Ted For Android: Jendela Ke Ribuan Video Inspiratif Tentang Teknologi Dan Bisnis

Selain sebagai sumber informasi, internet juga dikenal sebagai salah satu sumber inspirasi. Dari miliaran situs yang ada di dunia maya, mungkin ted.com adalah salah satu yang bisa dikategorikan sebagai keduanya; sumber informasi sekaligus sumber inspirasi. Untuk para pengguna Android, kita sudah tidak perlu bersusah payah lagi membuka browser kalau hanya ingin menonton video-video dari sana, karena TED sudah membuatkan aplikasi khususnya untuk platform ini. I’ll cover that here.

Sebelum saya mereview aplikasi TED for Android, mungkin sebaiknya saya bercerita sedikit tentang TED dulu. So what is TED? TED sebenarnya adalah kependekan dari Technology, Education, Design. TED adalah nama dari sebuah event yang mempertontonkan para tokoh-tokoh di ketiga bidang tersebut dengan temuan-temuan terbarunya. Temuan ini bisa berupa benda yang riil seperti software dan hardware, tetapi bisa juga sebuah teori atau pandangan-pandangan baru terkait dinamika sosial dan ekonomi yang sedang terjadi di dunia sekitar kita saat ini. Untuk para pengusaha muslim, saya akan merasa sedih kalau inspirasi-inspirasi besar yang ada di situs TED.com tersebut terlewat begitu saja. Oleh karena itulah, saya antusias sekali ingin membagi kesan-kesan saya terhadap acara yang sudah mengglobal ini.

TED App

Melalui ribuan videonya, situs TED.com mampu memberi banyak wawasan mendalam kepada para pengunjungnya tentang berbagai topik. Mulai dari kesehatan, ekonomi, statistik, teknologi, sosiologi, hingga seni dan budaya. Dalam video-video tersebut, para penikmat situs dimanjakan dengan wawancara, presentasi, dan demo yang diberikan oleh tokoh-tokoh terpilih yang dianggap mumpuni di bidangnya. Di samping sudah dianggap “capable” di dunia kerjanya, beberapa tokoh yang tampil di TED juga seringkali merupakan tokoh yang dianggap sebagai pendobrak. Sebut saja Markus Fischer dengan burung terbangnya, atau Marco Tempest dengan sulap-sulap teknologinya, atau seorang mahasiswa India bernama Pranav Mistry yang bisa memotret menggunakan tangannya. Subhanallah. I am not kidding here everybody.

Featured

Baiklah, sekarang waktunya masuk ke aplikasinya. Saat pertama kali menekan shortcut aplikasi TED, para pengguna akan disuguhi dengan tiga panel atau tab utama: Featured, All talks, dan My Talks. Di dalam panel Featured, ada dua sub tab, yakni “New” dan “Popular”. Di tab “New”, kita bisa menikmati video-video terbaru yang sudah diunggah ke situs TED.com. Perlu pembaca ketahui bahwa ada jeda yang tidak bisa ditentukan secara pasti antara acara TED dengan diunggahnya rekaman video dari acara tersebut ke situs ini. Tapi sejauh pengamatan saya, setiap video yang sudah diunggah biasanya sudah melewati level editing dahulu sehingga bisa lebih mudah untuk dinikmati oleh penggunanya. Beberapa efek seperti replay, zooming in dan zooming out, plus subtitle adalah beberapa ekstra yang tentu saja akan sulit ditemui kalau kita menonton TED secara langsung.

Di sebelah panel NEW, ada panel “POPULAR”. Seperti namanya, di sinilah ditampilkan semua video yang mendapatkan perhatian paling banyak dari para pengunjung TED. Saat saya menerbitkan tulisan ini, video terpopuler masih dipegang oleh presentasi Gary Kovacs yang berjudul “Tracking the trackers”. Di dalam video ini, Gary yang sehari-hari menjabat sebagai CEO Mozilla Corporation, organisasi pembuat Firefox, mendemokan sebuah add on yang bisa melindungi para pengguna browser dari skrip-skrip para “tracker”. Di situs pengusaha muslim sendiri, saya pernah membahas dua add on untuk Chrome yang bisa melakukan hal serupa; Do not track plus dan disconnect.me. Tapi saya yakin, presentasi dari Gary Kovacs tentu jauh lebih mendalam lagi ketimbang tulisan saya. Apabila Anda adalah pengusaha muslim yang banyak terlibat dengan jual-beli online, saya rasa video tersebut layak untuk ditonton sekarang juga.

Di dalam tulisan sebelumnya, saya sudah membahas tentang salah satu Tab utama yang ada di aplikasi TED for Android. Nah sekarang, saya akan membeberkan sisanya lengkap dengan kisah tentang ilmuwan hebat di era keemasan Islam yang patut untuk masuk ke dalam TED tapi sayang tidak sempat. Siapakah dia? Semoga Anda semua penasaran. Sang ilmuwan ini mungkin pantas dijuluki sebagai superman di abadnya. 

