Optimalisasi Youtube Untuk Bisnis Dan Perusahaan (bagian 2)

Di tulisan pertama, saya sudah memaparkan beberapa manfaat Youtube yang bisa diambil oleh pengusaha muslim; untuk cari ilmu, cari inspirasi, juga promosi. Nah sekarang, saya akan mempersembahkan tiga lagi. Disimak ya dengan santai, kalau bisa sambil menikmati secangkir kopi atau teh manis buatan orang-orang tersayang Anda. Bismillah.

1. Tour de office

Perusahaaan Anda punya kantor atau gedung sendiri? Hei, kalau begitu kenapa diam saja. Daripada kantor Anda dibiarkan bengong, kenapa tidak membuatkan sebuah video khusus yang didedikasikan untuk kantor Anda. Maksud saya adalah semacam video tour dari kantor/gedung yang Anda pakai atau sewa. Anda mungkin bingung, sebenarnya buat apa tuh “office video tour”? Bukannya nanti malah jadi bumerang karena bisa dijadikan bahan oleh para pencuri yang ingin menggasak aset di dalam kantor Anda?

Eits, tenang dulu. Salah satu tujuan pembuatan dan pemajangan “office video tour” di channel Youtube perusahaan Anda adalah untuk memberitahukan konsumen, calon konsumen, mitra bisnis sekaligus calon KARYAWAN Anda tentang bentuk, lingkungan dan corak arsitektur tempat Anda bekerja. Bagi konsumen setia Anda, office video tour akan menambah awareness atau kepedulian mereka terhadap brand company Anda. Sementara bagi calon konsumen, office video tour yang bagus dan keren bukan tidak mungkin bisa merubah pandangan mereka tentang nilai-nilai perusahaan dan produk yang Anda jual di luar sana. Bagi mitra bisnis, off course, office video tour adalah salah satu cara bagi Anda untuk meyakinkan mereka bahwa Anda adalah perusahaan yang benar-benar eksis dan layak dijadikan partner untuk proyek baru mereka.

Berikutnya, yang saya beri penekanan lebih adalah calon karyawan atau tenaga rekrutan Anda. Dengan office video tour, calon-calon karyawan atau para job seeker yang tertarik untuk bekerja di bidang yang Anda geluti bisa meraba-raba tentang lingkungan kerja mereka nantinya. Sudah sesuaikah dengan selera mereka ataukah sebaliknya. Dengan video semacam ini, calon karyawan yang mau melamar Anda kemungkinan besar sudah bisa merasakan bagaimana atmosfir bekerja di perusahaan dengan lingkungan kerja dan kantor seperti yang Anda punya.

Bagaimana kalau kantor/gedung saya tidak megah dan mewah?

Anda boleh jadi takut gara-gara kantor/gedung Anda yang tidak megah, tapi saya hanya ingin mengingatkan kepada Anda bahwa terkadang para pencari kerja itu sebenarnya tidaklah terlalu butuh kantor yang megah dan mewah, yang mereka lebih butuhkan sejatinya adalah kesesuaian antara lingkungan kerja mereka dengan jati diri atau selera mereka. Contohnya begini, bila Anda mempunyai sebuah biro desain dan percetakan, kantor yang kecil tapi BERSIH dan TERTATA RAPI mungkin cocok untuk beberapa mahasiswa/mahasiswi lulusan program D3 desain grafis dari beberapa kampus seni di Yogyakarta. Dengan asumsi bahwa mahasiswa lulusan Yogyakarta sudah terbiasa hidup sederhana semasa kuliah. Tapi bila yang Anda perlukan adalah mahasiswa/mahasiswi dari Jakarta, saya rasa Anda perlu kantor yang agak sedikit lebih besar dengan arsitektur yang unik. Ini dengan asumsi bahwa mahasiswa di Jakarta sudah terbiasa duduk di kampus yang megah dan besar. Jadi mungkin sekali mereka lebih nyaman bekerja dengan lingkungan yang tidak terlalu jauh berbeda dengan kampus mereka.

Butuh inspirasi untuk office video tour, coba simak yang satu ini: Google Office around The World!

2. Bagilah ilmu Anda

Di tulisan pertama, saya sudah memaparkan kepada Anda tentang mudahnya mencari ilmu di Youtube. Nah, di tulisan kedua, saya meminta Anda untuk melakukan sebaliknya; bagilah ilmu Anda. Jadi, bila perusahaan Anda memiliki tips maupun trik jitu di dalam satu atau beberapa bidang, maka jangan takut untuk membagikannya ke publik melalui channel video Anda. Di sini Anda mungkin bertanya lagi, “lho, kalau ilmu saya di bagi-bagi, nanti saingan saya tambah banyak dong?!”.

