Memulai Sumber Usaha: Mengelola Usaha Kecil

Jadi Anda mempertimbangkan untuk menjalankan usaha. Ini bisa memberikan keuntungan dan kerugian. Menjalankan usaha Anda sendiri akan memberikan rasa kemandirian dan pencapaian. Anda akan menjadi bos, dan Anda tidak bisa dipecat, meskipun ada hari-hari tertentu dimana anda menikmatinya. Karena Anda bisa menggaji diri sendiri dan keuntungan atau return on investment juga menjadi milik Anda,  maka Anda mengharapkan pemasukan yang baik dari bisnis saat sudah establish. Anda merasa bangga dengan memiliki usaha – seperti  bangga memiliki rumah atau mobil sendiri. Anda mendapatkan kepuasan yang besar dari menawarkan produk atau jasa yang dinilai di pasar.

Dengan menjadi bos, Anda bisa mengadopsi ide dengan cepat. Karena usaha Anda akan menjadi usaha kecil – setidaknya di awal – Anda tidak memiliki organisasi yang besar dan sulit dibenahi, tidak ada direksi dimana Anda bisa minta ijin setiap kali ingin mencoba sesuatu yang baru. Jika ide tidak bisa dijalankan, Anda bisa meninggalkannya dengan cepat. Peluang fleksibilitas ini adalah salah satu aset terbesar dalam berbisnis.

Ada beberapa keuntungan dan kenikmatan dalam menjalankan usaha anda sendiri. Sekarang lihat sisi lainnya. Jika Anda memiliki karyawan, Anda harus memberikan upah tiap minggunya. Anda haruhjs selalu punya uang untuk membayar kreditor – orang yang menjual barang atau material ke Anda, dealer yang melengkapi peralatan, pemilik rumah jika Anda menyewa, biro iklan dimana Anda menempatkan iklan,  dan masih banyak lagi. Semua ini harus dibayar sebelum Anda mempertimbangkan “keuntungan” Anda.

Anda harus menerima tanggung jawab tunggal dalam mengambil keputusan akhir. Kesalahan peniliaian tidak hanya merugikan diri sendiri, tapi juga karyawan, kreditor, serta pelanggan. Terlebih Anda harus bisa berdiri, bertahan sendiri, menghadapi situasi yang sering terjadi di luar kendali.  Untuk mengatasi kemunduran bisnis dan membuat bisnis Anda menguntungkan diperlukan kerja keras yang panjang. Mungkin ini bukan pekerjaan yang ingin Anda kerjakan. Karena karyawan yang telah Anda kembangkan ketrampilannya akan melakukannya. Sekarang, memulai usaha, mungkin Anda mengharapkan menggunakan ketrampilan tersebut selama 40 jam atau lebih dalam satu minggu.  Namun, Anda juga harus melakukan tugas manajemen. Anda harus membuat pembukuan, menganalisa rekaman akuntansi, membuat rencana jangka panjang, menangani ekspedisi, dan ketika semua orang sudah pulang,  Anda masih harus melakukan banyak pekerjaan, bahkan juga harus menyapu lantai.

Saat usaha tumbuh dan menjadi semakin berhasil, Anda tidak perlu melakukan semua aktivitas ini.  Sebagai seorang pemilik – manager, Anda harus – setidaknya saat pertama kali – memberikan aspek teknik  yang Anda ketahui dan  nikmati, dan fokus pada aspek manajemen. Untuk memulai usaha agar sukses, Anda harus menjadi seorang manager bukan operator.

Anda tidak pernah sepenuhnya menjadi bos

Terlepas dari apa yang dipilih – manufaktur, grosir, retail, bisnis jasa – Anda harus memuaskan pelanggan. Jika Anda tidak memberikan apa yang mereka inginkan, mereka akan pergi ke tempat lain dan Anda akan gulung tikar. Jadi setiap pelanggan, atau bahkan pelanggan potensial, adalah bos Anda.  Kreditor juga akan mendikte Anda, dan tindakan pesaing akan mendorong Anda mengambil keputusan yang tidak ingin Anda buat. Pemerintahan lokal dan nasional akan memaksa Anda untuk memenuhi standar tertentu dan mengikuti aturan tertentu. Satu hal yang bisa putuskan sendiri adalah bagaimana Anda memuaskan para bos tersebut.

Apakah Anda tipe yang demikian?

