Tips Membuat Kartu Nama Yang Memorable Dan Fungsional

Tentang Kartu Nama

Kartu Nama atau Business Cards adalah sebuah kartu/benda yang berisi informasi tentang data pribadi dan atau data perusahaan. Dahulu kala, kartu nama ini lazimnya berbentuk seperti kartu yang biasa digunakan dalam permainan, yakni sebuah kotak segi empat yang dibuat dengan bahan dasar kertas. Tapi, seiring perkembangan dunia percetakan dan pengolahan grafis berbasis komputer, bentuk dan wujud kartu nama pun sudah tidak seperti dulu lagi. Saat ini, kartu nama sudah tampil dalam wujud yang beragam dan kadang-kadang, bisa dibilang, aneh.

Meskipun begitu, terlepas dari macam-macam bentuk ini, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam proses perancangan dan pembuatan kartu nama supaya Anda tidak kebablasan dalam bereksperimen. Oke, bila sudah siap, tarik terus cursor mouse Anda ke bawah:

1. Sesuaikan dengan identitas perusahaan/bisnis

Mungkin setiap perusahaan atau bisnis memiliki tujuan yang hampir sama, yakni mencari keuntungan. Tapi untuk soal identitas bisnis dan cara mencari untung, umumnya perusahaan-perusahaan tersebut memiliki cara masing-masing. Nah di sinilah wujud dan tampilan kartu nama bisa terpengaruh. Jika Anda memiliki perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan minuman dingin, Anda mungkin tertarik untuk menggunakan visualisasi kemasan minuman produksi Anda ditambah efek cipratan air (splash) atau deburan ombak di laut lepas (brrrrrr, Anda sudah membayangkan kesegaran minuman tersebut bukan?). Tapi bila Anda adalah seorang hairstylist atau tukang cukur rambut, kenapa tidak mencontoh kartu nama di bawah ini:

Tips membuat kartu nama

Unik tidak? Alih2 kotak persegi empat, sang desainer kartu nama ini justru membuat sebuah bentuk dua dimensi yang menyerupai sisir. Kalau sudah begini, siapapun yang memegang kartu nama ini pastilah di kepalanya akan tertanam imaji atau pencitraan yang kuat terhadap hair stylist atau si tukang cukur yang namanya tercantum di kartu itu.

Ah, kalau ingat tukang cukur langganan saya yang ada di Jogja, seperti KOMPAK misalnya, saya ingin sekali menunjukkan kartu nama seperti ini kepada pemiliknya. Para pelanggan mereka yang rata-rata mahasiswa pasti bakal terbahak-bahak senang melihat tampilan kartu nama ngejreng seperti di atas. Hmmm, setelah melihat kartu nama ini, tingkat kecintaan pelanggan seharusnya bisa meningkat kalau begitu. Insyaallah. Siapa tahu? Iya nggak?

2. Gunakan bahan yang bagus

Sebagus atau secantik apapun bentuk dan tampilan kartu nama Anda, semuanya bisa saja jadi akan tidak berguna kalau bahan yang Anda gunakan adalah bahan yang tidak bagus. Misalnya begini, ambil contoh kartu nama dengan bentuk menyerupai sisir di atas. Bagaimana kesan Anda setelah mengetahui kalau bahan yang digunakan untuk membuatnya hanyalah kertas karton biasa yang mudah robek, tipis dan tidak keras? Betul Anda akan menyenangi desainnya, tapi apakah hal yang sama akan terjadi setelahnya? Hmmm, belum tentu rasanya. Penggunaan bahan yang tidak tepat dan di bawah standar biasanya justru akan menyakiti hati si penerima kartu. Ingatlah wahai pembaca, ruangan di dompet mereka sangat terbatas, mungkin mereka tidak akan meletakkan kartu nama Anda di dalamnya bila itu memang tidak terlalu bernilai dalam anggapan mereka. Setuju?

3. Cantumkan data penting secara jelas

Tujuan pembuatan kartu nama tentunya adalah agar Anda atau perusahaan Anda mudah dijangkau, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, apapun corak desain dan ide revolusioner Anda, jangan sampai lupa poin-poin di bawah ini:

  1. Nama perusahaan/bisnis Anda.
  2. Nama dan posisi Anda dalam perusahaan.
  3. Gelar Anda. (Dr., dr., Ir., S. Kom., MM., MBA., atau sejenisnya)
  4. Nomor Telepon (mobile phone dan atau telepon kabel)
  5. Nomor Fax.
  6. Alamat surat (lengkapi dengan kode pos).
  7. Alamat e-mail.
  8. Alamat website.
  9. Slogan Peruasahaan Anda.
  10. Sertifikat atau penghargaan yang pernah Anda raih misalnya “Adobe Certified Expert, Microsoft Certified Programmer, Java Certified, Master Chef RCTI tahun 2011 dan sejenisnya)

4. Don’t read this tips!

Bila setelah Anda membaca ini hati dan pikiran Anda justru tidak puas, maka saya sarankan Anda untuk tidak mematuhinya. Intinya, dahulukan imajinasi Anda ketimbang aturan. Lagipula, membuat kartu nama bukanlah science, tetapi seni. Jadi terkadang, sedikit “thinking out of the box” sungguh-sungguh dianjurkan.

PS:

Bila Anda ingin membuat sendiri kartu nama, Anda mungkin sebaiknya cek dulu kompilasi tutorialnya di sini:

40+ Business Card Tutorials, PSD Templates and Inspirational Showcases

Tapi bila ingin memesan dengan orang lain, coba cek dua situs ini; graphic river atau kartunama.net.

Punya komentar, saran, atau kesan tentang pembuatan kartu nama, jangan malu-malu ya akhi, langsung saja tinggalkan di komentar. Sekian dari saya. Sampai bertemu lagi di artikel lainnya. Semoga bermanfaat. Insyaallah. Amin.

Artikel www.PengusahaMuslim.com