski selalu dijual paling mahal ketimbang merk-merk lain, tapi tetap menjadi pemimpin pasar di kelasnya.

harga-ferrari

Super mahal tapi tetap laris!

Dari luar negeri kita juga akan mengambil contoh dari Italia. Di negeri pizza sana, ada pabrikan mobil ternama dengan logo kuda jingkrak, Ferrari. Sampai detik ini, perusahaan yang tenar dan terangkat karena dunia balap ini tidak pernah menciptakan mobil murah. Mobil-mobil keluaran Ferrari umumnya adalah mobil-mobil kelas sport yang diproduksi terbatas dan dijual dengan harga yang sangat mahal. Satu unit mobilnya saja ada yang sampai menjangkau Rp 5.000.000.000,-. Bila Anda kesulitan dengan jumlah nol tadi, maka biar saya yang akan menyederhanakannya, “lima miliar”. Dan lucunya, ternyata mobil Ferrari tetap saja ada yang mau membeli. Bahkan sampai antri kadang. Aneh bukan? Kalaulah Ferrari bukanlah sebuah brand yang punya kekuatan dan reputasi tinggi di mata konsumen, saya rasa mereka akan lebih memilih mobil lain yang harganya jauh di bawah.

Penulis sendiri sampai detik ini tidak berani mengkhayalkan untuk memiliki sekaligus mengendarai sebuah Ferrari. Tapi untuk sementara ini, saya rasa Theme Windows 7 dari Microsoft tampaknya cukup untuk mengobati kekaguman ini.

3. Memicu naiknya pendapatan

Bila perusahaan Anda sudah memasang harga tinggi untuk produk Anda tapi kemudian performa penjualannya di pasar-pasar biasa saja atau tidak sesuai dengan harapan, berarti Anda belum berhasil. Umumnya, perusahaan yang memiliki brand sangat kuat ternyata mampu melakukan poin ketiga ini. Mereka memiliki banyak lini bisnis atau produk, yang harganya relatif di atas harga pasar, tapi hasil penjualan mereka juga tetap tinggi. Ini adalah tiga bonus yang fantastis bagi sebuah perusahaan yang sudah berhasil mendapatkan tempat di hati konsumen.

Uraian singkat di atas langsung mengingatkan saya ke perusahaan yang seringkali diangkat di situs ini, Apple. Dahulu Apple cuma membuat komputer dan laptop, terus meluas ke MP3 player. Puas dengan pemutar musik dan toko musik, Apple menggasak pasar smartphone, dan akhirnya sukses juga. Puas dengan ponsel pintar, Apple tidak diam. Seperti kata pendirinya, almarhum Steve Jobs, “Stay Hungry, Stay Foolish”, Apple kemudian berinovasi lagi dengan tablet PC, iPad. Sukseskah? Sama saja, malah lebih heboh ketimbang iPhone.

Bila kita melongok ke perusahaan-perusahaan di luar sana, entah itu yang berskala besar maupun kecil, saya rasa kita akan terus menemukan merk atau brand yang memang sangat kuat dan akan masuk ke dalam contoh. Di luar negeri ada Apple, Adidas, Nike, IBM, HP, Microsoft. Sementara di dalam negeri kita akan menjumpai Wings dan Indofood. 

Sekarang waktunya melempar renungan, “Kalau mereka bisa. Kenapa kita tidak/belum ya?”