Pertanyaa pertama yang harus Anda jawab setelah mengenali adanya dua sisi prospek dalam mendirikan usaha adalah “Apakah Saya Tipe demikian ?”

Anda akan menjadi karyawan yang paling penting. Lebih penting jika Anda menilai diri sendiri secara obyektif dibandingkan bagaimana Anda menilai calon karyawan. Menilai kekuatan dan kelemahan Anda. Sebagai calon operator usaha, akui bahwa Anda memiliki kelemahan di bidang tertentu dan menutup kekurangan tersebut dengan kembali melatih diri Anda atau menyewa seseorang dengan kebutuhan yang diperlukan.

Sejumlah studi terhadap manajer usaha kecil telah dilakukan selama bertahun-tahun. Banyak yang melihat pada ciri dan karakter yang biasanya muncul di kebanyakan orang yang memulai usaha mereka sendiri. Studi lainnya fokus pada karakteristik yang sering muncul di pemilik-manajer yang sukses.

Pertama, pertimbangkan karakteristik yang membedakan antara orang yang membuka usaha dengan orang yang bekerja untuk orang lain. Studi ini meneliti pemilik usaha yang sukses dan yang gagal, diantaranya ada yang beberapa kali mengalami kebangkrutan. Sebagian lainnya berhasil setelah mencoba yang kedua atau yang ketiga kalinya. Karakteristik yang mereka bagikan bisa dikatakan untuk mempengaruhi orang yang mencoba untuk memulai usaha. Tentu saja tidak semua karakteristik ini muncul disemua pemilik-manajer usaha kecil, tapi hal-hal berikut ini yang paling mendominasi.

Opini dan Sikap yang Kuat

Orang yang memulai usaha mungkin saja anggota parpol tertentu, merasa berbeda karena agama, ekonomi atau isu-isu lainnya. Mereka layaknya orang kebanyakan. Yang membedakan adalah mereka biasanya merasa dan mengekspresikan dirinya dengan lebih kuat. Ini merupakan konsistensi. Jika Anda ingin mengambil resiko dengan uang dan waktu  dalam bisnis, Anda harus memiliki perasaan yang kuat bahwa Anda akan berhasil. Seperti yang Anda lihat nanti, perasaan seperti ini bisa menimbulkan masalah.

Jika ingin memulai usaha sendiri, mungkin Anda memiliki perasaan campur aduk dengan kekuasaan. Anda tahu manajer harus memiliki kekuasaan untuk menyelesaikan segala sesuatunya, tapi Anda tidak nyaman bekerja dibawah seseorang. Mungkin ini sudah menjadi perilaku Anda di sekolah, keluarga atau struktur otoritas lainnya.

Jika Anda ingin membuka usaha sendiri, Anda harus memiliki “Kebutuhan Pencapaian” yang kuat. “Kebutuhan Pencapaian” ini adalah istilah psikologis untuk memotivasi dan biasanya diukur melalui tes. Ini bisa jadi faktor penting dalam kesuksesan.

Seseorang yang tidak terpikir untuk menjalankan usaha, mungkin akan menjuluki Anda dengan julukan si pengambil resiko tinggi, Tapi, mungkin saja Anda sendiri tidak merasakan demikian. Banyak studi yang menunjukkan bahwa banyak pengusaha kecil yang merasa tidak berbeda seperti kebanyakan orang dalam menghindari resiko atau keengganan saat diuji.  Pada pemikiran awal nampak tidak masuk akal karena logika menggambarkan pada kita adanya resiko membuka usaha sendiri. Seorang professor di Ohio pernah menjabarkan kontradiksi ini dengan sederhana. “Ketika seseorang memulai dan mengelola usahanya, dia tidak melihat resiko; dia hanya melihat faktor-faktor yang bisa dikendalikan untuk keuntungannya .”

Jika Anda memiliki sifat-sifat ini, tidak berarti Anda akan sukses, hanya dengan memulai usaha sendiri. Beberapa karakteristik ini bisa menjadi hambatan jika Anda tidak berhati-hati.

Karakteristik yang sering muncul di manajer usaha kecil “sukses”, termasuk, mengendalikan, kemampuan berpikir, kompetensi dalam hubungan kemasyarakatan, ketrampilan komunikasi dan pengetahuan teknis.

