Dasar Kepemimpinan Terima Kasih

Terima kasih adalah emosi yang positif dan studi telah menunjukkan ini menciptakan sikap yang lebih positif, mengurangi stress dan memberikan banyak keuntungan. Tapi kami tidak memerlukan studi untuk menyatakan ini semua, bukan? Anda tahu bagaimana rasanya saat Anda berterima kasih.

Artikel ini tidak akan menyatakan kembali apa yang sudah jelas (lebih dari yang saya miliki). Alih-alih ini akan mengeksplor dasar-dasar bagaimana pemimpin bisa mentransform rasa terima ksih yang tulus kedalam dorongan yang positif untuk perubahan dan kesuksesan yang dipimpinnya dan dalam organisasi secara umum.

Sebelum saya lanjutkan, saya harus menggarisbawahi sebuah kata penting dalam kalimat sebelumnya – tulus.
Harap diketahui bahwa semua saran yang mengikuti akan membuat perubahan yang besar, tapi perbedaan hanya akan menjadi positif (bagi Anda dan yang lainnya) saat rasa terima kasih anda adalah tulus, otentik, dan dirasakan dalam hati.

Pada akhirnya, saya berharap Anda melihat bahwa rasa terima kasih adalah jauh dari sikap lembut, “ baik dilakukan”. Sebaliknya, ini adalah hal penting dan kunci kesuksesan Anda sebagai seorang pemimpin.

Semua ini berawal dari fundamental.

Tiga fundamental pertama

  1. Lihatlah. Sebagai seorang pemimpin, ada banyak hal dalam pikiran Anda. Untuk berterima kasih, pertama Anda harus melihat atau memperhatikan hal-hal yang harus disyukuri. Apakah Anda ingin lebih sering bersyukur? Maka set pikiran Anda untuk mencari hal-hal yang patut disyukuri. Setelah Anda men-set pikiran alam bawah sadar, Anda akan lebih sering menemuinya.
  2. Katakan. Anda bersyukur atau berterima kasih atas apa yang sudah dilakukan seseorang? Biarkan mereka tahu! Saat Anda melihat seseuatu yang untuk dihargai atau disyukuri, biarkan orang lain tahu dengan mengatakan pada mereka. Dan pada saat itu, buatlah rasa terima kasih Anda spesifik. Bisa dalam bentuk ucapan terima kasih yang sederhana, tapi juga bisa dengan kebiasaan memberikan feedback yang lebih positif.
  3. Tuliskan. Bisa dalam bentuk email, tapi, lebih baik dalam bentuk note dengan tulisan tangan. Biarkan orang lain tahu apa yang Anda lihat, bagaimana Anda merasakannya dan mengapa begitu penting. Kata-kata ini akan dibaca, dan diulang, dan mungkin dibagi dengan orang lain. Kebanyakan orang yang pernah saya tanyai mengatakan mereka memiliki file surat dan komentar positif yang diterima dari orang lain. Sebagai seorang pemimpin orang akan menyimpan Anda dalam ingatan yang positif, mungkin file penting, dengan kata-kata Anda.

Ini adalah nasehat yang baik dalam kehidupan kita, tapi sebagai seorang pemimpin, saat kita melihat, mengatakan, dan atau menuliskan terima kasih kita pada orang lain akan membuat perbedaan yang besar. Sebagai pemimpin, Anda memiliki tempat istimewa dalam kehidupan orang lain. Kata-kata, opini dan tindakan Anda diperhatikan. Rasa terima kasih yang Anda bagi dalam percakapan atau diatas kertas benar-benar mengubah kehidupan seseorang.

Final Fundamental – Komponen Transformasi
Saya mulai dengan mengatakan bahwa saat kita bersyukur, hal-hal baik terjadi pada kita. Saat kita memikirkan dari perspektif kepemimpinan, kami menyadari potensi benefitnya jauh lebih besar.

Final fundamental adalah dengan membaginya.
Rasa terimakasih adalah virus emosi – artinya yang bisa menyebar dengan cepat.
Sebagai seorang pemimpin Anda lebih dari sekedar pembawa penyakit emosi yang menular (positif atau negative) – Anda bisa menyebarkannya dengan lebih cepat dan lebih jauh daripada orang lain. Saat Anda berbagi dan memberikan panutan rasa terima kasih seperti yang dijelaskan diatas, Anda mulai merubah budaya dan lingkungan kerja secara positif.

Hasil dari perubahan-perubaha ini bisa menghasilkan kinerja dan teamwork yang meningkat, mengurangi stress, masa retensi yang lebih tinggi dan banyak lagi.

Harapannya, Anda melihat dengan bersyukur lebih dari seseuatu yang bisa atau harus Anda lakukan pada proyek besar atau saat-saat tertentu dalam satu tahun. Dibandingkan, rasa terima kasih yang tulus selalu tepat dan selalu dilakukan.

Pemimpin besar tahu hal ini. Ini adalah sebuah cara untuk memberikan feedback yang lebih baik dan mengembangkan orang lain.

Sumber:http://EzineArticles.com
Oleh: Kevin Eikenberry, seorang penulis bestselling, pembicara, trainer dan Chief Potential Officer di Kevin Eikenberry Group.

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com
Artikel: www.pengusahamuslim.com