Menjadi Seorang Mentor Networking

Jika Anda ingin meningkatkan ketrampilan networking Anda, ajari orang lain apa yang Anda ketahui.

Ingatkah Anda pada seseorang yang membagi kekayaan pengetahuan dan pengalamannya untuk membantu Anda agar sukses? Mentor datang kepada kita dalam wujud sebagi orang tua, pelatih, guru, kolega, supervisor, dan teman. Mentor berbagi dengan kita apa yang sudah mereka pelajari untuk membantu kita menghindari kesalahan yang pernah mereka buat. Mereka mendukung dengan memberikan dukungan dan bantuan. Mereka merayakan pencapaian seolah-olah milik mereka. Mereka memegang teguh filosofi “Givers Gain” – dengan kata lain, bahagia karena memberikan waktu dan upayanya untuk membantu orang lain, karena mereka tahu bahwa dengan membantu orang lain tanpa pamrih, orang-orang tersebut juga akan bersedia membantunya di lain waktu.

Mentor adalah sumber tidak ternilai bagi kesuksesan bisnis. Mereka menuntun kita melalui pertumbuhan, perubahan, dan krisis; mereka membantu kita menjadi apa yang kita inginkan. Mentor adalah pemimpin, biasanya memimpin melalui contoh. Pemimpin mengarahkan kita maju ke depan. Seperti Peter F. Drucker, pria yang dianggap sebagai bapak manajemen modern, berujar “Kepemimpinan mengangkat visi seseorang kepada penglihatan yang lebih tinggi, meningkatkan kinerja seseorang ke dalam standar yang lebih tinggi, membangun kepribadian dibalik batasan normal.”

Pikirkan sejenak apa yang Anda rasakan terhadap mentor Anda. Anda akan merasakan respek dan kagum dengannya. Hubungan ini tidak mengenal waktu dan jarak. Jika mentor menghubungi Anda saat ini dan membutuhkan bantuan Anda, Anda akan berhenti melakukan pekerjaan Anda dan membantunya dengan sepenuh hati, dengan servis dan mutu yang terbaik.

Sekarang bayangkan Anda adalah mentor seseorang – dan orang tersebut memiliki perasaan yang sama dengan Anda. Bayangkan hubungan yang dekat dan intens. Bayangkan loyalitas. Mungkin ada orang yang menganggap Anda sebagai mentor. Mungkin Anda kenal dengan seseorang yang ingin Anda tuntun – seseorang yang mengingatkan pada diri Anda saat memulai usaha.

Merupakan hal yang wajar jika Anda ingin meningkatkan ketrampilan, Anda harus mengajarkannya pada orang lain. Terkadang dengan memberikan mentoring pada orang lain membuat kita fokus pada hal-hal yang mendasar dan menerapkannya dengan lebih baik.

Jadi, mengapa tidak mencoba membantu orang lain dengan berbagi strategi networking yang Anda tahu berhasil? Carilah seseorang yang Anda kenal yang baru terjun dalam dunia networking dan mulai hubungkan mereka dengan jaringan Anda. Sikap ini merupakan berwujudan master networker dan tentunya akan meningkatkan ketrampilan networking dengan bertindak sebagai pemula atas apa yang sudah pernah Anda pelajari dan membuat Anda fokus ulang pada area yang mungkin sudah Anda lupakan.

Sebelum menjadi seorang mentor, Anda harus memiliki kualitas seorang mentor yang baik seperti berikut ini:

7 Karakter Mentor yang Baik

1. Keinginan untuk membantu. Individu yang tertarik dan bersedia membantu orang lain .

2. Memiliki pengalaman positif. Mereka yang memiliki pengalaman formal atau informal dengan mentor cenderung menjadi mentor yang baik bagi dirinya.

3. Reputasi yang baik untuk mengembangkan orang lain. Orang berpengalaman dengan reputasi yang baik untuk membantu orang lain mengembangkan ketrampilannya.

4. Waktu dan energi. Orang yang punya waktu dan energi mental yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan.

5. Pengetahuan yang up-to date. Mereka yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan teknis yang terbaru.

6. Perilaku belajar. Individu yang masih bersedia dan mau belajar dan yang melihat potensi benefit dari sebuah hubungan mentoring.

7. Menunjukkan ketrampilan manajerial (mentoring) yang efektif. Orang yang menunjukkan ketrampilan pelatihan, konseling, fasilitator dan networking yang efektif.

Setelah menentukan minat dan kapasitas sebagai seorang mentor, Anda bisa melihat lingkaran networking untuk menentukan mana yang bisa mendapatkan keuntungan dari bantuan atau bidang keahlian Anda. Ada banyak peluang relawan di sekolah menengah atau komunitas perguruan tinggi, dimana siswa akan mendapatkan keuntungan dengan hubungan mentoring yang kelak bermanfaat bagi hidupnya.

Ingatlah, banyak “mentees” potensial mungkin malu mendekati Anda, mengira Anda terlalu sibuk untuk membantu mereka. Buatlah mereka tahu jika Anda memiliki waktu, dan Anda akan segera terlibat dengan hubungan yang profesional dan personal.

***

Oleh Ivan Misner, Ph.D.,
Sumber: www.entrepreneur.com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com