Mengendalikan, seperti yang dijabarkan dalam penelitian, adalah terdiri dari tanggung jawab, inisiatif, kegigihan dan kesehatan. Kemampuan menganalisa terdiri dari originalitas, kreatif, kritis, dan kemampuan analisa.  Kemampuan dalam hubungan kemasyarakatan berarti pertimbangan, keceriaan, kerjasama dan kemampuan bernegosiasi. Ketrampilan komunikasi termasuk pemahaman verbal, dan komunikasi secara lisan dan tertulis. Pengetahuan teknis adalah pemahaman manajer tehadap proses fisik dalam menghasilkan barang atau jasa, dan kemampuan menggunakan informasi sesuai dengan tujuan.

Motivasi atau dorongan telah lama dipertimbangkan sejak lama sebagai dampak penting dalam kinerja. Para psikolog sekarang meng-klaim Anda bisa meningkatkan motivasi dan kapasitas pribadi yang akan meningkatkan efektifitas dan peluang kesuksesan anda.  Banyak pengembangan dari pencapaian motivasi tersebut tergantung pada penetapan tujuan yang tepat bagi diri anda sendiri.

Usaha apa yang seharusnya Anda pilih?

Banyak dari Anda yang sudah memutuskan usaha apa yang dipilih. Lainnya masih menunggu jawaban dari konsultan. Apakah Anda sudah memutuskannya atau belum, Anda akan merasa terbantu untuk melanjutkan evaluasi diri ini.

Dimulai dengan meringkas latar belakang dan pengalaman Anda. Termasuk pekerjaan, pendidikan, dan hobi. Kemudian tuliskan apa yang Anda pikirkan dan yang ingin dikerjakan. Apakah sudah sesuai dengan yang sudah Anda kerjakan? Akan sangat membantu jika pengalaman dan pelatihan bisa langsung digunakan dalam usaha baru Anda.

Apa kebutuhan prospek Anda? Bisa saja Anda menghasilkan uang dari hal yang tidak Anda sukai jika ada orang yang mau membayarnya. Sebaliknya, Anda tidak akan pernah menghasilkan uang jika orang lain tidak membutuhkan produk atau jasa yang Anda sediakan, meskipun Anda senang melakukannya. Para ahli mengatakan banyak perusahaan gagal karena mereka terjun di bisnis yang salah daripada karena mereka  “melakukan bisnis dengan salah”.

Membaca, mendengarkan saran pakar, berbagi dengan pengusaha, mencoba menentukan dimana pertumbuhan akan terjadi. Kebanyakan usaha baru hanya bisa mendapatkan pelanggan baru dengan menariknya dari orang lain, atau dengan menarik orang-orang baru untuk memasuki wilayah. Dengan kata lain, jangan memulai usaha kontraktor dimana populasi mulai menurun, sekalipun Anda adalah kontraktor yang handal.

Pada poin ini, cobalah menyesuaikan latar belakang dan minat dengan kebutuhan yang Anda lihat. Jika memang cocok, maka hal yang bagus. Sekarang yang harus Anda lakukan adalah menemukan bagaimana lebih banyak menawarkannya pada pelanggan daripada yang dilakukan kompetitor.

Jika kebutuhan dan latar belakang Anda tidak sesuai, jangan putus asa. Mengikuti pelatihan dengan bekerja di perusahaan yang menyediakan produk atau jasa yang dibutuhkan. Mencari pekerjaan di perusahaan yang tertata dengan baik dan sukses seperti yang Anda dambakan. Kemudian serap pengetahuan manajemen sebanyak mungkin sementara Anda juga mempelajari ketrampilan teknis.

Pendidikan juga bisa membantu. Memang tidak ada persyaratan pendidikan dalam memulai usaha, semakin banyak ilmu yang anda kuasai, semakin terampil Anda.

(Beberapa bidang membutuhkan ijin, sertifikat, bahkan gelar di bidang pendirikan tertentu). Tentu akan banyak membantu jika anda mengikuti kursus pembukuan, penjualan, dan komunikasi.

Adakah kebutuhan atas apa yang ingin Anda jual atau kerjakan? Siapkah Anda memenuhi kebutuhan tsb? Apakah Anda memiliki minat di bidang tersebut? Bisakah Anda belajar apa yang harus Anda kerjakan? Akankah kebutuhan produk atau jasa Anda akan terus berlanjut dan tumbuh?

