Kenapa Pns Justru Harus Berbisnis? (bagian 3)


Kenapa Pns Justru Harus Berbisnis? (bagian 3)

Di bagian pertama, saya menyarankan para PNS untuk berbisnis sebagai salah satu cara untuk memenuhi nafsu yang melebihi gaji pokoknya. Sementara di bagian kedua, saya menganjurkan PNS untuk berbisnis sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan waktu luangnya. Khusus di bagian ketiga ini, saya akan memberi Anda sebuah alasan yang super unik. Apakah itu? Sim salabim ... rizkinya lancar barangnya laris, keep reading please.

Alasan yang saya maksud adalah .... 

INTERNET.

Percaya atau tidak, internet adalah sebuah keajaiban untuk kita semua. Terlebih untuk mereka yang mengerti dan sudah memanfaatkannya. Saya akan beri Anda beberapa contoh konkrit untuk membuktikan pernyataan saya tadi. Pertama, sebelum ada internet, umumnya kita sering mengirimkan surat-surat penting berisi teks menggunakan jasa kantor pos atau perusahaan kargo lainnya yang cenderung membutuhkan berjam-jam, berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan, tapi saat ini, semua surat dengan tipe yang sama sudah bisa dikirimkan melalui email dalam waktu satu atau dua detik saja. Dan ini berlaku di seluruh dunia. Jadi bila Anda ingin mengirimkan surat berisi teks dari Jakarta ke New York atau London, Anda sudah tidak perlu menunggu lama sampai surat Anda terkirim ke tujuan. Just a couple of seconds and there you go .... Tidak hanya cepat, aplikasi email biasanya juga memberikan fitur tembusan, yakni CC (carbon copy) atau BCC (Blank Carbon Copy) yang akan memudahkan Anda mengirimkan sebuah surat yang sama ke beberapa penerima sekaligus, di manapun mereka berada, kapanpun mereka bisa. It's that easy. 

Setelah email yang bisa menghemat sampai jutaan rupiah dan jutaan detik waktu umat manusia, contoh keperkasaan internet lainnya adalah toko online atau online store atau e-store. Untuk urusan perdagangan online atau e-commerce, Amazon.com adalah contoh yang paling bagus. Di negeri asalnya, Amerika Serikat, situs ini sudah menjadi bukti dari meledaknya tren dunia perdagangan online yang bisa memberikan efek besar terhadap bisnis di dunia offline. Salah satunya terjadi di dunia perdagangan buku dan majalah. Dahulu sebelum ada Amazon, orang-orang Amerika Serikat cenderung membeli buku dengan cara mengunjungi toko seperti Barnes and Noble (boleh dianalogkan dengan Toko Buku Gramedia kalau di Indonesia) atau sejenisnya. Toko konvensional seperti Barnes & Noble hanya bisa menyediakan koleksi bukunya sebatas jumlah rak yang mereka sediakan di gedung atau bangunan yang dijadikan toko. Selain itu, toko ini juga tidak dibuka selama 24 jam. 

Tapi Amazon.com beda. Toko online yang dibangun oleh Jeff Bezos ini buka selama 24 jam per hari setiap minggunya. Tidak pernah libur. Hanya karyawan yang libur, tapi tokonya tidak pernah. Sedetikpun. Jadi kalau Anda sedang ingin membeli buku pada pukul 01.00 AM dini hari dari tempat tidur Anda, Barnes & Noble mungkin sudah tutup, tapi Amazon.com masih hidup dan siap melayani Anda. Barang yang Anda pesan biasanya akan sampai dua atau tiga hari setelah pengiriman. Tidak seperti toko buku atau toko konvensional, Amazon.com tidak perlu menyediakan ribuan pelayan di tokonya. Mereka memang memiliki karyawan yang bertanggung jawab di telepon dan email untuk melayani keluhan atau pertanyaan pelanggan, tapi tentu tidak sebanyak toko konvensional.

