Jangan Mudah Mengharamkan Sesuatu Pada Diri Sendiri

MENGHARAMKAN SESUATU ATAS DIRINYA

Seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku jika mengonsumsi daging, maka aku segera mendatangi istriku dan syahwatku bergejolak. Oleh karena itu, aku mengharamkan daging atas diriku.”

Maka, turunlah firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُحَرِّمُواْ طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللّهُ لَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُواْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ. وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan segala sesuatu yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Ma`idah: 87–88)

Sumber: Fatawa Rasulullah: Anda Bertanya Rasulullah Menjawab, Tahqiq dan Ta’liq oleh Syekh Qasim Ar-Rifa’i, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Pustaka As-Sunnah, Cetakan Ke-1, 2008.

(Dengan penataan bahasa oleh www.pengusahamuslim.com)

Artikel www.PengusahaMuslim.com