Kesempatan sukses Anda

Peluang sukses apa yang didapatkan jika Anda terjun dalam bisnis? Bisnis baru selalu menjadi pemula. Banyak yang gagal bahkan berhenti. Kondisi usaha yang buruk selama setahun biasanya diikuti dengan sejumlah besar kegagalan. Secara umum, jumlah perusahaan meningkat seiring dengan peningkatan populasi manusia, total pendapatan personal dan income per capita dan karena faktor-faktor ini meningkat secara reguler, jumlah usaha kecil biasanya meningkat setiap tahunnya.

Pertumbuhan ini bukanlah hal yang buruk. Pada saat yang bersamaan, saat usaha baru lahir, bisnis yang lainnya akan terhenti. Penyebab berhentinya dikarenakan kegagalan bisnis; yang lainnya pengusaha menyerah untuk menghindari atau meminimalkan kerugian dan bukan kegagalan dalam arti yang berat. Alasan lainnya disebabkan pemilik yang meninggal atau pensiun, terputusnya kerjasama, atau bisnis dijual ke pemilik baru.

Usaha yang lebih muda cenderung berhenti terlebih dahulu. Banyak diantaranya yang tidak bisa melalui tahun pertamanya. Nilai penurunan sampai beberapa tahun terakhir menurun secara drastis. Jadi kesempatan sukses Anda meningkatkan ketahanan bisnis Anda yang lebih lama.

Manajemen yang buruk adalah penyebab tunggal terbesar dari kegagalan usaha. Dari tahun ke tahun, 90% dari keseluruhan kegagalan diakibatkan oleh kurangnya pengalaman manajerial dan bakat, seperti  yang dianalisa oleh Dun & Bradstreet, Inc.

Banyak faktor merugikan yang mempengaruhi perusahaan individu dimana pemilik memiliki kendali yang rendah. Dalam kasus yang demikian, manajer yang cerdik biasanya mengubah kesulitan tersebut menjadi sebuah aset. Misalnya, dalam hal pemilik dengan kontrol yang rendah, dengan kondisi bisnis yang secara keseluruhan buruk, relokasi jalan, perubahan yang mendadak, pemindahan barang lama dengan yang baru, atau situasi buruh lokal. Faktor-faktor ini bisa menyebabkan tutupnya sebuah bisnis. Sebuah pasar lokal mengalami penurunan jika pada saat yang bersamaan dibuka pusat perbelanjaan baru. Perubahan mendadak dalam gaya atau pergantian produk yang sudah ada bisa menyulitkan usaha tertentu tapi pintu terbuka untuk yang baru. Situasi karyawan yang kurang menguntungkan di bidang tertentu bisa mempengaruhi situasi lainnya. Kejelian dalam menangkap keuntungan dari perubahan keinginan konsumen dan peningkatan teknologi akan selalu mendapatkan penghargaan.

Analisa terakhir. Apakah manajemen Anda kompeten? Mampukah Anda menilai, dan kemudian memuaskan keinginan konsumen? Bisakah Anda melakukannya dengan akurat dan cepat, lebih dari sekedar kompensasi atas resiko dikarenakan faktor-faktor di balik kendali Anda? Pencapaian yang demikian membutuhkan keahlian manajemen.

Return on Investment Anda

Akankan nilai pengembalian uang yang Anda investasikan dalam bisnis akan lebih besar daripada nilai yang Anda terima jika Anda menginvestasikan uang di tempat lain? Meski keputusan Anda untuk terjun dalam bisnis bukan semata-mata karena alsasan ini, tapi ini adalah faktor yang menarik Anda. Yang seringkali terjadi, orang menginvestasikan uangnya kedalam bisnisnya dengan pemahaman yang salah bahwa pengembalian finansial akan jauh lebih besar daripada pengembalian dari investasi lainnya. Investigasi rata-rata pengembalian tahunan dalam bisnis yang Anda minati mungkin sepadan dengan waktu yang Anda gunakan.

Keputusan Anda untuk terjun dalam bisnis tentunya bukan hanya karena semata-mata untuk keuntungan finansial. Ukuran potensial return on investment mungkin dibayang-bayangi oleh keinginan Anda untuk mandiri, peluang untuk melakukan pekerjaan yang ingin Anda lakukan, kesempatan untuk tinggal di bagian negara atau kota yang Anda sukai, atau perasaan Anda akan lebih berguna bagi komunitas daripada jika Anda bekerja untuk orang lain. Jangan meremehkan pertimbangan yang tidak nampak. Tapi ingatlah, Anda tidak bisa mempertahankan usaha Anda kecuali menerima pengembalian investasi yang sepadan.

***

Sumber: www.bizmove.com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com