7 Sumber Ide Bisnis

Ide bisnis ada di sekitar Anda. Beberapa ide bisnis muncul dari analisa pasar dan kebutuhan konsumen yang sangat detil; lainya berasal dari proses pencarian yang panjang. Jika Anda tertarik memulai usaha, tapi tidak tahu produk atau jasa apa yang Anda jual, dengan mengeksplore beberapa cara ini akan membantu Anda untuk memilih.

1) Menguji ketrampilan Anda dalam mempersiapkan ide usaha

Apakah Anda memiliki bakat atau catatan yang  terbukti bisa diandalkan yang bisa menjadi dasar usaha yang menguntungkan?

Beberapa hari yang lalu, saya berbicara dengan seseorang yang mengelola jasa kebersihan di rumah sakit selama bertahun-tahun. Saat ini dia berhasil menjalankan usahanya sendiri dibidang layanan kebersihan.  Mantan penebang kayu yang saya kenal saat ini mendapatkan penghasilan sebagai seorang seniman; dia menciptakan  “chainsaw sculptures” dari kayu.

Untuk menemukan ide bisnis yang bisa dijalankan, tanyakan pada diri Anda, “Apa yang sudah saya kerjakan? Apa yang bisa saya kerjakan? Akankan orang bersedia membayar produk atau jasa saya?”

2) Mengetahui informasi terbaru dan siap mengambil peluang usaha

Jika Anda rutin membaca atau melihat berita dengan tujuan menemukan ide bisnis, Anda akan terkejut dengan banyaknya  peluang bisnis yang diciptakan oleh otak Anda. Mengetahui berita terbaru akan membantu Anda mengidentifikasi kecenderungan pasar, mode baru, berita industri – dan terkadang beberapa ide baru dalam peluang usaha.

3) Menemukan produk atau jasa baru

Kembali berpikir 30 tahun yang lalu.  Adakah permintaan software anti virus yang besar, Internet Service Provider, atau komputer desktop? Tidak! Kunci ide bisnis untuk produk atau layanan baru adalah dengan mengetahui kebutuhan pasar yang belum dipenuhi.  Kebutuhan keamanan yang meningkat, misalnya, telah mengarahkan pada ledakan produk atau jasa keamana baru, mulai dari mesin penindai mata sampai jasa keamanan rumah.

Lihat sekeliling dan tanyakan diri Anda, “Bagaimana situasi ini bisa diperbaiki?” Tanyakan pada orang lain tambahan jasa yang mereka inginkan. Fokus pada target market dan brainstorming ide layanan yang diminati kelompok.  Misalnya, orang usia lanjut yang berkebun di Amerika Utara. Produk atau jasa apa yang bisa Anda ciptakan sehingga mereka bisa berkebun lebih lama dan lebih mudah ?

4) Menambahkan nilai pada produk yang sudah ada

Perbedaan antara kayu mentah dan olahan adalah contoh yang baik untuk meletakkan produk dalam proses tambahan yang bisa menambahkan nilai, tapi proses tambahan bukanlah satu-satunya cara untuk memberikan nilai tambah. Anda bisa menambahkan servis, atau menggabungkan produk satu dengan produk yang lain. Misalnya, sebuah perkebunan lokal juga menawarkan layanan antar sayuran yang dihasilkan; dengan mengirimkan sekotak sayuran segar yang diantar kerumah pelanggan setiap minggunya.

Ide bisnis yang bagaimana yang bisa Anda kembangkan? Fokus pada produk  apa yang ingin Anda beli dan apa yang bisa Anda lakukan terhadapnya atau memberikan penambahan untuk menciptakan bisnis yang menguntungkan.

Setelah Anda mengembangkan kerangka kewirausahaan dalam pikiran, Anda akan melihat bahwa menemukan ide bisnis semudah menemukan daun di pohon.

5) Investigasi pasar lainnya

Beberapa ide bisnis tidak sesuai dengan konsumsi lokal tapi sangat menarik pasar luar negeri. Kota kecil dimana saya tinggal dikelilingi oleh ladang blueberry liar. Selama bertahun-tahun tanaman tersebut menjadi sasaran makanan burung dan beruang; B.C. yang memiliki industri blueberry yang berkembang tidak meninggalkan ruang kosong untuk pasar blueberry liar. Tapi seorang pengusaha menyadari adanya permintaan yang tinggi terhadap produk tersebut seperti Jepang – dan saat ini blueberry sejenis dipanen dan dikapalkan.  Menemukan budaya lain dan mencari peluang pasar lain adalah cara yang baik untuk menemukan ide bisnis.

6) Meningkatkan produk atau jasa yang sudah ada

Anda tahu apa yang dikatakan orang lain pada orang yang mengembangkan perangkap tikus. Bisa jadi Andalah orangnya! Seorang pengusaha lokal telah menciptakan hula hoop versi terbau; lebih besar dan berat sehingga pengguna bisa mengendalikannya dengan mudah dan melakukan banyak trik. Bagaimana ide bisnis ini muncul? Menurutnya, bermain hula hoop adalah hal yang menyenangkan jika dimainkan dengan anak perempuannya.

Ada beberapa produk (atau jasa) yang tidak bisa ditingkatkan. Mulai mengelola ide bisnis dengan melihat produk atau jasa yang Anda gunakan dan brainstorming ide untuk melihat bagaimana bisa mengembangkannya.  .

7) Mengendarai “Kereta Musik”

Terkadang pasar bergejolak dengan alasan yang tidak jelas; banyak orang yang tiba-tiba “menginginkan” sesuatu, dan hasilnya, permintaan tidak bisa segera dipenuhi.  Misalnya, saat  epidemi SARS, adanya permintaan masker yang tidak ada habis-habisnya di beberapa negara- dan banyak pengusaha yang memanfaatkan ide bisnis ini.

“Dampak kereta musik” juga diciptakan oleh tren sosial yang lebih besar. Ada banyak permintaan layanan perawatan di rumah untuk orang lanjut usia daripada jasa yang tersedia. Dan tren memperlakukan binatang peliharaan sebagai anggota keluarga juga berlanjut, menciptakan pasar untuk jasa yang terkait dengan hewan peluharaan yang tidak ada sepuluh tahun yang lalu.

Lihat bisnis dan produk serta layanan yang mereka tawarkan dan tentukan jika ada kebutuhan yang lebih terhadap produk atau jasa tersebut. Jika ada, kembangkan ide bisnis untuk memenuhi gap pasar.

Apakah Anda sudah memiliki ide yang meluap-luap sekarang? Tuliskan ide bisnis Anda. Berpikiran terbuka dan terus menilai segala sesuatu yang Anda baca dan dengar dari pandangan pengusaha. Anda tidak ingin menjalankan ide bisnis yang pertama kali Anda pikirkan; Anda ingin menemukan ide terbaik yang sesuai dengan ketrampilan dan hasrat Anda. Mimpikan, pikirkan, rencanakan – dan Anda akan siap mewujudkan ide bisnis kedalam usaha yang Anda inginkan.

***

Sumber: www.about.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com