PNS bisa mengambil keajaiban Amazon

Bila Anda termasuk salah satu dari 4 jutaan PNS di Indonesia, maka saya sangsi kalau Anda punya cita-cita yang sama seperti apa yang dimiliki oleh Jeff Bezos. Meskipun saya juga tidak akan menggugatnya kalaulah memang demikian. Tapi saya yakin bahwa Anda sepertinya bisa mengambil "karakteristik utama" yang dimiliki oleh Amazon untuk kepentingan Anda sendiri; jualan online! Yups, toko online yang selalu buka selama 24 jam per hari per minggu. Dengan kata lain, di saat Anda menikmati hari-hari kerja Anda sebagai PNS, Anda juga tetap bisa mengurus toko online Anda sepulangnya dari dinas atau SKPD tempat Anda bekerja. Asyik bukan? Pada jam 07.00 AM - 17.00 PM, Anda bisa memfokuskan diri di kantor, tapi setelah itu, Anda bisa sesekali mengecek penawaran dari calon-calon pembeli Anda. Entah itu melalui email, SMS, facebook fan page, maupun BBM Anda. 

....

Sebelum Anda membuka toko online, Anda yang berstatus sebagai PNS mungkin disesaki dengan berbagai tanda tanya. Sebagai seorang penulis, saya akan mencoba menebak beberapa tanda tanya tadi sekaligus menjawabnya. Membuka toko online sebenarnya tidak sama dengan soal matematika, jadi perlu diperhatikan bahwa jawaban saya bukanlah suatu yang mutlak adanya. Jawaban ini hampir semuanya saya dapatkan dari hasil terjun langsung ke medan dagang. Jadi bila Anda merasa memiliki jawaban lainnya, maka penulis tentu tidak keberatan.

Bagaimana kalau saya sedang dinas ke luar kota?

Selain bisa dibuka selama 24 jam, toko online milik Anda juga bisa diurus dari mana saja sepanjang memiliki koneksi internet. Jadi bila Anda berstatus sebagai PNS di Pemda Kabupaten Gorontalo, Anda tidak akan terhalangi untuk memeriksa keadaan toko Anda bila pada suatu waktu atasan Anda menugaskan Anda untuk mengurus suatu masalah di Jakarta atau Bandung. Asalkan ada internet, Anda tetap bisa mengaksesnya, sekaligus melayani pelanggannya.

Apa yang bisa saya jual di toko online?

Apa saja bisa, selama barang tersebut bisa kirimkan menggunakan jasa pengiriman nasional seperti PT POS Indonesia, PT TIKI, atau PT JNE. Kalau sampai tidak bisa, saya tidak tahu lagi solusinya. Dengan kata lain, janganlah menjual narkotika atau benda-benda yang terlarang melalui toko online Anda. Salah-salah Anda bisa masuk penjara alih-alih menjadi sejahtera. Sebagai contoh, Anda tidak dilarang kok untuk menjual pakaian, parfum, mainan, makanan, atau perhiasan. Itu tadi beberapa contoh kecil saja karena beberapa pedagang online juga tidak segan berjualan motor, mobil atau bahkan rumah dan tanah melalui jaringan raksasa ini. Aneh bukan? Jual tanah gitu lho ...

Melalui toko online Anda, barang-barang tersebut hanya perlu Anda tampilkan foto, spesifikasi, sekaligus harganya. Selain ketiga hal tadi, Anda juga tidak boleh lupa menyediakan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk memudahkan proses transaksi dengan calon pembeli yang mungkin saja berada di pulau yang berbeda. Bila komunikasi dengan telepon Anda anggap dapat mengganggu aktivitas, Anda juga bisa menggantinya dengan email atau facebook fan page yang relatif lebih gampang dikelola ketimbang komunikasi via telepon.

Bagaimana mereka membayar saya?

Ada beberapa metode yang bisa Anda gunakan; Paypal, kartu kredit, atau transfer antar bank. Dari ketika metode ini, saya menyarankan Anda untuk menggunakan metode pembayaran melalui transfer antar bank. Selain tidak membutuhkan dukungan teknologi tinggi, saya perkirakan Anda juga sudah terbiasa untuk melakukannya. Setiap transaksi terjadi, Anda harus mengingatkan para pembeli untuk mengirimkan konfirmasi bahwa pengiriman uang sudah dilakukan sehingga Anda bisa langsung mengecek kebenarannya.