Argumen di atas sih wajar-wajar saja, ketika Anda membagi ilmu pengetahuan perusahaan Anda ke publik, mungkin akan banyak sekali orang yang sebelumnya tidak bisa melakukan apa yang perusahaan Anda lakukan, nantinya justru bisa. Dan ini nantinya malah membuat Anda takut, jangan-jangan mereka yang sebelumnya memakai jasa saya, sekarang sudah tidak mau lagi memakai jasa saya karena mereka sudah bisa melakukan atau membuat sendiri. Ketakutan yang lain seperti, “wah gawat, kalau mereka juga bisa, nantinya mereka akan membuat perusahaan yang sama seperti saya. Ini bahaya …”

Tenang, Anda jangan takut. Saya punya obat penenang untuk kekhawatiran seperti ini.

Butuh contoh konkrit? Lihatlah cara Jason Fried, pendiri 37Signals, melakukannya melalui video Marketing by Sharing. Tapi tunggu dulu, rasanya video ini tidak diunggah oleh 37Signals sendiri? No problem, fungsinya sama; sharing ilmu!

a) Membagi Ilmu bisa menaikkan citra Anda di mata konsumen

Bila video yang berisi ilmu pengetahuan perusahaan Anda dibagi ke publik, dengan asumsi bahwa video ini memang bagus dan bisa dipertanggungjawabkan, maka publik akan menganggap bahwa perusahaan Anda memang benar-benar ahli di bidangnya. Ingat, mana mungkin ada “perusahaan bodoh” di balik video yang berisi ilmu pengetahuan atau tips dan trik jitu yang keren.

Contoh kasus untuk poin pertama ini adalah di perusahaan di bidang pembuatan kaos alias distro atau sejenisnya. Perusahaan  atau distro kaos yang sukses tampaknya tidak akan sungkan-sungkan membagi beberapa ilmunya ke publik melalui Youtube. Ilmu yang bisa dibagikan diantaranya ilmu tentang bahan-bahan kaos yang mereka gunakan, jenis sablon kaos yang mereka terapkan, dan bagaimana mereka mengatur pengiriman produk-produk mereka. Bagaimana? Cukup adil bukan? ALih-alih menjauhkan Anda dari pelanggan, video-video dari Anda justru bisa meningkatkan brand awareness perusahaan Anda di mata konsumen. Insyaallah. Ayo buktikan ya akhi …

b) Ada pesaing baru gara-gara video

Wah, jangan khawatir. Mereka yang sebelumnya banyak belajar dari video Anda lantas kemudian menjadi pesaing adalah salah satu bukti bahwa ilmu-ilmu yang Anda bagi adalah sesuatu yang bermanfaat. Toh, Anda sudah menyaksikan sendiri buktinya lewat munculnya para kompetitor bukan? Pesaing yang bagus dan gentleman biasanya tidak ragu untuk memberikan kredit kepada Anda atas video yang sudah diterbitkan oleh perusahaan Anda di Youtube. Sebagai bonus, link ke channel Youtube Anda mungkin akan ditampilkan secara bulat-bulat (baca: jelas dan menarik perhatian) di situs mereka. Atau paling tidak ketika pesaing Anda diwawancarai, mereka mungkin akan mempersembahkan ucapan terima kasihnya atas video-video yang sudah Anda terbitkan tadi. Keren bukan? Dalam Islam, Anda akan memperoleh nikmat yang tiada henti-hentinya bila hasil karya Anda ternyata bisa memberi manfaat secara terus menerus kepada orang lain. Bukankah pahalanya para petani itu tidak hanya berasal dari nasi yang nantinya dimakan oleh manusia, tapi juga dari beras yang sebelumnya sempat dinikmati oleh burung-burung kecil di atas sawah mereka.

3) Mari pamer, tapi pamer yang bener!

Pamer yang bener itu apaan sih? Pamer yang bener adalah kalau perusahaan milik sahabat pengusaha muslim misalnya mendapatkan penghargaan, baik itu yang bersifat lokal, nasional, maupun internasional lantas sahabat memamerkan video penganugerahannya ke channel youtube milik perusahaan Anda. Keren bukan? Selain video testimoni positif, bagi-bagi ilmu, atau bakti sosial, memajang video saat kita menerima anugerah atas capaian perusahaan rasanya termasuk hal positif juga. Selain bisa meningkatkan company branding kita di mata konsumen, kompetitor, dan calon karyawan, video semacam ini juga bisa menjadi bukti bahwa perusahaan kita ternyata disegani oleh para pemerhati yang berkompeten di bidangnya. Lagipula, kalau perusahaan kita performanya buruk, kenapa bisa sampai dapat penghargaan? Betul tidak?

Bila pembaca mengetahui manfaat Youtube selain dari yang disebutkan di atas, mohon sudilah berbagi, karena ilmu Anda itu bisa jadi amal jariyah di hari kemudian. Insyaallah. Amin.

Wallahu’alam bisshowab. Semoga tulisan ini bermanfaat. Insyaallah. Amin.