|
Ditulis oleh Ibnu Munzir on Sabtu, 15 Agustus 2009 14:19
| Dibaca : 3432 kali
|

Saudaraku! Coba Anda bertanya kepada diri sendiri: Untuk apakah aku bekerja dan mencari harta? Saya yakin jawabannya ialah agar dapat hidup enak dan bahagia. Akan tetapi apa pendapat Anda bila ternyata pekerjaan dan penghasilan Anda malah menyebabkan Anda sengsara? Akankah Anda meneruskan pekerjaan dan penghasilan Anda itu? Dan apakah perasaan Anda bila ternyata harta yag berhasil Anda kumpulkan tidak mendatang kebahagian bagi Anda, alih-alih malah menyebabkan Anda menderita dan sengsara? Renungkan baik-baik saudaraku!
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh Ibnu Munzir on Sabtu, 15 Agustus 2009 00:29
| Dibaca : 3952 kali
|
Saudaraku, kali ini saya mengajak saudara untuk sedikit merenungkan berbagai keuntungan yang akan Anda peroleh jika Anda mencukupkan diri dengan rizki yang halal. Sebagaimana saya juga mengajak saudara untuk sedikit meninjau berbagai kerugian yang akan Anda derita bila Anda melanggar batasan-batasan Allah Ta'ala dalam hal halal-haram.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh Abdul Aziz on Senin, 23 Februari 2009 03:42
| Dibaca : 3295 kali
|
Manusia umumnya gemar menumpuk atau menimbun harta. Namun mungkin tak pernah disadari bahwa harta mereka yang hakiki adalah yang disuguhkan pada kebaikan. Banyak orang berlomba-lomba mencari harta dan menabungnya untuk simpanan di hari tuanya. Menyimpan harta tentunya tidak dilarang selagi ia mencarinya dari jalan yang halal dan menunaikan apa yang menjadi kewajibannya atas harta tersebut, seperti zakat dan nafkah yang wajib.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh Abdul Aziz on Jumat, 13 Februari 2009 23:42
| Dibaca : 2254 kali
|
Perintah bekerja telah Allah wajibkan semenjak nabi yang pertama, Adam Alaihi Salam sampai nabi yang terakhir, Muhammmad SAW . Perintah ini tetap berlaku kepada semua orang tanpa membeda-bedakan pangkat, status dan jabatan seseorang. Berikut ini akan di nukilkan beberapa dalil dari Al-Qur"an dan Sunnah tentang kewajiban bekerja.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh superadmin on Jumat, 13 Februari 2009 00:50
| Dibaca : 2038 kali
|
"Tangan yang bagian atas - yang memberi - adalah lebih mulia daripada tangan yang bagian bawah -yang diberi. Dan dahulukanlah dalam pemberian itu kepada orang-orang yang menjadi tanggunganmu - yakni yang wajib dinafkahi. Sebaik-baik sedekah ialah yang diberikan di luar kebutuhan - yakni keadaan diri sendiri dan keluarga sudah dicukupi. Barangsiapa yang enggan meminta, maka Allah akan memberikan kecukupan padanya dan barangsiapa tidak membutuhkan pemberian manusia, maka Allah akan memberikan kekayaan padanya."
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh superadmin on Rabu, 28 Januari 2009 19:54
| Dibaca : 2286 kali
|
Al Imam an-Nawawi di dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" telah menulis
satu bab, yaitu "Keutamaan Fakir". Ada sebagian peneliti kitab ini yang
menggarisbawahi bab tersebut, yakni berkaitan dengan ucapan imam
an-Nawawi tentang keutamaan fakir. Dia berkata, "Bagaimana seorang
fakir memiliki keutamaan sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
telah berlindung kepada Allah dari kefakiran?"
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh superadmin on Kamis, 25 Desember 2008 13:30
| Dibaca : 5386 kali
|
Banyak yang bertanya mengapa sudah berusaha bekerja dengan keras dan
pintar, mencoba berbagai strategi bisnis terbaru, namun tetap saja
hasilnya tidak memuaskan, apakah saya sudah ditakdirkan untuk mempunyai
rezeki yang sedikit atau ada sebab - sebab lainnya ? Sebelum
menyatakan ini adalah takdir saya, sebaiknya lakukan introspeksi diri
jangan-jangan kita terjatuh kedalam kesalahan yang disinggung oleh
hadits berikut ini.
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
Ditulis oleh superadmin on Selasa, 16 Desember 2008 14:15
| Dibaca : 1897 kali
|
Sebagian orang menganggap bahwa tawakkal adalah sikap pasrah tanpa
melakukan usaha sama sekali. Contohnya dapat kita lihat pada sebagian
pelajar yang keesokan harinya akan melaksanakan ujian. Pada malam
harinya, sebagian dari mereka tidak sibuk untuk menyiapkan diri untuk
menghadapi ujian besok namun malah sibuk dengan main game atau hal yang
tidak bermanfaat lainnya. Lalu mereka mengatakan,"Saya pasrah saja,
paling besok ada keajaiban."
|
|
Selengkapnya...
|
|
Section: Fatwa dan Nasehat Agama -
File Under: Masalah Rezeki |
|
|
|
|
|
|
|
Hal 1 dari 4 |