Memimpin Dengan Integritas

Memimpin di lingkungan global yang serba cepat, canggih memberikan banyak tantangan. Kita telah melihat sejumlah contoh di beberapa tahun yang lalu dimana pemimpin gagal mengelola bisnis, kekurangan dukungan moral untuk melakukan hal yang benar.

“Mengapa dukungan moral menjadi hal yang sangat penting disaat ini? Secara terpisah karena kita melihat banyak contoh buruk – dalam setting korporat dan legal, dalam politik dan olah raga serta hiburan baik hubungan personal dan sosial. Tapi ada hal lain, alasan yang lebih dalam. Jika dorongan ada didalam nilai inti kemanusiaan, kita harus menemukan cara untuk mengekspresikannya, mendukung, dan mengajarkannya,” Ini seperti yang ditulis Rushworth M Kidder. dalam “Moral Courage”, seorang presiden Institute for Global Ethics, sebuah organisasi yang dia dirikan untuk mengajarkan tindak etis dalam konteks global. Kata-kata dia membuat saya berpikir tentang organisasi dimana saya bekerja dan pentingnya mengembangkan dan mendukung kepemimpinan yang etis.

Tips Kepemimpinan yang etis

1. Memimpin dengan contoh. Poin ini diilustrasikan dengan baik melalui kata-kata bijak seorang teman baik yang berbagi dengan saya, “apa yang kamu bicarakan dengan sangat keras, saya tidak bisa mendengar apapun yang kamu katakan .” Tanpa memandang artikulasi Anda, tindakan Anda adalah apa yang akan diikuti orang lain. Tanya diri Anda: Contoh apa yang saya berikan pada orang lain ?

2. Membawa integritas di garis depan. Membahas etika secara terbuka dalam dialog dan diskusi seputar etika untuk menciptakan budaya integritas. Komunikasi terbuka membantu menetapkan standar yang Anda ingin orang lain ikuti serta membantu membangun budaya kepercayaan. Tanyakan diri Anda: Apakah saya memberikan kontribusi kepercayaan dan integritas di lingkungan saya ?

3. Ikuti arah etika disetiap keputusan. Perjelas apa yang menjadi konstitusi perilaku etis. Terapkan nilai-nilai inti ketika membuat keputusan untuk membantu Anda ke arah yang etis. Tanyakan diri Anda: Apakah keputusan ini etis ?

“Memiliki etika personal tidaklah cukup. Pemimpin harus memiliki kekuatan untuk berdiri tegak terhadap apa yang mereka ketahui itu benar “.

Dalam program saya, menciptakan budaya berbagi nilai, pemimpin dan timnya bekerja sama untuk menentukan dan menerapkan nilai-nilai terpenting dalam korporat. Ini adalah latihan yang powerful untuk menetapkan dasar kepercayaan serta landasan yang solid untuk team work serta mengenalkan perilaku etis dalam bisnis. Ketika karyawan belajar untuk “menghidupkan” nilai-nilai dalam aktivitas sehari-hari di tempat kerja, mereka mengembangkan hubungan kerja yang lebih dekat yang akan memberikan benefit pada organisasi melalui peningkatan produktivitas, efisiensi dan moral . Mereka juga belajar membuat keputusan berdasarkan nilai-nilai yang dibagi dan mengarah pada integritas.

Oleh: Pat Morgan, MBA
Sumber: www.impactarticles.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusaha Muslim.com