Cara Membuat Usaha Baru Dengan Merek Dan Kemasan Menarik

Untuk membuat usaha atau varian baru dalam satu perusahaan dengan merek dan kemasan yang menarik yang baru dan lain dari merek lama, kita harus hati – hati, sebab apabila kita menggunakan nama lama yang sudah populer dengan posisioning klasik (misalnya makanan khas daerah tradisional) dikembangkan dengan kemasan baru dengan berbagai varian rasa yang lebih modern, hal ini dapat menyebabkan kekecewaan pada konsumen loyal.

Cara mengatasi masalah tersebut di atas adalah dengan menggunakan merek baru yang berbeda sama sekali dengan merek sebelumnya. Agar mudah melakukan penetrasi pasar, boleh dicantumkan dengan huruf kecil merek perusahaan sebelumnya. Strategi ini diterapkan oleh Wing untuk merek Mie Sedaap, Aqua dengan Mizone, dan sebagainya.

Namun demikian, desain kemasan harus memperhatikan kaedah berikut ini:

1. Memahami karakter customer.

Masalahnya saat ini, seringkali kemasan tidak secara langsung dapat memuaskan kebutuhan semua orang. Terdapat berbagai niche market yang membutuhkan kemasan yang unik. Dengan demikian apabila kita menginginkan suatu target market yang lebih spesifik, kita harus melakukan riset. Belum tentu kemasan yang sesuai dengan target market tertentu cocok dengan target market yang yang lain. Contohnya makanan untuk anak – anak belum tentu cocok dengan makanan untuk orang dewasa.

2. Pelajari atribut kemasan apa yang sesuai dengan target market yang sesuai.

3. Pelajari perilaku belanja customer anda.

Kalau pada waktu lalu kita mengenal produk dengan ukuran kemasan yang sangat besar. Namun saat ini perubahan pola belanja telah berubah menjadi kearah yang lebih kecil. Namun demikian, kemasan yang relatif kecil tidaklah mencerminkan profit yang kecil. Sebab semakin kecil ukuran kemasan tersebut, maka akan semakin sering customer berbelanja. Customer lebih menyukai membayar harga yang lebih murah, mudah digunakan, dengan ukuran yang lebih kecil. Contohnya, pembelian kacang kulit dengan ukuran yang lebih kecil lebih disukai dibandingkan dengan membeli dalam jumlah besar. Selain menjaga tetap gurih (karena sekali makan untuk satu kemasan). Pola makan dapat lebih terjaga, dibandingkan dengan membeli dalam jumlah yang sangat besar.

4. Pelajari dimana customer suka berbelanja.

Telah terjadi perubahan pola belanja, dari pasar tradisional ke pasar modern yang lebih nyaman sekaligus tempat hiburan. Namun pola ini berubah lagi, ketika dimana – mana terjadi kemacetan yang luar biasa, customer kembali mencari tempat belanja yang tidak terlalu besar, tetapi memiliki akses parkir yang cepat.

5. Saat ini customer mulai sadar terhadap bahaya pencemaran lingkungan.

Kemasan yang dianggap memiliki potensi pencemaran lingkungan akan dihindari. Artinya kemasan yang dapat didaur ulang lebih disukai.

Menurut pakar strategi pemasaran Michael Goodman, ada 5 cara pemberian merek suatu produk atau perusahaan yaitu sebagai berikut:

1. Memberi nama dengan menggunakan nama orang, binatang, tempat atau symbol. Contohnya adalah Johnson & Johnson, Procter & Gamble, Scientific Atlanta, Ford, Heinz, Disneyland, Bakpia Pathok, Teh Botol Sosro.

2. Secara jelas menyebutkan nama kegiatan bisnis yang dijual atau jasa yang diberikan. Contohnya American Airlines, General Motor, Metropolitan Life, General Electric, Universal Studio.

3. Menggunakan nama dengan kesamaan kata atau singkatan. Contohnya IBM, FedEx, Nabisco, ESPN, 3M, AAA, HP, AT&T.

4. Menggunakan nama yang aneh atau tidak memiliki makna yang jelas atau menggunakan nama yang tidak berkaitan sama sekali, tetapi kedengarannya menarik. Contohnya Google, Yahoo, Exxon, Xerox.

5. Menggunakan nama dengan menyebutkan manfaat. Contohnya Spic’n Span (pembersih rumah tanggah), Head & Shoulder (sampoo), Nice’n’Easy (pewarna rambut).

Dengan adanya berbagai banyak pilihan, mana yang terbaik?yang lebih baik adalah dengan menggunakan nama dikaitakan dengan benefit, sehingga customer langsung dapat mengetahui manfaat apa yang dirasakan setelah menggunakan produk/jasa tersebut. Selain itu dengan menggunakan nama yang langsung terlihat manfaatnya, dapat menarik target market, karena nama produk tersebut dapat mengkomunikasikan posisioningnya secara jelas. Namun demikian, kita harus hati – hati, sebab pemberian suatu nama dapat saja pengaruhnya tidak langsung terlihat dan membutuhkan usaha yang lebih keras agar tingkat awarenessnya dapat meningkat.