Baiklah, bagaimana saya memulainya?

Wow. Sudah mulai panas ya? Untuk mulai berbisnis online, Anda bisa memulainya sekarang juga dengan bermacam-macam tools yang sudah siap membantu Anda. Kalau Anda suka berjualan di toko bergaya forum diskusi, Anda bisa melakukannya via Kaskus. Ingin toko dengan tampilan ala blog, gunakan multiply. Kalau tidak suka dengan Kaskus dan multiply, Anda boleh mencoba tokobagus, dwarapala, atau tokopedia. Bila Anda ingin mencari yang lebih islami dan syar'i, langsung saja sambangi bursamuslim. 

Tapi saya tidak tertarik dengan semuanya?

Baiklah, tampaknya Anda memang ingin merdeka sepenuhnya. Kalau begitu gunakanlah CMS (Content Management System) yang bisa mewujudkan impian Anda. Ada beberapa CMS yang bisa saya rekomendasikan di sini; Drupal, Joomla, Wordpress, Prestashop, dan Magento. Dari kelima CMS tersebut, tidak ada yang tidak open source. Jadi Anda bebas mengutak-atik "jeroan" aplikasi-aplikasi berbasis web tadi. Tapi apapun CMS yang Anda pilih, sebaiknya Anda siap dengan konsekuensinya di depan. Saat Anda sudah memutuskan untuk menggunakan salah satu dari CMS tersebut, Anda akan dihadapkan pada masalah kustomisasi dan sebagainya. Hal ini tentu saja membutuhkan pengetahuan teknis yang tidak sama dengan apa yang Anda butuhkan bila Anda menggunakan layanan-layanan pembuatan lapak online seperti yang sudah saya ungkap di atas. 

Saat berhubungan dengan Drupal, Wordpress, dan kawan-kawan, saya sarankan Anda semua sudah memiliki pengetahuan tentang PHP, MySQL, CPanel, HTML, dan CSS. Bila tidak, maka saya khawatir Anda akan kelimpungan saat menghadapi masalah-masalah yang menimpa toko online Anda ke depannya. Walaupun di internet juga banyak forum untuk mengatasi masalah-masalah terkait CMS di atas, namun pengetahuan untuk mengimplementasikan jawaban-jawaban teknis yang sudah ada di dalam forum tersebut tentulah sangat krusial. Anda tidak akan menemukan jawaban atau solusi yang bermanfaat kalau Anda sendiri tidak tahu cara menggunakannya. Betul tidak?

Saat Anda kebingungan, Anda mungkin terpikir untuk meminta bantuan teman yang lebih jago ketimbang Anda. Meskipun masuk akal, tapi saya yakin hal ini hanya akan terjadi sesekali saja, karena kalau sudah terlalu sering, Anda sendiri yang akan malu. Apalagi kalau permintaan tolong Anda selalu bersifat "gratisan". Percaya deh, teman Anda nanti lama-lama bisa saja kehilangan rasa ikhlasnya pada Anda. Coba saja .... heheehehe ....

Penutup

Di bagian kedua dari tulisan ini, saya harap Anda semua, khususnya yang saat ini berstatus sebagai PNS atau CPNS, bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya dari paragraf-paragraf di atas. Dengan keberadaan internet dan tools yang melimpah, dunia ini sepertinya sedang menunggu keberanian kita untuk memulai. Adanya gaji pokok setiap bulan dari dana APBD atau APBN adalah sebuah berkah yang sudah sepantasnya bisa kita perluas manfaatnya. Tidak hanya untuk kepentingan konsumtif, tetapi juga yang bersifat produktif dan mengandung nilai wirausaha. Membuka toko online adalah salah satunya. Selamat bekerja, berkarya, dan berwirausaha!

PNS muda hobi durian
PNS tua hobi pepaya
Daripada gaji habis tidak karuan
Mending invest buat toko online saja

 

comments