All Talks

Persis di samping tab Featured, ada tab All Talks. Di tab ini, para pembaca akan disuguhi tiga sub tab; Tags, Themes, Ratings. Dari penamaan sub tab ini, saya yakin pembaca bisa menebak isi masing-masing tab. Di dalam tab Tags, TED menyediakan semua link berisi video-video yang dikategorikan berdasarkan tag. Tag-tag ini dibagi berdasarkan abjad mulai dari A yang salah satu tagnya disebut “Adventure” sampai dengan Y yang terisi satu tag dengan nama “Young”. Berapa jumlah semua tag ini? Maaf saya tidak mau menghitungnya karena terlalu banyak. 

Di samping sub tab “Tags” ada “Themes”. Di dalam sub tag ini, TED mengkategorikan videonya berdasarkan tema-tema konten. Ada yang bertemakan “A Greener Future?”, “Animals that Amaze”, “Media With Meaning”, “Presentation Inovation”, “Rethinking Poverty” hingga “Words about Words”. Bagi para pemirsa TED yang sedang mencari inspirasi terkait tema-tema generik, saya rasa sub tag Themes bisa lebih membantu ketimbang Tags yang sudah terlalu khusus. 

Untuk mereka yang menggunakan TED tanpa ada maksud dan tujuan, mungkin akan terbantu dengan sub tab yang satu ini, “Ratings”. Di sini, para pemirsa bisa melihat koleksi video-video TED berdasarkan rating yang sudah diberikan oleh pemirsa-pemirsa TED sebelumnya. Dengan demikian, Anda yang berstatus sebagai pengunjung baru kemungkinan besar akan langsung bisa mendapatkan “insight” terkait video-video TED yang sudah mempesona para pengunjung sebelumnya.

My Talks

Terakhir di tab “My Talks”, Anda akan menjumpai dua sub tab; Downloads dan Bookmarks. Saya akan langsung menjelaskannya sekarang juga karena say seringkali berinteraksi dengan kedua sub tab ini. Di sub tab “Downloads”, kita bisa melihat sekaligus menyaksikan video-video dari TED yang sudah kita unduh, baik itu dalam format FLV maupun MP3 (bila kita menyimpan video daei TED sebagai berkas audio semata). Di sebelah sub tab ini, ada sub tab “Bookmarks”. Nah kalau yang satu ini berfungsi untuk menyimpan semua video-video TED yang sudah Anda bookmark atau tandai. Karena boleh jadi ada satu-dua video yang mungkin sudah menarik minat Anda tapi Anda belum berkesempatan untuk melihat atau mengunduhnya. Sekali klik “bookmark”, maka video yang ada di TED akan langsung masuk ke sub tab ini. It is very easy! 

Penutup

Di Majalah Hidayatullah edisi Juli 2011 dengan tema “Cerdas Sejati, Cerdas Ukhrawi”, saya membaca sebuah kisah yang sangat bagus di halaman 44 tentang Ibnu Firnas. Mungkin di antara para pembaca pengusaha muslim sudah ada yang tahu siapa beliau. Tapi saya lebih yakin kalau lebih banyak di antara kita yang justru belum tahu tentang ilmuwan arab kelahiran kota Korah Takrna dengan Spanyol ini. Menurut Philip K. Hitti, penulis buku “History of The Arabs”, Ibnu Firnas adalah manusia pertama dalam sejarah yang melakukan percobaan ilmiah untuk melakukan penerbangan secara praktis (baca: tidak hanya konseptual). Salah satu eksperimen heboh yang dilakukan oleh Ibu Firnas adalah dengan melompat dari sebuah menara di kota Cordoba, Spanyol dengan bantuan sebuah “pesawat” yang sudah dirakitnya sendiri. Hasilnya? Syukur alhamdulillah beliau tidak tewas, bahkan berhasil. Peristiwa bersejarah yang dilakukan oleh Ibnu Firnas ini terjadi pada tahun 875 M atau ratusan tahun sebelum Da Vinci mulai melukis konsep kendaraan terbangnya sendiri atau ribuan tahun sebelum Wright Bersaudara banting setir dari pebisnis sepeda menjadi kontraktor pesawat, yang berhasil.

Nah sekarang kita sudah berada di tahun 2012. Dan saya sangat kecewa karena tidak bisa melihat rekaman ujicoba “manusia burung tanpa sayap” itu. Di masa mendatang nanti, mungkin salah satu tanggung jawab dengan status “fardhu kifayah” bagi umat muslim adalah untuk mendokumentasikan temuan-temuan saudaranya sendiri. Tujuannya jelas, supaya nanti di masa depan kelak generasi-generasi penerus kita juga tahu apa-apa saja yang sudah kita capai dan apa-apa saja yang belum. Dan membuatkan sebuah acara seperti TED beserta aplikasi Androidnya adalah langkah awal yang bagus. Hmmm, kira-kira siapakah diantara kita yang mau memulainya? Atau mungkin sudah ada, tapi saya tidak mengetahuinya. Mohon tinggalkan komentar bila berkenan. 

Semoga berkenan. Terima kasih.