12 Kiat Ngalap Berkah: Kiat Pertama (6/6) Iman Kepada Allah

Agar kita semakin memahami betapa besarnya peranan doa keberkahan atas kenikmatan yang ada pada kita, maka saya mengajak pembaca untuk bersama-sama merenungkan beberapa hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  berikut,

العَينُ حقٌّ، وَلَوْ كَانَ شَيءٌ سَابَقَ القَدَرَ، سَبَقَْهُ العَيْنُ، وَإِذَا اسْتُغْسِلتم فَاغْسِلُوا. رواه مسلم

(Pengaruh buruk) mata adalah benar adanya, dan seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, niscaya akan didahului oleh mata (al-‘ain). Dan bila engkau diminta untuk membasuh diri, maka basuhlah.” (HR. Muslim).

Pada hadits lain, dengan lebih tegas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan pengaruh langsung dari pandangan orang tidak memohonkan keberkahan untuk kenikmatan yang ia saksikan,

(أَكْثَرُ مَنْ يَمُوتُ مِنْ أًُمَّتِي بَعْدَ كِتَابِ الله وَقَضَائِهِ وَقَدَرِهِ بِالأَنْفُس ( يعني بالعين) (رواه البزار والطَّيالسي وابن أبي عاصم وحسنه الألباني

Kebanyakan orang yang meninggal dari umatku -setelah karena ketentuan dan takdir Allah- adalah akibat pengaruh  jiwa.” Maksudnya “pandangan mata.” (HR. al-Bazzar, ath-Thayalisy, Ibnu Abi Ashim dan dihasankan oleh al-Albany).

Pada hadits lain Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(العَيْنُ تُدْخِلُ الرَّجُلَ القَبْرَ وَالجَمَلَ القِدْرَ. (رواه ابن عدي وأبو نعيم وحسنه الألباني

(Pengaruh) al-‘ain (daapt) menyebabkan seseorang masuk ke dalam liang kuburannya dan unta ke dalam panci.” (HR. Ibnu ‘Adi, Abu Nuaim dan dihasankan oleh al-Albani).

Pada suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat anak-anak sahabat Ja’far bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma yang berbadan kurus, maka beliau bertanya kepada ibu mereka yaitu Asma’ bintu ‘Umais radhiallahu ‘anha,

(مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً، تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ؟ قالت: لاَ، وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إليه. قال: أرقيهم، قالت: فَعَرَضْتُ عليه، فقال أرقيهم.( رواه مسلم

Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku (keponakanku) kurus-kurus, apakah mereka ditimpa  kekurangan/ kemiskinan?”  Maka Asma’ menjawab, “Tidak, akan tetapi (pengaruh mata) cepat sekali menimpa mereka?” Maka beliau bersabda, “Jampi-jampilah (ruqyahlah) mereka.” Asma’ berkata, “Maka akupun memaparkan bacaan jampi-jampi kepadanya.” dan beliau bersabda, “Jampi-jampilah mereka (dengannya-pen.).” (HR. Muslim).

Dari beberapa hadits di atas, jelaslah bagi kita bahwa di antara kiat mewujudkan keberkahan dalam hidup kita adalah dengan berdoa kepada Allah Ta’ala memohon keberkahan, yaitu dengan mengucapkan

بَارَكَ اللهُ فِيهِ

“Semoga Allah memberkahinya“, atau ucapan doa yang semakna dengannya. Dengan doa-doa semacam ini, -insya Allah- diri kita, keluarga, dan harta-benda kita akan  mendapatkan keberkahan alias langgeng, dan terhindar dari petaka.

Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, M.A
Artikel www.PengusahaMuslim.com