Menciptakan Transisi Dari Bisnis Tradisional Ke Bisnis Profesional

Namun, terdapat ironi. Pada titik transisi ini —tepatnya yang ingin anda raih—adalah dimana banyak usaha kecil mengalami masalah. Karena ketika ketrampilan wirausaha dapat diterapkan untuk menciptakan dan membangun bisnis baru, namun tidak cocok diterapkan untuk transformasi bisnis menjadi perusahaan jangka panjang.

Ketika bisnis mengalami pertumbuhan di tahap awal, ramuan yang ada dibuat untuk memenangkan start menjadi ramuan bencana. Disini para pengusaha sering membuat kesalahan besar. Seperti yang dikatakan oleh Bill Gates, “Sukses adalah guru yang buruk. Yang menggoda orang cerdas untuk berpikir bahwa mereka tidak bisa kalah. “

Orang cerdas pun bisa mengalami kekalahan. Dan setiap hari banyak terjadi pada pengusaha. Kuncinya adalah dengan memahami daur hidup bisnis dan bagaimana bergerak dari satu tahapan daur hidup ke tahap berikutnya. Transisi adalah bagian alami dari sebuah proses. Perusahaan yang berekspansi dengan cepat dapat mengembangkan infrastrukturnya dengan cepat. Tiba-tiba gaya manajemen informal yang sebelumnya bekerja dengan baik diawal, tidak lagi sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan. Infrastruktur organisasi yang ada tidak dapat mendukung tahap pertumbuhan selanjutnya, dan terjadi penurunan.

Kenyataannya, pertumbuhan yang cepat dan ekspansi tempat adalah sumber yang luar biasa. Gap antara infrastruktur yang akan anda perlukan dan yang telah disusun menjadi bukti yang menyakitkan. Jika bisnis anda harus berhasil, anda memerlukan sistem dan proses yang akan menstabilkan perusahaan anda dan mendukung pertumbuhan di masa datang. Inilah mengapa strategi transisi yang terencana dengan baik begitu penting.

Di banyak kasus, dimana bisnis dijalankan secara tradisional, menajemen lebih cepat tumbuh – dan mendorong inovasi dan kurang mendorong profit. Penekanannya pada kreatifitas dan inovasi daripada struktur atau operasional. Perencanaan adalah hal yang sembrono daripada sistematis. Struktur organisasi ditentukan dengan longar. Anggaran adalah implikasi. Intinya, bisnis yang dijalankan dengan tradisional adalah sebuah usaha yang dewasa di daur hidup bisnis, mengejar pertumbuhan, dan peluang, namun sangat memerlukan stabilisasi.

Sebaliknya, organisasi yang dijalankan secara profesional dengan sistem yang formal , dikembangkan dengan cermat and proses serta disiplin, pendekatan yang berorientasi pada profit dalam melakukan bisnis. Di dalam organisasi yang ditangani secara profesional, teknik manajemen telah berkembang dibalik spontanitas, tipikal mental saat permulaan. Gaya manajemen telah ditetapkan. Organisasi yang ditangani secara profesional lebih demokratis (tipikal konsultatif atau partisipatif). Usaha yang ditangani secara profesional berlandaskan sasaran yang dikomunikasikan dengan jelas, harapan-harapan dan akuntabilitas.

Untuk menguasai skill kewirausahaan, pengusaha harus memiliki dan menerapkan sistem, mengembangkan proses, dan mempekerjakan orang yang dapat mengarahkan perusahaan di masa datang. Transisi ini memerlukan perencanaan, pertemuan, sistem yang formal, dan peran, tanggung-jawab, serta proses yang ditetapkan dengan jelas.

Langkah pertama untuk menguasai skill dari bisnis tradisional menjadi bisnis yang profesional, adalah dengan mengenali bahwa bisnis telah mencapai tahapan baru di dalam daur hidup bisnisnya. Langkah kedua adalah dengan mengetahui saat yang tepat untuk perubahan. Langkah ketiga adalah dengan mendata bantuan dari penasehat bisnis yang membantu anda dalam transisi.

Dengan penasehat bisnis profesional, anda mendapatkan diagnosa bisnis keseluruhan yang akurat dan tidak bias. Kemudian hanya anda yang dapat mengembangkan dan menerapkan strategi yang efektif dalam transisi dari usaha tradisional menjadi bisnis profesional. Penasehat bisnis profesional mendampingi anda dalam mengembangkan dan menerapkan berikut ini:

• Menilai infrastruktur organisasi anda untuk menetapkan seberapa baik sistem , proses yang ada dan menyusun kebutuhan dukungan dimasa datang.

• Mengetahui dimana arah anda sehingga anda dapat mengkomunikasikan arah perusahaan yang dituju dalam pengembangan mendatang pada karyawan anda .

• Merancang rencana pengembangan yang memetakan bagaimana anda akan membangun kompetensi yang dibutuhkan untuk tahap pengembangan selanjutnya.

• Menciptakan atau meninjau ulang rencana bisnis anda dan menggunakannya untuk memandu dan memonitor kemajuan anda.

• Mengembangkan pelatihan dan program mentoring untuk memperkuat kemampuan tim manajemen.

• Menerapkan sistem yang realistis untuk perencanaaan, penyusunan, pengolahan dan meningkatkan akuntabilitas.

• Menstandarkan berbagai proses yang beragam untuk efisiensi terbaik.

• Menetapkan peran dan tanggung jawab masing-masing karyawan.

• Menetapkan dan mengkomunikasikan sasaran, tujuan, ukuran, dan penghargaan pada pemegang saham.

• Biarkan ahli melakukan pekerjaannya.

Ketika transisi terjadi, dari perusahaan tradisional menjadi usaha yang dikelola secara profesional, pendiri/pemilik biasanya seperti berada di persimpangan. Sebagai pemilik, anda perlu mempertimbangkan apakah anda perlu sejenak menoleh ke belakang dan menyerahkan segala sesuatunya ke tim manajemen profesional? Atau, haruskan anda tetap tinggal dan berupaya untuk mengadopsi gaya manajemen yang lebih terstruktur?

Keputusan ada ditangan anda. Namun, perlu diingat, bahwa ketrampilanlah yang diperlukan untuk menghasilkan konsep bisnis… identifikasi pasar mengembangkan produk atau jasa …dan menyusun sumber dan operasi untuk dihadirkan ke pasar bukanlah ketrampilan yang sama yang diperlukan untuk menuntun perusahaan di masa datang.

Oleh: Terry H Hill

Seorang penulis, pembicara, dan konsultan, Terry H. Hill adalah pendiri dan managing partner dari Legacy Associates, Inc., sebuah perusahaan konsultan bisnis yang berbasis di Sarasota, Florida. Sebagai chief eksekutif, Terry langsung bekerja dengan pemilik perusahaan pribadi terkait dengan isu dan tantangan yang mereka hadapi di setiap tahap lingkar-hidup perusahaan

Diterjemahkan oleh: Iin untuk pengusahamuslim.com